Penarikan Santri Tahap Dua

4
586

www.annurngrukem.com – Kamis (16/7) Pondok Pesantren An Nur melakukan penarikan santri tahan dua. Para santri yang diperbolehkan kembali ke pesantren adalah santri asal Yogyakarta dengan marhalah binazar.

Berbeda dari tahap satu, penarikan santri tahap dua ini tidak melibatkan banyak elemen pemerintah. Tim Satgas An Nur dibantu oleh banser dan Puskemas Sewon 1. Namun begitu, alur tetap sesuai protokol kesehatan. Kegiatan ini juga dipusatkan di area kampus IIQ An Nur.

Kali ini, para santri yang datang bukan hanya mengumpulkan berkas. Akan tetapi, para santri tersebut dilakukan screening kesehatan oleh para medis. Wali santri tidak boleh pulang sebelum santri selesai screening. Setelah santri dinyatakan lulus cek kesehatan dan boleh masuk pesantren oleh medis, baru para wali diperkenankan pulang ke rumah.

Pada tahap kedua ini, para santri kembali lebih sedikit dari tahap satu. Data masuk ke tim Satgas An Nur sebanyak 140 santri. Itu pun terdiri dari kompek pusat dan cabang, baik putra maupun putri. Dan beberapa tidak jadi kembali karena berbagai kendala, seperti sedang sakit.

Para petugas melayani para santri dari pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 17.15. Adapun santri yang datang setelah waktu tersebut sudah tidak diterima, alias disuruh kembali ke rumah. Sebelumnya, Tim Satgas An Nur telah mempublikasikan informasi bahwa pelayanan akan diterima dengan batas waktu maksimal 16.00.

Di sela-sela waktu, bapak ibu guru madrasah ikut serta melakukan screening kesehatan. Mereka menuju lokasi ketika para santri sudah sepi. Mereka yang sempat ikut screening karena sedang piket di madrasah. Sedangkan lokasi madrasah dengan kampus hanya perlu beberapa langkah saja.

“Alhamdulillah semua lancar, semua santri normal. Cuma ada gejala batuk dan pilek aja. Semua sehat”, ujar Akmal, salah satu Tim Satgas An Nur.

READ  Memeringati Haul KH. M. Moenawwir Ke-81: An Nur Kirim 307 Khataman Al-Qur'an

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here