Kategori
Lomba

Lomba Cerpen 6: SI DARYO

Lelaki 20 tahun itu terlihat meringis menahan perih saat air wudhu mengalir melewati luka-luka di beberapa bagian tubuhnya bersamaan dengan darah yang hampir membeku. Dia habis  dipukul tanpa ampun oleh beberapa warga karena dituduh mencuri lagi, Dia si Daryo begitu orang-orang menjulukinya preman kampung yang suka membuat kerusuhan. Malam itu tidak sedingin biasanya meski angin […]

Kategori
Lomba

Lomba Cerpen 6: BULAN RAMADHAN PENUH KESABARAN

www.annurngrukem.com – Di suatu desa hiduplah keluarga kecil yang sangat sederhana kehidupannya. Dialah bapak dengan dua anak, laki-laki dan perempuan. Ibu dari dua anak itu pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Semoga saja Ibu dari anak itu sudah bahagia dan tenang di surga sana AAAMMMMIIIIIINNN. Meskipun tak ada sosok bidadari yang selalu menjaga anak-anak, suami, membersihkan […]

Kategori
Lomba

Lomba Cerpen 6: MEREKA BELUM MELIHAT MASA DEPANKU, AKU PUN

Aku memohon pada tuhan agar ku selalu diberi hati yang bahagia. “ya Allah, berilah kepadaku kebahagiaan dunia akhirat, untuk orang tuaku pula… amin” Kesunyian malam menjadi saksi bisuku. Dikala aku sedang bingung, sedih, bahagia, bahkan menangis. Dunia ternyata sangat indah. Tidak ada kesamaan sama sekali. Semua berbeda. Setiap orang berbeda karakter, pemikiran, dan  nasib. Dan […]

Kategori
Lomba

Lomba Cerpen 6: 17 RAMADHAN

“Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak.” (Al Baqarah : 269) ”Hahaha… kita menang banyak ,Man!”  Hendra,nama pemuda itu. Ia tertawa puas memamerkan berlembar lembar uang berwarna merah ditangannya. “Asik , Bang! Cepet kaya kita. Hahahaha….” Tambah Arman, adik Hendra yang hanya selisih 2 […]

Kategori
Lomba

Lomba Cerpen 5: NG-AKU SANTRI

“Man, Rochman !” suara garang keamanan . terdengar jelas di telingaku. Aku terbangun. Lalu, baranjak ke tempat wudlu. Jama’ah sholat telah usai untuk round satu. Begitulah Rochman. Selalu bangun di akhir waktu. Seorang  santri takhassus pelajar. Yang seharusnya duduk di bangku kelas XII. Namun, keadaan ekonomi memaksanya untuk berhenti sekolah. Seolah menanti lantunan garang petugas […]