Berita

HAFLAH ATTASYAKUR DAN AKHIRUSSANAH MADRASAH DINIYAH AL-FURQON KE-7

PONDOK PESANTREN AN NUR

Selasa (3/2), Madrasah Diniyah Al-Furqon Pondok Pesantren An Nur mengadakan Haflah Attasyakur dan Akhirussanah yang ke-7. Acara tersebut menghadirkan KH. Shohibul Ulum Zainudin (Gus Shohib) yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Utsmani Pekalongan. Turut hadir juga segenap masyayikh dan dzurriyyah Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul serta beberapa alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang tergabung dalam Ittihadul Mutakharrijin Al-Falah Ploso (IMAP) daerah DI Yogyakarta.

Acara mulai dibuka pada pukul 19.30 WIB dengan pembacaan alfatihah dan ayat suci alqur’an. Dilanjutkan dengan prosesi wisuda pada pukul 19.50 WIB. Adapun wisudawan berjumlah 135 dengan perincian 30 peserta wisudawan putra dan 105 peserta wisudawan putri. Prosesi ini dilakukan dengan memanggil satu persatu nama wisudawan putra dilanjutkan dengan wisudawan putri yang dipandu oleh Pembawa Acara.

Acara selanjutnya yaitu Muhafadzoh Nadzom Alfiyyah oleh wisudawan yang dimulai pada pukul 20.15 dan dilanjutkan dengan prosesi wisudawan mumtaz. Sebagai informasi, wisudawan mumtaz merupakan wisudawan dengan perolehan hafalan alfiyyah dan baca kitab terbaik. Adapun wisudawan kategori mumtaz dari peserta putra terdapat 3 orang yaitu saudara Muhammad Roziqin Mubarok, Prajati Umar Yahya, dan Dio Afda Zaki. Sedangkan wisudawan putri kategori mumtaz terdapat 7 peserta, yaitu Nadia Izzaty Faiqotuzzihny, Fahma Aqilatul Azizah, Fatna Susan Sindarus, Mawar Artika Arum, Putri Nur Azizah, Kartika Ayu Hafsadi, dan Assyifa Lubna Husniyah. Prosesi wisudawan mumtaz ini diberikan penghargaan berupa akrilik dan foto bersama dengan dewan masyayikh An Nur Ngrukem.

Setelah itu pada pukul 20.50, acara dilanjutkan dengan prosesi Demonstrasi Qiro’atul Kutub yang disampaikan oleh perwakilan dari satu wisudawan mumtaz putra atas nama Muhammad Roziqin Mubarok dan satu wisudawan mumtaz putri atas nama Putri Nur Azizah. Acara ini dipandu langsung oleh salah satu ustadz Madrasah Diniyah Al-Furqon yaitu Ust. Ahmad Bahauddin. Demonstrasi Qiro’atul Kutub merupakan memperagakan proses membaca kitab secara langsung dengan metode pembacaan kitab dan menerjemahkan materi, dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan oleh penguji meliputi ilmu nahwu dan shorof terhadap apa yang telah dibaca. Adapun materi kitab yang diuji pada hal ini yaitu kitab Fatkhul Qorib.

READ  Kegiatan Workshop Leadership: Formula Of Change Being Happy and Succes

Setelah acara Demonstrasi Qiro’atul Qutub, dilanjutakan dengan Pembacaan Ikrar Alumni yang dipandu oleh perwakilan wisudawan yang bernama Fursan Ruhbani Afna dan diikuti oleh seluruh wisudawan.

Acara selanjutnya yaitu sambutan pengasuh yang dimulai pada pukul 21.30. Pada kesempatan ini yang mewakili atas nama Pengasuh yaitu KH. Muslim Nawawi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tiga hal penting:

  1. Meminta ziyadah (tambahan) doa pengestu agar para wisudawan memperoleh ilmu yang barokah, manfaat, mashlahat serta mendapatkan ilmu yang ilmiyah, amaliyah dan menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.
  2. Ucapan tahni’ah (selamat) kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan Madrasah Diniah, semoga bisa menjadi inspirasi bagi santri yang lain agar bisa menyelesaikan juga.
  3. Pentingnya Madrasah Diniah, bahwa mengikuti madrasah diniyah tidak menghambat santri tahfidz dalam menghafalkan alqur’an, justru malah bisa membantu memperkuat hafalan dengan memahami kaidah nahwu dan shorof yang benar.

Acara selanjutnya yaitu istirahat yaitu pukul 21. 40 WIB. Hal ini dilakukan sembari menanti kerawuhan KH. Shohibul Ulum Zainudin yang mengisi Mauidzoh Hasanah.

Tepat pada pukul 21. 50 WIB, KH. Shohibul Ulum Zainudin beserta rombongan telah hadir di acara. Sebelum mengisi Mauidzoh Hasanah beliau terlebih dahulu mengkaji Kitab Risalatul Mu’awanah yang kebetulan juga dihadiri oleh IMAP DIY.

Dalam mauidzohnya beliau mengawali dengan mengajak kepada para hadirin khususnya kepada Wali Santri untuk senantiasa dan memperbanyak bersyukur kepada Allah SWT karena dengan bersyukur maka akan mengikat nikmat yang telah didapat dan akan memburu nikmat yang belum didapat. “Assyukru qoyyidun lilmaudjud, shoyyidun lilmaufud” tegas beliau.

Bersyukurlah bagi orang tua yang memiliki anak yang telah menamatkan Madrasah Diniyah, karena dengan adanya orang tua memasukkan anakknya ke lembaga Pendidikan seperti halnya Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah berarti orang tua telah sukses menjalankan salah satu perintah Allah SWT yaitu Quu anfusakum wa ahlikum naaroo. Perintah ini jelas bagi orang tua untuk mendidik anaknya agar mengenal sang penciptanya.

READ  Classmeeting Perdana Semasa Pandemi

Ketika orang tua tidak sanggup mendidiknya, mungkin dengan segala kesibukannya maka sudah benar jika orang tua menitipkan anak-anaknya untuk dimasukkan di lembaga keagamaan semisal Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah.

Beliau juga mengingatakan kepada orang tua agar jangan sekali-kali bosan, kapok atau takut jikalau anaknya nanti menjadi apa ketika masuk ke dalam Pondok Pesantren dan dengan bangga memasukkan anak-anaknya di lembaga formal. Padahal, pada zaman ini dunia pesantren lah yang mencetak generasi-generasainya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

“Jenengan mau bersusah payah untuk hal yang bersifat sementara yaitu dunia, mengapa jenengan tidak berani sedikit susah payah untuk hal yang bersifat abadi?” tutur beliau.

Anak merupakan investasi bagi orang tua kelak ketika sudah meninggal. Anak yang sholih dan sholihah akan menjadi ladang amal bagi kedua orang tuanya.

Beliau juga mengingatkan betapa pentingnya santri putri yang merupakan calon ibu untuk menyiapkan diri menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena, salah satu kunci utama anak sukses yaitu pada ibunya.

“Tidak ada orang yang hebat, orang yang istimewa yang ibunya biasa-biasa saja. Ada orang hebat luar biasa, ‘alim luar biasa pasti ibunya luar biasa”. Tegasnya.

Terakhir beliau menuturkan bahwa kunci keberhasilan anak juga tidak terlepas dari tirakat dari kedua orang tuanya. Salah satu tirakat orang tua yaitu senantiasa mendo’akan dan membacakan al-fatihah minimal 7 kali setiap habis salat kepada anaknya satu persatu.

Acara diakhiri dengan do’a penutup oleh beliau KH. Shohibul Ulum Zainudin dan dengan bacaan hamdalah yang dipimpin oleh pembawa acara. Acara berakhir pada pukul 23.30 WIB.

 

Penulis: Muhammad Adam Fikri

annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??