Kategori
Berita

Fortasi Putra Tahap Pertama

www.annurngrukem.com – Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul melaksanakan agenda rutin tahunan Forum Taaruf Santri (Fortasi) bagi seluruh santri baru tahun ajaran 2020-2021 pada Senin (07/12). Acara Fortasi dilaksanakan pada malam hari, pukul 20.00 WIB di aula lantai 3 putra.

Berbeda dari tahun sebelumnya, acara Fortasi pada biasanya dilaksanakan oleh seluruh santri baik putra maupun putri dan ditemani wali masing-masing, tetapi kali ini berlangsung internal. Bahkan santri putra dan putri melaksanakan Fortasi sendiri-sendiri. Fortasi santri putri telah dilaksanakan pada Ahad (08/11) bulan lalu.

Fortasi tidak bisa dilaksanakan dengan menunggu seluruh santri baru hadir di Pondok Pesantren An Nur. Sebab, situasi dan kondisi pandemi ini tidak bisa ditebak. Sehingga, Fortasi tetap dilaksanakan dengan jumlah santri seadanya. Tercatat ada 45 santri putra yang sudah berada di pondok, meliputi: 23 santri kategori Madrasah Tsanawiyah (MTs), 12 santri Madrasah Aliyah (MA), dan 10 santri Tahasus.

Para santri baru tersebut masuk ke pondok mengikuti kedatangan santri tahap 6 pada Senin (2/11) lalu. Adalah kedatangan santri lama tahap terakhir wilayah luar Jawa sekaligus kedatangan santri baru tahap 1. Menurut data panitia Penerimaan Santri Baru (PSB), sedikitnya ada 400 lebih santri baru di tahun ajaran 2020-2021 ini.

Begitu semua santri baru berkumpul di aula lantai 3 putra, acara dibuka oleh Pembawa Acara (MC), Iqwa AlMangiri, selaku Panitia Acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rizki Al-Fatah. Kemudian diisi dengan sambutan pengasuh dan zuriah, yang dalam hal ini disampaikan oleh Agus Adib ‘Ashim.

Beliau memberikan motivasi kepada para santri baru untuk menghafal Al-Qur’an. Beliau sedikit banyak bercerita tentang pribadi simbah Nawawi yang memiliki semangat tinggi dalam mengaji. “Simbah itu bukan dari keturunan orang kaya, cuma orang biasa saja, tetapi karena kesungguhannya dalam menuntut ilmu, beliau bisa jadi panutan masyarakat” papar Agus Adib ‘Ashim.

Selain itu, Agus Adib ‘Ashim turut berbagi tips agar sukses mengaji di pondok. Beliau menekankan para santri baru agar tidak terlalu sering memikirkan rumah. Para santri harus fokus mengaji. “Santri kalau sudah di pondok, jangan terlalu sering mikirin rumah biar fokus ngaji!” pesan terakhir dalam sambutannya.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan acara inti yakni Pengenalan Profil Yayasan. Pada sesi ini, para santri melihat slide foto yang dibuat oleh panitia mengenai Yayasan Al Ma’had An Nur. Pengenalan yayasan ini dipandu langsung oleh ketua umum pondok, Muhammad Tamyiz. Mulai dari profil pendiri, para zuriah, dan diakhiri dengan pengenalan pengurus pondok.

Susunan acara terakhir adalah sosialisasi dan sarasehan. Pengurus Departemen Ketertiban mengawali sosialisasi tentang qonun. Dengan waktu yang sangat terbatas, qonun disampaikan dengan singkat dan sebatas poin-poin penting saja.

Disambung sosialisasi Pengurus Departemen Pendidikan. Pengurus menyampaikan informasi bahwa Pondok Pesantren An Nur adalah pesantren yang memiliki keunggulan di bidang Tahfiz Al-Qur’an. Meski demikian, Pondok Pesantren An Nur memiliki kajian kitab kuning, yang dalam hal ini fokus dikelola oleh lembaga Madrasah Diniyah Al Furqon.

Sosialisasi terakhir disampaikan Pengurus Departemen Kebersihan dan Kesehatan. Pengurus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pondok. Setelah ini, MC menutup acara Fortasi. Para santri kembali ke kamar masing-masing. Perlu diketahui, acara ini berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker.

Oleh IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *