Kategori
Berita

Vaksinasi Santri Tahap Kedua Menuju Indonesia Sehat

www.annurngrukem.com – Pondok pesantren An Nur Ngrukem kembali mengadakan vaksinasi Covid-19 yang kedua. Acara ini terselenggara bersama tim gabungan tenaga medis dari LKNU DIY, Klinik Kartika 0729 Bantul, dan Denkesyah 04.04.02. Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan 2 hari, yakni pada tanggal 20 – 21 September 2021.

Rencana awal yang sudah terbentuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 17-19 September lalu, namun dikarenakan tempat pelaksanaan vaksinasi sedang digunakan untuk acara wisuda mahasiswa IIQ An Nur, maka vaksinasi tahap kedua baru terlaksana kemarin, Senin (20/9).

“Vaksin sangat penting guna mencegah penyebaran Covid-19. Ketakutan masyarakat atas vaksin harus dihilangkan. Keluhan bermacam-macam, tetapi itu normal”, tutur salah satu nakes dari TNI. Ibarat memakai pelindung kepala (helm) saat berkendara motor, pastinya yang diharapkan dapat melindungi kepala bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya jika terjadi kecelakaan maka helm tersebut dapat melindungi kepala.

Sekalipun terluka mungkin bisa dipastikan hanya luka ringan. Seperti halnya vaksinasi, yaitu untuk meningkatkan imun kekebalan tubuh. Sesuai dengan fungsinya, vaksinasi berperan sebagai pembangkit imun tubuh di mana ketika seseorang terpapar Covid-19, maka imun tubuh akan mengenali dan melawan virus Covid-19 tersebut.

Hari pertama untuk seluruh santri putri An Nur dan beberapa Dewan dzuriyyah An Nur turut serta divaksin. Adapun di hari kedua untuk seluruh santri putra An Nur, dan beberapa santri dari Ponpes terdekat, seperti Ponpes Al-Anwar, Ponpes Nurul Anwar Sawahan dan Ponpes Al-Mahalli Pleret.

Peserta vaksinasi tahap kedua ini adalah santri yang sudah mengikuti vaksinasi tahap pertama, baik di pondok maupun di luar pondok. Peserta vaksinasi yang berstatus pelajar MTs – MA An Nur diatur dengan bergilir berdasarkan kelasnya. Hal ini dilakukan agar tidak mengakibatkan kerumunan yang parah, terlebih sebagian siswa MTs – MA yang mengikuti vaksinasi sedang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di sekolah.

Suasana vaksinasi kali ini lebih tertib daripada saat vaksin yang pertama. Mulai dari alur kedatangan santri hingga menuju ruang tunggu untuk panggilan screening. Apabila pada tahap ini santri dinyatakan sehat maka dipersilakan lanjut ke tahap penyuntikan vaksin. Setelah divaksin santri menunggu di ruang observasi guna melihat reaksi selama kurang lebih 15 menit. Jika tidak ada keluhan maka santri diperbolehkan pulang.

“Ya, sedikit pegal, sih, dibanding vaksin tahap pertama. Mungkin vaksin yang pertama bisa dikatakan baru perkenalan dengan jarum. Dan yang kedua, alhamdulillah tidak terlalu sakit.” ucap Kuni Farida, salah seorang santri An Nur yang mengikuti vaksinasi dosis kedua.

Vaksin yang digunakan pada tahap kedua ini masih sama dengan vaksin tahap pertama, yaitu menggunakan vaksin jenis Sinovacyang memiliki efikasi sekitar 65,3% di Indonesia.Menurut beberapa peserta yang telah divaksin tahap kedua ini, efek yang dirasakan tidak jauh berbeda dari vaksin sebelumnya, hanya saja lebih ringan.

“Kemarin pas vaksin pertama efeknya pusing, nggregesi, sama pegel-pegel sekitar 2 hari. Di tahap kedua ini alhamdulillah tidak terasa apa-apa”, tutur Nayla, salah satu santriwati yang mengikuti vaksinasi.

Dari keterangan Ahmad Mahrus selaku Sekertaris Pondok Pesantren An Nur, presentase santri yang sudah mengikuti vaksinasi tahap pertama dan kedua adalah sekitar 50%. Hal ini dikarenakan syarat dari vaksinasi ini adalah anak usia 12 tahun ke atas dan sudah mendapat izin dari orang tua.

Adanya vaksinasi tahap kedua ini gunanya untuk menyempurnakan vaksin tahap pertama, sehingga imun dalam tubuh lebih kuat dan diharapkan vaksinasi ini menjadi salah satu usaha untuk  melawan virus Covid-19.

“Harapannya seluruh santri Pondok Pesantren An-Nur segera mendapat vaksinasi. Meskipun masih ada beberapa santri yang enggan divaksinasi, namun kami tetap memberikan penjelasan untuk menyadarkan bahwa vaksinasi sangatlah penting. Karena tujuan kami adalah menuju Indonesia sehat”, tutur pak Sadi, TNI AD KODIM Bantul.

“Dengan vaksinasi ini kita jadi merasa dibentengi. Jadi, kalau misalnya ada kegiatan sekolah, diniyah, dan lain-lain itu bisa tatap muka. Tapi ya tetap menggunakan protokol kesehatan”, tambah Muhammad Arwani, salah satu tim satgas Ponpes An Nur.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang dilaksanakan di IIQ An Nur Yogyakarta berjalan dengan lancar. Ketua Pondok Pesantren An Nur, Ahmad Sangidu menyampaikan terima kasih kepada para nakes, vaksinator dan beberapa santri yang turut membantu proses vaksin ini, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga usai pelaksanaan.

______________________________________________

Oleh: Wartawan Annurngrukem.com

Oleh annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *