Madrasah Ibtidaiyah

Pondok Pesantren An Nur yang didirikan oleh KH. Nawawi Abdul Aziz adalah salah satu pondok yang memiliki kepekaan sosial untuk menyelenggarakan lembaga pendidikan agar dapat lebih mewarnai pendidikan masyarakat. Pondok Pesantren An Nur yang menjadi cikal bakal dari berdirinya Yayasan Al Ma’had An Nur awalnya hanya fokus dalam pendidikan non-formal. Pada perkembangan selanjutnya, KH. Nawawi Abdul Aziz melihat pentingnya mendirikan lembaga pendidikan formal yang disinergikan dengan sistem pendidikan pesantren di daerah Bantul. Sehingga muncullah lembaga pendidikan menengah yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ma’had An Nur pada tahun 1994 M, Madrasah ‘Aliyah Umum (MAU)/IPS dan IPA (1997 M), Madrasah ‘Aliyah Keagamaan (MAK)/PK (1999 M). Seiring berjalannya waktu, di awal tahun 2015 Pengelola Yayasan memandang penting untuk mendirikan lembaga pendidikan formal yaitu Madrasah Ibtidaiyah Al Ma’had An Nur Bantul.

Pemilihan format Madrasah Ibtidaiyah tentunya menginduk kepada lembaga pendidikan formal yang sudah lebih dulu ada (MTs-MA) sehingga harus ada keseragaman karena berada dalam naungan Yayasan Al Ma’had An Nur Bantul. Di sisi lain, Madrasah Ibtidaiyah terhitung barang baru dan kurang familiar di masyarakat, mengingat Madrasah Ibtidaiyah yang berada di sekitar Bantul Kota baru ada satu yaitu MI Diponegoro dan MIN Pajangan di Kecamatan Pajangan. Artinya, kemungkinan untuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang baru masih terbuka. Karenanya pihak Yayasan Al Ma’had An Nur Bantul termotivasi untuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah disebabkan keberadaan SD, SDIT, SD Muhammadiyah sudah sangat banyak.

Di sisi lain minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah yang lebih mengedepankan nilai akhlak dan agama kian meningkat. Kekhawatiran akan kenakalan anak dan remaja dini serta pergaulan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor pemicu yang penting. Memang cukup banyak sekolah setingkat SD yang mengedepankan pelajaran dan nilai agama sebagai nilai lebih suatu sekolah, akan tetapi mayoritas sekolah tersebut menuntut kemampuan ekonomi yang tidak sedikit. Maka akan sangat banyak kalangan miskin dan dhuafa yang tidak bisa menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Oleh sebab itu, Madrasah Ibtidaiyah Al Ma’had An Nur Bantul mencoba hadir untuk menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.