Selasa, Mei 11, 2021
No menu items!
Beranda Lomba Lomba Esai 1: PERBEDAAN RAKAAT SALAT TARAWIH, BUKAN SEBAB TIMBULNYA PERPECAHAN

Lomba Esai 1: PERBEDAAN RAKAAT SALAT TARAWIH, BUKAN SEBAB TIMBULNYA PERPECAHAN

www.annurngrukem.com – Seluruh umat Islam pasti sepakat bahwa di dalam bulan Ramadan memiliki suatu amalan sunah yang hanya bisa dilakukan pada bulan suci ini saja, amalan sunah tersebut yaitu amalan salat Tarawih. Salat tarawih sendiri tentu sangat diajurkan untuk dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan apalagi dilakukan dengan berjamaah.

Salat Tarawih mempunyai pengertian yaitu salat yang dilakukan pada malam hari dan hanya dalam bulan Ramadan saja. Salat Tarawih juga mempunyai sebutan qiyamu romadhan dikarenakan orang melakukan salat malam pada bulan Ramadan. Tujuan melakukan qiyamu romadhan yaitu untuk menghidupkan malam-malam pada bulan Ramadan, karena penuh dengan keberkahan dan waktu turunnya lailatul qadr.

Pada masa Rasulullah SAW belum ada sebutan tentang salat Tarawih, dikarenakan pada masa Rasulullah SAW orang-orang hanya mengetahui qiyamu ramadhan yaitu segala bentuk ibadah sunah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan.

Salat Tarawih dilakukan oleh Rasulullah pertama kali pada tanggal 23 Ramadan tahun ke-2 hijriah yang dilakukan tidak dimasjid secara terus-menerus, terkadang dimasjid, terkadang di rumah, dikarenakan Rasulullah SAW khawatir apabila salat ini disangka wajib oleh para sahabat. Rasulullah SAW sendiri pun melakukan salat sunah tarawih pun tidak terpaku oleh rakaat, terkadang beliau melakukan 2 rakaat, terkadang 4 rakaat dan seterusnya.

Uniknya, masa modern ini sempat diramaikan oleh perbedaan pendapat yang sifatnya khilafiyyah, yang seharusnya tidak perlu untuk diperdebatkan apalagi sampai menjadi bahan untuk saling menyalahkan. Salat Tarawih yang hukumnya sunah muakad (dianjurkan) sebenarnya tidak dilakukan pun tidak mendapat dosa, akan tetapi jelas tidak mendapatkan manfaat dari kemuliaan bulan Ramadan.

Melihat dari situ, maka tidak sepatutnya bagi sesama umat muslim saling menyalahkan apalagi sampai bermusuhan hanya karena ada yang salat Tarawih 8 rakaat dan salat Tarawih 20 rakaat.

Salat Tarawih yang dilakukan dengan 8 rakaat merujuk kepada Rasulullah SAW. Beliau melakukan salat mulai waktu selesai salat Isya hingga sebelum Subuh sebanyak 11 rakaat yaitu 10 rakaat salat Tarawih dengan 2 rakaat salam lalu ditutup dengan salat Witir 1 rakaat. Dan untuk salat Tarawih yang 11 rakaat dengan 4 rakaat salam dan 3 rakaat salat Witir, nabi juga pernah melakukannya.

Hal ini banyak diketahui oleh istri Rasulullah SAW yang bernama Aisyah RA dan diriwayatkan melalui beliau. Untuk salat Tarawih yang 20 rakaat merujuk kepada Khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengumpulkan umat Islam di bulan Ramadan untuk melakukan salat Tarawih berjamaah dengan 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir, dilakukan hingga menjalang waktu Subuh.

Perlu dipahami lagi bahwa salat Tarawih ini hukumnya sunah muakad (dianjurkan). Tidak boleh dengan adanya salat Tarawih ini menjadi sebab timpulnya perpecahan dalam persaudaraan sesama muslim. Dengan adanya perbedaan tadi, justru memberikan pilihan kepada setiap orang. Orang-orang hanya perlu memilih mana yang lebih diyakini, dirasa nikmat, dan tidak memberatkan.

Melakukan suatu amalan sunah itu hal yang sangat baik, akan tetapi apabila dengan itu membuat hal buruk terjadi, tentu meninggalkannya jauh lebih baik. Melakukan amalan yang baik tentu disesuaikan dengan kadar diri masing-masing, sehingga dalam melakukannya dalam keadaan hati yang ikhlas dan terlaksana dengan maksimal.

____________________________

Penulis: Muhammad Luthfi Hakim

Komplek: Al Madinah

Avatar
annurngrukem
Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mengenal Ilmu Tauhid dalam Kitab Idhoatul Dujannah

www.annurngrukem.com - Tauhid secara singkatnya adalah mengesakan Allah SWT yang disebut dalam syahadatain yang kalimatnya terdiri atas dua bagian. Pertama, syahadat tauhid...

Penutupan Kegiatan dan Libur Lebaran 1442 H

www.annurngrukem.com - Rabu (27/4) Pondok Pesantren An Nur Ngrukem menggelar acara Peringatan Nuzul al-Qur’an sekaligus menutup rangkaian kegiatan Ramadan yang diikuti oleh seluruh santri...

Pengumuman Liburan Idul Fitri 1442 H

Sesuai surat edaran Pondok Pesantren An Nur dengan nomor 024/SP/PH-PPA/IV/2021 pada tanggal 28 April 2021 seluruh santri An Nur akan belajar di rumah...

Lomba Cerpen 6: SI DARYO

Lelaki 20 tahun itu terlihat meringis menahan perih saat air wudhu mengalir melewati luka-luka di beberapa bagian tubuhnya bersamaan dengan darah yang...

Recent Comments

Rini Dwi Hastuti on Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)
Muhammad Rofiq Aulawi on Masih Manusiakah Kita?
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Cinta Raisa #3
fuad Rosyid on Kegiatan Harian
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
error: Ups, tidak boleh main copy paste ya! Izin dulu sama Admin annurngrukem.com, donk..!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu??