Kategori
Berita

Pelepasan MA Al Ma’had An Nur: 4 Siswa Dapat Penghargaan

www.annurngrukem.com – Sabtu (11/4) Pelepasan siswa-siswi Madradah Aliyah (MA) Al-Ma’had An Nur angkatan ke-22 tahun ajaran 2020/2021 bertempat di gedung lantai dua Institut Ilmu Al-Qurán (IIQ) An Nur. Kegiatan ini diselenggarakan secara sederhana dalam waktu singkat. Wali siswa yang berada di rumah ikut serta secara virtual via youtube.

Karena masih masa pandemi, protokol kesehatan adalah yang paling utama. Sebelum memasuki arena, seluruh zuriah, tamu undangan, bapak-ibu guru MA Al-Ma’had An Nur, karyawan, dan staf serta seluruh siswa-siswi kelas XII harus melewati pengecekan suhu, semprot hand sanitizer serta wajib memakai masker.

Tepat pukul 09.30 acara dimulai, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qurán oleh siswa MA Al-Ma’had An Nur, Ibnu Hasinul Umam. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama, kemudian langsung dilanjutkan sambutan-sambutan.

Kepala Madrasah MA Al-Ma’had An Nur, bapak Izzatu Muhammad, mengungkapkan di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan.

“Dulu, kalian, siswa-siswi diterima di sini dengan penuh harapan, kemudian pada hari ini kalian harus berpisah. Dalam waktu 3 tahun banyak kenangan dan pembelajaran yang didapat, dihukum BK, dimarahi bapak-ibu guru.” jelas beliau.

Seluruh amarah dan hukuman merupakan bentuk peduli dan kasih sayang guru kepada peserta didiknya.

Juga, beliau berpesan kepada anak-anak kelas XII, “Untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi, mencapai mimpi dan cita-cita kalian. Karena yang namanya cita-cita tidak akan hadir begitu saja, tapi membutuhkan proses dan berbagai peristiwa. Temukanlah diri kalian, seseorang yang sukses adalah ini yang mampu melihat dan mengembangkan potensi kalian.”

Sebagai perwakilan wali siswa yang hadir, bapak Ahmad Hamam menyampaikan terima kasih kepada pengasuh pondok, bapak-ibu guru yang bersedia menerima, mendidik, membimbing serta mentarbiah anak-anak. Beliau juga meminta doa restu kepada seluruh zuriah, bapak-ibu guru, karyawan dan staf MA An Nur, agar anak-anak mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mampu mengharumkan nama baik MA An Nur.

كن رجلا قدميه في الارض وهمته في السراى

Yang memiliki arti jadilah kamu seseorang yang meskipun kedua telapak kakinya di bumi, tapi cita-citanya jauh di atas bintang kejora. Motivasi yang sering disampaikan (almagfurlah) Simbah Nawawi kepada anak-anak dan santrinya.

“Sampean boleh merasa senang, sedikit bangga tida apa-apa tapi tidak boleh sampean puas menuntut ilmu di sini, puas dengan ilmu itu tidak boleh, lebih-lebih puas dengan kebodohan itu tidak boleh.” pesan K.H. Muslim Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren An Nur.

Beliau menambahi, “Santri yang profesional adalah santri yang ilmiah, amaliah, dan disempurnakan dengan akhlak al-karimah.. pokoknya dijaga betul akhlaknya, karena itu yang menjadi tolok ukur di masyarakat.”

Demi menyempurnakan acara, pembacaan doa oleh K.H. ‘Ashim Nawawi menambah kesan khidmah.

Untuk memeriahkan sekaligus sebagai bentuk terima kasih siswa kepada para guru, sesuai dawuh K.H. Muslim Nawawi, seluruh yang hadir diminta menyanyikan lagu persembahan untuk bapak-ibu guru “Terima kasih Guru dan Doa Perpisahan”

Pelantunan lagu tersebut menambah suasana haru pelepasan, salah seorang siswi Wafiq Syahida Al-Haq yang terlihat penuh penghayatan ketika lagu dinyanyikan mengungkapkan sangat terharu, sedih, karena belum bisa menjadi seperti yang diharapkan bapak-ibu guru, ia juga mengaku senang, bersyukur diberi kesempatan belajar di MA Al-Ma’had An Nur ini.

Acara terakhir pembagian penghargaan kepada siswa yang berhasil mencapai hafalan 30 juz bilhifdzi. Ada 4 siswa yang memperoleh penghargaan: putri satu siswi atas nama Achidza Millati Mardhiyah, 3 putra atas nama Dika Najmu Syakib, Rifki Muslim dan Ihya’ Nizam Muhammad.

“Kesan saya bersekolah di sini, senang bisa nyelesain hafalan, banyak mengenal banyak teman, saya bersyukur sekali diberikan anugerah oleh Allah bisa menghafal Al-Qur’an. Buat teman-teman saya semangat terus, jangan putus asa, karena kesuksesan tidak akan bisa diraih jika bermalas-malasan.” kata Rifki Muslim, siswa kelas XII IPA.

Sudah menjadi tradisi turun menurun bahwa setiap angkatan memiliki nama atau simbol tersendiri. Angkatan ke-22 ini sepakat memakai istilah LABDAGATI sebagai simbol angkatan.

Dliyaul Haq menjelaskan kepanjangan kata tersebut. LAB merupakan singkatan dari bahasa Inggris letter of brian, DA berarti abhayu atausuciyang meminjam istilah Hindia, kemudian GATI kepanjangan dari abdi ing gusti yang berasal dari bahasa Jawa. menurutnya, arti kata LABDAGATI yaitu otak yang menyala, suci yang senantiasa ditujukan kepada Gusti.

Ia juga menambahkan mengapa mengambil tiga bahasa, karena angkatan mereka terdiri dari tiga jurusan: IPA, IPS, dan MAK. Masing-masing prodi juga memiliki simbol, pohon kelapa sebagai simbol dari jurusan IPS, berlian jurusan IPA dan MAK memakai simbol cakrawali. Jadi , LABDAGATI merupakan istilah gabungan dari ketiga jurusan tersebut.

Ibu Siti Nur Hayati selaku wali kelas XII menyampaikan harapan beliau untuk anak-anak yang masih ingin melanjutkan hafalannya, silakan di IIQ An Nur, biar sanadnya nyambung. Namun, apabila ingin meneruskan di luar, silakan, yang terpenting tetap di pondok pesantren.

Beliau bersyukur, menurut beliau anak-anak itu lebih disiplin, meskipun ada beberapa yang tidak, tetapi kebersamaan mereka, ketawadukan terhadap guru itu sangat bagus.

Beliau berpesan kepada anak-anak, “Di manapun kalian berada harus tetap menjaga ngajinya, menjaga nama baik almamater. Karena kalau kamu berbuat sesuatu apa pun, di mana pun yang orang lihat adalah kamu anak siapa, sekolah di mana dan jika kamu santri, kamu santri mana? Tolong betul-betul dijaga akhlaknya.”

Oleh Acil

Acil atau Atul Kecil, bernama asli Lailatul Munawaroh. Santri Pondok Pesantren An Nur Komplek Khodijah. Lebih jauh bisa kunjungi media sosialnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *