Kategori
Berita

Vaksinasi Pengelola Yayasan Al Ma’had An Nur

www.annurngrukem.com – Pada Sabtu (26/6) pukul 08.00, para pengelola Yayasan Al-Ma’had An Nur menerima vaksin tahap satu. Adapun lokasi vaksinasi berada di depan kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac.

Prioritas vaksinasi adalah guru. Mulai dari guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan dosen kampus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur. Selain peserta dari Yayasan Al-Ma’had An Nur, ada banyak peserta dari luar atau masyarakat.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan kerja sama dengan TNI Polri, yang mengusung gerakan 1 juta vaksin sehari bagi masyarakat. Adapun para penerima vaksin tetap wajib mematuhi protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas.

Dalam hal ini, Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengungkapkan bahwa vaksinasi ini serentak dilakukan di seluruh kapanewon di Bantul. Syaratnya pun cukup mudah, cukup datang membawa E-KTP, atau fotocopy-annya.

Program tersebut diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-75. Vaksin massal kali ini menargetkan sedikitnya 2000 masyarakat bisa ikutan. Di Bantul, ada 18 titik yang terbagi dalam 17 kapanewon.

Ada sebanyak 125 kuota vaksin untuk Yayasan Al Ma’had An Nur. Adapun perempuan yang sedang menstruasi boleh mengikuti vaksinasi, asalkan ia sedang dalam kondisi prima. Vaksin yang dipakai tentu telah dinyatakan aman dan halal.

Sebelum melakukan vaksinasi, para peserta diwajibkan untuk sarapan lebih dahulu. Tentu, hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko dan efek samping dari vaksin, serta dampak buruk yang tidak diinginkan. Selain itu, peserta vaksin wajib dalam kondisi sehat. Penerima vaksin tidak boleh dalam keadaan tubuh lelah, letih, kurang tidur, atau stres.

Selain para guru madrasah formal, para ustaz dan pengurus Pondok Pesantren An Nur turut ikut serta. Dan para santri ndalem yang memiliki mobilitas di luar cukup tinggi, seperti pergi ke pasar setiap hari untuk membeli bekal memasak dan stok kantin.

Bagi peserta yang hari ini mengikuti vaksinasi, selanjutnya akan dilakukan vaksin tahap kedua pada Juli mendatang, tepatnya Sabtu (24/7). Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa penyuntikan vaksin pertama dan kedua boleh beda tempat. Vaksin pertama di pos vaksinasi massal, misalnya, lalu vaksin kedua mendapatkan di fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan).

Amiq, Ketua Satgas Pondok Pesantren An Nur, juga mengikuti program vaksinasi ini. Ia merasakan agak pegal setelah vaksin. Bahkan tadi ada salah satu santri yang mengatakan kepada Amiq kalau setelah vaksin agak pusing.

“Ayok sedoyo mawon, yang belum vaksin segera vaksin. Kita bantu pemerintah mengendalikan pandemi ini. Buat yang takut jarum nih, sampai kapan mau takut. Lebih berani tertular atau berani disuntik, monggo dipilih mawon.” tegasnya.

Melalui vaksinasi ini, harapannya dapat menambah herd immunity pada masyarakat khususnya para pengelola Yayasan Al Ma’had An Nur. Terlebih, akhir-akhir ini sedang naik-naiknya angka kasus Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Bantul.

Oleh IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *