Kategori
Berita

Kunjungan Deputi Kemenko PMK RI

www.annurngrukem.com – Senin (20/07) pukul 09.00 Deputi Bidang Koordinasi dan Agama Kemenko PMK melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren An Nur Bantul. Kunjungan tersebut dalam rangka Pembahasan Penyelenggaraan Pembelajaran Jenjang SMP/ sederajat dan SMA/ sederajat pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dalam rundown, Deputi Bidang Koordinasi dan Agama Kemenko PMK meninjau 3 lokasi. Pertama silaturahmi di Pondok Pesantren An Nur Bantul. Selanjutnya, berkunjung ke SMPN 2 Bantul, dan ketiga menuju SMAN 3 Bantul. Akan tetapi, beliau, Prof. Dr. H. R Sartono, MBA tidak bisa hadir, sehingga mewakilkan kepada asisten, Wijaya Kusumawardana.

Pemerintah yang turut hadir dalam kunjungan, meliputi: Ibu Femi Eka Putri (Asisten Deputi Pendidikan Paud); Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja; Kakanwil Kemenag DIY yang diwakili Kabid Pakis; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bantul; dan Kepala Kantor Kemenag Bantul.

Adapun tuan rumah, Pondok Pesantren An Nur, turut mengundang lembaga formal. Hadir kepala Madrasah Ibtidaiyah, kepala Madrasah Tsanawiyah, kepala Madrasah Aliyah, disertai beberapa stafnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator. Dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah, dalam hal ini disampaikan oleh K.H. Muslim Nawawi. Lalu, sambutan sekaligus penyambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, yang diwakili oleh Drs. H. Bukhori Muslim, M. Pd. Dan terakhir sambutan dari Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK.

Drs. H. Bukhori Muslim, M. Pd menyampaikan dalam sambutannya bahwa Pondok Pesantren An Nur adalah pondok pesantren yang masuk kategori memulangkan sebagian santri. Selain itu, beliau menginformasikan bahwa pihak Kemenag telah mengedarkan surat bagi pondok pesantren yang menarik kembali santrinya hanya boleh bagi daerah zona hijau.

Dilanjutkan sambutan Wijaya Kusumawardana mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK. Beliau membeberkan kunjungan kerja ini karena wilayah DIY masuk ke dalam catatan terbaik dalam penanganan Covid-19, sehingga upaya penanganan tersebut layak diaplikasikan wilayah lain, lebih-lebih DIY terkenal sebagai kota pelajar.

Setelah itu, diadakan ramah tamah yang diisi dengan dialog. Pada sesi ini, tim Satgas An Nur memaparkan laporan keadaan pesantren selama pandemi, dengan modul yang dibagikan kepada hadirin. Disusul dengan laporan dari pihak pengelola madrasah mengenai pembelajaran siswa, yang diwakili oleh kepala Madrasah Tsanawiyah, Abdul Kirom, M. Hum.

Beliau, Abdul Kirom, M. Hum menambahi tim Satgas An Nur terkait pembelajaran selama pandemi. Pembelajaran di madrasah menggunakan sistem Daring dan Luring. Sistem Daring berlaku bagi siswa sekaligus santri yang masih di rumah. Teknis sebagaimana sekolah pada umumnya. Sedangkan Luring dilakukan dengan cara mengantar materi kepada siswa yang berada di pesantren. Setiap hari, siswa belajar 2-3 mata pelajaran.

“Kita harus ingat kalau sudah masuk era industri 4.0. Semua pakai media. Tetapi, harus fokus pada pendidikan karakter. Dan yang paling penting, kita harus meningkatkan konten pembelajaran. Ini juga kami usulkan ke Kemendikbud”, jelas Wijaya.

Acara selesai pada pukul 11. 05. Setelah acara, rombongan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK melakukan survei lokasi asrama karantina santri.

Oleh IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *