Pojok Santri

Macam-Macam Pelanggaran yang Dilakukan Santri di Pondok Pesantren

Santri pondok pesantren dalam pandangan masyarakat umum adalah orang yang pintar akan agama, tertib, gak aneh-aneh dan pantang melanggar peraturan. Namun terkadang ekspetasi dari masyarakat itu tidak sesuai dengan realita yang ada dalam dunia pesantren. Selayaknya manusia yang punya rasa, punya hati dan punya nafsu tentu ada beberapa santri yang juga sering melakukan pelanggaran. Berikut ini macam- macam pelanggaran santri di pesantren.

#1 Merokok

Pelanggaran  ini biasaya dilakukan oleh santri putra yang masih pelajar, karena umumnya peraturan ini tak ada untuk santri yang tidak sekolah. Para santri putra  biasanya  melakukannya di waktu senggang. Seperti pulang sekolah, libur sekolah atau saat sedang nongkrong  bersama teman- temannya.

Bahkan mereka rela membolos mengaji demi merokok. Mereka mempunyai tempat biasa yang di gunakan  untuk melakukan kriminal tersebut seperti warung, rumah warga, dan tempat yang aman dari pegurus pondok. Semua hal tentu ada waktunya, salah satunya merokok. Jadi cobalah tahan keinginan yang tidak baik itu sampai pada waktu tepat.

#2 Mbobol (Kabur)

Mbobol atau kabur biasaya dilakukan oleh santri yang bosan, tidak betah atau kadang santri baru. Mereka melakukan kegiatan tersebut untuk mengisi kebosanan. Padahal sudah jelas jika diperaturan pondok tidak diperbolehkan keluar melebihi batas waktu dan batas tempat yang telah ditentukan.

Tentu saja mereka yang melanggar peraturan tersebut akan di berikan hukuman. Hmm… Saran kami lebih baik izin sih dari pada harus kabur dan kejar-kejaran sama pengurus. Kayak Tom and Jery aja, hehehehe.

#3 Semiran

Semiran ialah tindakan kriminal yang sengaja di lakukan santri agar terlihat lebih menarik. Santri mulai mewarnai rambut ketika di rumah waktu liburan. Ada juga yang mewarnai rambut dipondok. Pelanggaran ini sering kali dilakukan oleh santri yang suka cari sensasi dan ingin tampil beda. Tapi, hasilnya bukan tampil beda malah terkesan tampil nekat, heu heu.

READ  Pojok Santri#2 (Karena Semesta Adalah Guru)

#4 Menyembunyikan HP

Pelanggaran ini dilakukan oleh santri dengan alasan seperti malas mengantri hp pondok, bebas mengirim pesan kapan saja kepada orang tua tanpa ada batasan waktu. Padahal sudah jelas ada larangan membawa HP.

Hp tersebut biasanya di titipkan kepada warung terdekat pondok pesantren,di sela sela lempitan baju, di sela sela kitab atau buku, dimasukkan kedalam bantal. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar terhindar dari sepengetahuan pengurus pondok pesanten. Jika santri sudah membawa HP ada jaminan bakalan jadi mager buat kegiatan maupun buat ngaji. Niatnya mungkin biar enak komunikasi dengan orang tua, eh malah jadinya bikin kacau semua.

#5. Ghosob

Nah, kalo pelanggaran yang satu Ini pasti  semua santri sudah tahu. Ghosob adalah Meminjam barang tanpa izin pemiliknya. Biasanya barang yang paling sering di-ghsob di pesantren adalah sandal. Baru aja naruh sandal, eh udah hilang aja. Padahal sudah punya sendiri sendiri tapi tetap saja,barang teman lebih menarik.

Ghosob adalah tindakan yang tidak baik dan tidak etis, sebab menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pemilik barang. Jika Sobat Annurngrukem membutuhkan barang ingin menggunakan milik orang lain, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik barang. Dan jika menjumpai santri yang menggoshob sebaiknya diingatkan. Sebab nanti kalo ketahuan kan jadi malu juga kan.

#6. Tamarodho (Pura-Pura Sakit)

Di pesantren pura-pura sakit biasa disebut tamarodho’.  Pelanggaran ini biasanya dilakukan oleh santri ketika sedang malas melakukan kegiatan wajib seperti  sekolah, mengaji , diniyah(sekolah kitab), mengaji Al Qur’an, dan kegiatan lainnya dengan alasan sakit padahal alasan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal orang tuamu di rumah pura-pura sehat agar kamu di pondok bisa ngaji, lah kamu sehat tapi malah pura-pura sakit biar gak ngaji dan bisa mbolos sekolah. Lho gak bahaya ta?

READ  Alasan Mengapa Santri Tidak Pulang Saat Liburan

Nah, itulah macam-macam pelanggaran yang biasanya dilakukan santri di pesantren yang tentu saja masih banyak pelanggaran lainnya yang tidak boleh kita tiru karena hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi diri kita dan lingkungan sekitar. Selain bisa kena takzir, melanggar peraturan juga bisa mengurangi keberkahan yang bisa kita dapat di pesantren. Jadi yakin masih mau melanggar terus?

Penulis: Florisa, Kalila, Susan, Intan, Aghista, Sarah, dan Ani (Komplek Khadijah)

annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??