Kategori
Berita

Meriahkan Hari Santri Nasional Bantul: An Nur Ngrukem Boyong Semua Santri Ke Paseban

www.annurngrukem.com – Selasa (22/10) menjadi hari yang ditunggu oleh para santri. Rutinitas setahun sekali guna memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Pada kesempatan kali ini, pelaksanaan apel berada di alun-alun Paseban Bantul.

Apel dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB. Namun 30 menit sebelum waktu yang ditentukan, para santri sudah berbondong-bondong menuju alun-alun Paseban. Bahkan pukul 07.00 WIB alun-alun Paseban sudah nampak hampir penuh oleh para santri dari berbagai daerah di Bantul.

Sama dengan peringatan HSN sebelumnya yang berada di lapangan Trirenggo, kini An Nur Ngrukem kembali memboyong seluruh santrinya ke alun-alun Paseban. Rencana panitia awalnya ingin menyewa truk, tetapi para santri lebih suka jalan kaki. Sebab jarak dari pesantren ke Paseban tidak begitu jauh.

Pukul 06.30 WIB para santri sudah mulai berjalan menuju Paseban. Diawali oleh para santri putri. Adapun maskot dan bergodo dibawa dengan mobil. Panitia membawa dua armada sound system dengan mobil pick up. Saat keduanya bunyi, bahkan mampu menandingi sound system panitia HSN Bantul yang berada di alun-alun Paseban.

Dibantu polisi dan banser, seluruh santri An Nur Ngrukem tiba di Paseban. Tentu saja, jumlah santri yang diboyong tidak ada yang mengungguli. Terlihat dengan jelas, barisan santri An Nur Ngrukem berada di sisi timur panggung dan setengah bagian di selatan (depan panggung).

Sorak ramai dan tepuk tangan meriah mendadak menggema seisi alun-alun saat MC diambil alih Miko Cakcoy, tatkala ia menyapa seluruh santri An Nur. Massa An Nur Ngrukem memang paling banyak, sekitar 2500 santri.

Saat kirab menuju Masjid Agung, An Nur mendapatkan barisan pertama setelah bergodo panitia HSN Bantul. Lagi-lagi An Nur berulah, barisan para santri An Nur terpanjang. Lebih-lebih dua sound system yang dibawa juga memiliki suara tidak tertandingi, paling keras.

Tidak seperti barisan pada umumnya, para santri An Nur Ngrukem langsung bablas menuju pondok pesantren. Sebab rute kirab menuju Masjid Agung Bantul satu rute dengan pondok.

Atribut yang dikenakan oleh para santri An Nur Ngrukem begitu kreatif dan kekinian. Tak sedikit masyarakat sekitar yang mengabadikan dengan ponsel di tangannya. Ditambah poster-poster yang diangkat oleh para santri bak orang demo sangat relevan dengan tema kepesantrenan.

Dicampur dengan sedikit komedi, poster-poster itu membuat khalayak menjadi semakin tertarik perhatiannya. Meskipun harus jalan kaki, para santri begitu semangat dan senang sekali dengan adanya HSN ini. (Idu)

IKUTI OFFICIAL RESMI KAMI:

Facebook – pondok pesantren tahfidz an-nur

Instagram – @annurngrukem

Twitter – @annurngrukem

YouTube – annurngrukem

Oleh IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *