Sabtu, Februari 27, 2021
No menu items!
Beranda Berita Taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz

Taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz

(Jum’at, 7/03/2014) Departemen Pendidikan PP An Nur Putri merealisasikan program sosialisasi taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz yang berkaitan dengan hukum membaca al Qur’an bagi para santri putri yang sedang dalam keadaan ‘udzur (haid) di Pondok Pesantren An Nur. Dalam hal ini, yang menjadi pemateri sekaligus narasumber adalah Bapak Khoirun Niat, MA.

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 10.30 itu merupakan program wajib bagi seluruh santri putri, sehingga setiap tahunnya pun dilaksanakan sosialisasi taushiyah simbah kyai dengan target dikhususkan pada seluruh santri yang masuk pada tahun ajaran baru itu, dan umumnya kepada seluruh santri yang belum pernah mendengarkan langsung ataupun ingin kembali mengikuti agenda ini.


Dalam penjelasannya, sebagaimana yang dituliskan simbah kyai dalam taushiyah beliau, bahwasannya hukum membaca al Qur’an bagi seorang yang haid dalam madzhab Imam Syafi’I adalah haram secara mutlak. Adapun berdasarkan madzhab Imam Hanafi, Maliki, dan Hanbali, ada 2 riwayat; 1. Haram 2. Jawaz (boleh). Selanjutnya dengan dikuatkan beberapa dalil yaitu hadits riwayat Sayyidah Aisyah, kaidah fiqhiyyah, dalil ‘aqly, serta taushiyah langsung dari guru beliau, KH. Arwani Amin Kudus yang menyatakan “diperbolehkan bagi seorang perempuan yang haid untuk membaca al Qur’an jika tidak diniati ibadah, seperti niat mengajarkan al Qur’an, mengingatkan orang yang salah, atau takut lupa”.

KH. Nawawi Abdul Aziz dalam taushiyah beliau kepada seluruh santri mutahaffidzin, serta para ustadzah di Pondok Pesantren An Nur menyatakan:
“ apabila kamu menghadapi masa haid maka bertaqlidlah kepada Imam Maliki dalam masalah membaca al Qur’an begi wanita haid sehingga boleh bagi kamu semua untuk:
1. Mengulang hafalan al Qur’an yang dikhawatirkan akan lupa
2. Hadir dalam majlis bimbingan tahfidz secara bersama-sama
3. Menyimakkan apa yang telah dihafal kepada ibu-ibu nyai secara bersama-sama (kelompok)
Maka tiga hal tersebut adalah ketetapan yang wajib bagi setiap santri tahfidz putri walaupun dalam keadaan haid di Pondok Pesantren ini”.
Acara ini diikuti oleh 162 santri baik dari tingkat MTs, MA, STIQ, maupun takhassus.

Bahrul Amiq
Bahrul Amiq
Who iam i? Orang tanah sebrang yang sedang ingin menjadi orang di tanah Jogja. Hobi menjelajah alam, dan disini hanya sebagi admin dan tukang posting. Klik Icon kecil dibawah ya...!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)

“Qola Jibril ‘alaihi Al Salam: Yaa Muhammad, ‘Isy Maa Syi’ta Fainnaka Mayyitun, Wa Ahbib Man Syi’ta Fainnaka Mufariqun, Wa’mal Maa Syi’ta Fainnaka...

Haul Ke-10 Ny Hj Walidah Moenawwir: Biografi dan Manaqib Singkat

www.annurngrukem.com - Haul adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan untuk memperingati wafatnya seseorang yang telah berjasa. Selain untuk mengingatkan kita pada kematian,...

Bulan Rajab Waktu yang Tepat Memperbanyak Ibadah Istigfar

www.annurngrukem.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia yang terletak pada bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Tanggal 1 Rajab 1442 H...

MI AL MA’HAD AN NUR MENUJU MADRASAH RAMAH DIFABEL

www.annurngrukem.com - Ada yang baru dengan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI Al Ma’had An Nur Bantul tahun ajaran 2021/ 2022...

Recent Comments

Rini Dwi Hastuti on Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)
Muhammad Rofiq Aulawi on Masih Manusiakah Kita?
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Cinta Raisa #3
fuad Rosyid on Kegiatan Harian
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu??