Kategori
Artikel

Awas! 5 Ciri dan Sifat Ini Mengarahkan Menjadi Setan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, setan diartikan sebagai roh jahat yang selalu menggoda manusia berbuat jahat, juga diartikan sebagai orang yang sangat buruk perangainya.

Sedangkan menurut Prof. Quraish Shihab, kata setan tidak terbatas hanya pada manusia atau jin, tetapi juga dapat berarti pelaku sesuatu yang buruk atau tidak menyenangkan atau sesuatu yang buruk dan tercela.

Dalam Al-Qur’an diterangkan beberapa ciri-ciri dan sifat setan, berikut 5 di antaranya:

1. Merusak Hubungan Antar Saudara

Salah satu ciri setan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah merusak hubungan manusia. Dikisahkan dalam Al-Qur’an, awal kenabian Nabi Yusuf adalah ketika beliau mendapatkan mimpi yang menakjubkan.

Dalam mimpinya, ia melihat sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud padanya. Ketika menceritakan hal itu pada ayahnya, Nabi Ya’qub, mengatakan bahwa arti dari mimpi itu merupakan suatu tanda bahwa Nabi Yusuf akan menjadi orang yang besar.

Setan mengetahui hal itu, dan merusak hubungan antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya dengan menimbulkan rasa iri dan dengki hingga melakukan hal-hal yang tercela kepada Nabi Yusuf. Dan akhirnya, saudara-saudara Nabi Yusuf menyesal dan memohon maaf pada Nabi Yusuf. Kisah ini dijelaskan dalam QS. Yusuf ayat 100:

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

2. Menipu Manusia

Allah swt. menegaskan kepada  anak cucu Adam untuk tidak tertipu oleh setan, sebagaimana Adam dan Hawa yang diusir dari surga karena tipu daya setan. Hal ini ditegaskan Allah Swt dalam Qs Al-A’raf:27.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

3. Menyesatkan Manusia

Banyak cara yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia. Salah satunya menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan. Dengan menyusupi perasaan takut miskin, seorang muslim tak akan melaksanakan ibadah sosial seperti, sedekah dan zakat, hingga membuat manusia menjadi kikir. Hal itu dijelaskan oleh Allah swt. dalam QS. al-Baqarah ayat 268 dan 168:

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

4. Musuh Manusia

Dalam firman Allah swt mengingatkan kita agar tidak mengikuti langkah-langkah apapun dari setan. Karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia sebagaimana dalam Q.S Al-Baqarah:168

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

5. Suka berbohong

Setan sangat lihai dalam mengemas rayuannya dengan kemasan yang sangat indah untuk merayu manusia. Biasanya langkah pertama diambilnya adalah menggambarkan ketulusannya, menghendaki kebaikan dan kemaslahatan yang dinasihati. Bahkan, ia tak akan segan bersumpah untuk menutupi kebohongannya sebagaimana dikisahkan ketika setan berbohong pada Nabi Adam dan Hawa dalam QS. Al-A’raf: 21

.وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”,

Lima ciri ini acap kali bersemayam dalam diri manusia, entah sadar atau tidak. Merusak hubungan antar saudara, misalnya, yang terjadi pada Sigi. Contoh lain: hobi menipu. Berita penipuan masih saja deras, terutama datang dari media sosial seperti online shop. Dan masih banyak lagi. Dengan memohon perlindungan Allah swt semoga kita senantiasa terhindar dari tipu daya setan yang keji. Amin. Wallahu a’lam bisshawab

Oleh ulinnuha

Santri Pondok Pesantren An Nur Bantul. Hobi membaca, menulis, dan menyapu halaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *