Selasa, Juli 27, 2021
No menu items!
Beranda Pojok Santri Menggapai Takwa

Menggapai Takwa

www.annurngrukem.com – Perbedaan sudut pandang sering menyebabkan pertengkaran bagi manusia. Contohnya perbedaan beragama. Selain itu, adanya tingkatan kasta menyebabkan golongan-golongan yang tidak terpandang semakin jatuh tak terpandang, tidak punya hak suara atau suaranya tidak didengar.

Pedagang kaki lima sama derajatnya dengan pedagang di mall-mall. Penjual baju dan penjual daging pun demikian sama. Pemerintah dan rakyat pun memiliki derajat yang sama. Bukan karena banyak harta lalu derajatnya tinggi. Status sosial boleh beda, tetapi ini bukan berarti beda kasta.

Islam sendiri menolak keras tentang keberadaan kasta. Semua orang di mata Allah derajatnya sama. Umat Islam mengetahui bahwa takwa menjadi titik tertinggi perbedaan bagi manusia di mata Tuhannya. Sebagaimana yang tertera dalam surah al-Hujarat ayat 13 berikut:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

Lalu, sebenarnya apa itu takwa? Kenapa takwa menjadi patokan kedudukan manusia? Banyak definisi tentang takwa dari beberapa ulama. Namun, sederhananya, takwa adalah sumber dari segala kebaikan, menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Takwa menjadi patokan karena hidup bahagia, aman, mudah menghadapi segala kesulitan, adalah atas bantuan Allah.

Contoh sikap bertakwa adalah mendirikan salat. Sudah salat tepat waktu tapi rasanya beban hidup tambah banyak? Atau malah hidupnya kosong, hampa, dan tidak terarah? Jawabannya adalah coba di-crosscheck lagi ibadahnya, barangkali ibadah yang selama ini dilakukan hanya sebatas gerakan saja atau hanya sebatas karena takut akan dosa.

Sering kali manusia kurang tepat niat, yang menjadikan ibadah yang dilakukan seperti kosong, hampa bahkan seperti tidak ada dampaknya untuk hidup. Karena sejatinya beribadah sendiri hanyalah tentang perwujudan seorang hamba kepada Tuhannya, bukan sebatas menggugurkan kewajiban atau hanya ingin mendapat ganjaran saja.

Sebagai seorang hamba, sepatutnya kita harus mengerjakan segala hal yang diperintahkan dengan ikhlas bahkan tanpa pamrih. Karena sebenarnya, sebanyak apapun amal yang kita perbuat, belum tentu bisa menuntun kita masuk surga. Makanya, kita tidak boleh berkeyakinan bahwa amal yang kita miliki bisa menuntun kita ke sana.

Hadirkan niat ikhlas beribadah kepada Allah. Sebab ikhlas adalah salah satu syarat agar amal diterima oleh Allah. Dalam suatu hadis populer disebutkan: segala amal perbuatan hendaklah disertai niat, dan seseorang hanya mendapatkan balasan sesuai niatnya. Barang siapa yang yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka (balasan) hijrahnya sesuai apa yang diniatkannya.

Untuk itu, mari kita mulai beribadah secara lebih dewasa, mengubah niat bahwa sesungguhnya beribadah itu semata-mata hanya untuk Allah. Bukan untuk mendapat pahala apalagi takut dimasukan ke neraka. Sekali lagi, hanya untuk Allah, untuk menggapai rida-Nya dan sebagai perwujudan seorang hamba kepada Tuhannya.

Karena dengan kita rela, rida, dan ikhlas mengerjakan segala hal dan semata-mata untuk Allah. Insyaallah, segala sesuatu yang kita kerjakan akan terasa ringan ketika dikerjakan.

_________________________

Penulis: tapiokapearls, santri komplek Khodijah

annurngrukem
Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Semangat Santri Attariq di Hari Raya Kurban

www.annurngrukem.com - Setelah adanya himbauan dari pemerintah terkait adanya kebijakan PPKM Darurat, berdampak pula dengan perayaan Idul Adha 1442 H tahun ini....

Meriah: Idul Adha Kali Ini Sembelih 28 Hewan Kurban

www.annurngrukem.com - Dalam setiap agama pasti memiliki hari di mana hari tersebut diistimewakan setiap tahunnya. Agama Islam, misalnya, terdapat dua hari raya...

Rahmatang: Peserta Tes 30 Juz Kedua

www.annurngrukem.com - Ahad (18/7), Rahmatang menjadi peserta kedua tes 30 juz bilhifdzi, setelah Humaira Nur yang telah melaksanakan tes pada bulan April...

Menggapai Takwa

www.annurngrukem.com - Perbedaan sudut pandang sering menyebabkan pertengkaran bagi manusia. Contohnya perbedaan beragama. Selain itu, adanya tingkatan kasta menyebabkan golongan-golongan yang tidak...

Recent Comments

Rini Dwi Hastuti on Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)
Muhammad Rofiq Aulawi on Masih Manusiakah Kita?
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Cinta Raisa #3
fuad Rosyid on Kegiatan Harian
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
error: Ups, tidak boleh main copy paste ya! Izin dulu sama Admin annurngrukem.com, donk..!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu??