Esai

Tiga Hal Penting Menyambut Tahun Baru

Tiba-tiba, kita sudah berada di tahun baru. Setahun memang kadang tidak berasa panjang. Tahun 2023 telah menjadi kenangan. Masyarakat menjalani berbagai pesta menyambut bergantinya tahun. Ada yang menyiapkan kembang api, bikin acara bakar-bakar daging bersama keluarga, dan lain sebagainya.

Hal-hal tersebut memang tidak dilarang, bahkan menjadi wajar saat pergantian tahun. Di beberapa tempat wisata juga mengadakan konser musik sampai larut malam, hingga berganti tahun. Namun demikian, ada hal yang lebih utama dilakukan dalam pergantian tahun. Dan hal ini, mungkin bisa menjadi wajib bagi seseorang guna menyongsong tahun berikutnya yang lebih baik. Apakah itu?

Pertama, adalah bersyukur. Kita harus banyak bersyukur. Sadar atau tidak, kita bisa berhasil melewati semua tantangan dan rintangan sepanjang tahun 2023. Kita sukses lolos tanpa stress atau pun putus asa atas semua ujian itu. Lalu, sudahkah kita bersyukur? Lihat, berapa banyak orang yang dipecat dari pekerjaannya lalu stress dan bunuh diri. Atau orang frustasi tidak berhasil berkali-kali mencoba mendaftarkan diri di perusahaan akhirnya melakukan kejahatan seperti mencuri dan semacamnya.

Semua orang pasti memiliki masalahnya sendiri. Allah memberikan ujian dan cobaan sesuai dengan kadar kemampuan orang tersebut. Dan perlu diingat, Allah tidak sebatas memberikan ujian dan cobaaan, melainkan Dia juga membantu menyelesaikannya. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita bersyukur dan selalu perbanyak bersyukur, lebih-lebih setahun sudah kita melewati semuanya.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman di surah Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),  sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras”.

READ  Meraih Berkah Ramadhan ala Santri

Dalam Tafsir Tahlili, disebutkan bahwa bersyukur dapat dilakukan dengan banyak cara. Awali dengan perkataan dari hati yang ikhlas dilanjutkan dengan perbuatan, tepatnya menggunakan nikmat itu untuk tujuan kebaikan dengan penuh harap atas ridha Allah. Sehingga Allah akan menambah nikmat yang diberikan.

Coba lihat kembali sekeling kita. Ada orang baik lagi dermawan yang sering sekali menyalurkan hartanya dan membantu orang yang membutuhkan. Mereka ini justru semakin kaya, malah tidak habis hartanya lalu miskin. Tetapi berbeda dengan orang kaya yang pelit dan suka menyalurkan hartanya untuk hal buruk seperti main judi dan slot. Mereka senantiasa merugi dan kalah yang akhirnya dililit hutang sana-sini.

Sekali lagi, mari memperbanyak bersyukur, sehingga tahun 2024 mendatang kita berhasil lolos lagi dari semua ujian dan cobaan apa pun bentuknya. Juga, semoga kita mendapatkan nikmat yang lebih banyak dibanding tahun 2023. Dan semoga, kita tergolong sebagai orang yang pandai bersyukur.

Selain bersyukur, hal yang perlu kita lakukan adalah muhasabah atau introspeksi diri. Dalam hal memperbaiki diri, langkah utama yang efektif adalah dengan introspeksi diri. Kita melihat dan menilai diri sendiri. Apa saja kesalahan yang telah diperbuat. Sudahkah banyak menebar kebaikan dalam setahun silam.

Saat kita sering membaca Al-Qur’an, kita acap kali menjumpai bahasa afala ta’qilun, afala tubsyirun, afala tazarkarun, afala tasma’un. Kita diperintahkan untuk banyak-banyak mbok mikir  atas perilaku sehari-hari. Tidakkah kamu berpikir/ mengerti? Tidakkah kamu melihat? Tidakkah kamu mengambil pelajaran? Tidakkah kamu mendengarkan? Sehingga kita akan menjalani hidup penuh dengan tanggungjawab dan bermanfaat. Bukan malah banyak merugikan orang lain.

Terakhir, pastikan sebelum berganti tahun, kita sudah menyiapkan banyak cita-cita atau target yang hendak digapai di tahun 2024 mendatang. Lulus sarjana, misalnya, bagi mahasiswa akhir yang sudah menempuh skripsi. Contoh lain: masuk kerja di perusahaan ternama, punya bisnis sendiri, hidup mandiri tidak mengandalkan uang saku dari orang tua atau bahkan bisa mengirim balik uang bulanan ke orang tua, dan lain sebagainya.

READ  Santri dan Pentingnya Literasi Digital

Hidup harus punya sikap optimis. Dengan begitu, kita bisa menciptakan hari-hari yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kita juga bisa mengukur kemampuan diri. Tanpa jiwa optimis, hidup bahkan mungkin tak berbeda dari hari ke hari. Tahun 2024 mendatang bakal sama saja dengan tahun 2023 lalu. Begitu-begitu saja. Optimisme dalam hidup harus dibangun. Sikap ini juga akan membantu kita agar keluar dari segala ujian dan cobaan yang senantiasa menerpa.

Bahkan Allah pun tidak akan mengubah suatu keadaan jika ia sendiri tidak berusaha mengubah keadaan itu. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 11:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ… 

وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: “… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Kita sendiri tahu, bahwa zaman cepat sekali berubah, berkembang. Jika yang kita lakukan adalah cuek dan tidak peduli, jelas pasti akan semakin tertinggal jauh. Berbeda jika kita optimis, pasti akan mampu menghadapi segala perkembangan yang muncul secara tiba-tiba. Seperti halnya saat pandemi kemarin menyerang. Semua tiba-tiba harus bekerja secara online, belajar online, segala aktifitas hanya boleh dilakukan di rumah. Dan orang optimis mampu bertahan hingga sekarang.

Ayat ini juga mengajarkan kita untuk memiliki motivasi hidup. Yaitu dengan rasa optimisme untuk mengubah nasib dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Sehingga Allah akan memberikan anugerah kenikmatan atas apa yang diusahakannya.

READ  Berdamai dengan Luka

Ketiga hal ini saling terhubung. Bila hanya mengandalkan sikap optimis saja, tanpa ada rasa syukur atas anugerah yang sudah didapatkan, bisa saja usaha dari jerih payahnya akan sulit menuai hasil. Sudah banyak bersyukur dan punya sikap optimis tapi tidak pernah melakukan introspeksi diri, bisa membuat seseorang terjerumus dalam kesalahan, kegagalan, dan dosa. Begitupun jika hanya mengandalkan sikap optimis dan introspreksi diri, tanpa rasa bersyukur ia bakal sering membandingkan dirinya dengan orang lain yang berakhir pada sikap iri dan dengki.

Nah, gimana, sudah siap dengan resolusi di 2024, yang lebih baik, yang lebih sukses?

____________________________

Rujukan:

  1. Aplikasi Al-Qur’an Adroid Kemenag
  2. Website NU Online

IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??