Kategori
Artikel

Lewat Tawasul Doa Terkabul

www.annurngrukem.com – Mendengar istilah tawasul tentu akan sangat menarik jika kita melihat banyak perspektif ulama, ada yang menganjurkan sebagaimana golongan ulama ahlu sunah waljamaah, dan ada pula segelincir ulama mengharamkan bertawasul ini, dengan alasan karena berdoa selain kepada Allah SWT.

Lalu, di tengah pandemi covid-19 ini, yang sangat meresahkan umat manusia secara global, tentu memuncaknya semua usaha agar selamat dari pandemi ini baik usaha zahir maupun batin, seperti berdoa.

Syekh Ali Jum’ah dalam kitabnya al-Bayan al-Qowim menjelaskan hukum bertawasul dengan Nabi Muhammad SAW sebagai perantara doa kita agar dikabulkan Allah SWT.

Syekh Ali Jum’ah menyebutkan konsep tawasul dengan rinci dimulai dengan menjelaskan pengertian secara bahasa dan syariat, hingga menyebutkan dalil-dalil sahih untuk menegaskan bahwa tawasul ini diperbolehkan.

Secara bahasa, tawasul menurut beliau adalah kedudukan di samping raja, derajat, berusaha mendekati. Perspektif ini bisa kita renungi bahwa arti kata tawasul adalah sebuah kedudukan.

Namun, secara syariat syekh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa tawasul adalah sebuah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah. Dalil yang sangat kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan melalui surat al-Maidah ayat 35:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُواْ فِي سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”

Imam 4 mazhab sepakat bahwa bertawasul sangat dianjurkan, karena tawasulini merupakan cara untuk mengantarkan doa kita kepada Allah SWT. Contoh, bertawasul dengan Nabi Muhammad SAW, yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Maka dari itu, kita menjadikan beliau sebagai mutawasal bih (yang dijadikan perantara) untuk dikabulkannya doa kita.

Melihat kondisi  dunia saat ini, usaha dan doa yang tidak henti-hentinya dipanjatkan oleh semua manusia di belahan dunia manapun agar terhidar dari wabah covid-19. Dan sebagai umat muslim, mari kita berdoa dengan perantara kedudukan Nabi kita, Muhammad SAW, teriring doa semoga dengan cara ini, Allah SWT mengabulkan doa kita, menjauhkan kita dari wabah. Karena dengan bertawasul kepada Nabi kita Muhammad SAW, akan mempercepat dikabulkannya doa yang kita panjatkan.

Terakhir, untuk memperkuat keyakinan kita tentang bertawasul agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT adalah hal sangat baik dalam beragama. Meski demikian, saudara muslim kita yang tidak ingin bertawasul dalam berdoa juga diperbolehkan.

Akan tetapi, kita tidak boleh mengklaim bahwa yang bertawasuladalah perbuatan sesat dan bentuk kemusyrikan. Dalam beragama, kita tidak boleh dengan mudah menjustifikasi seseorang yang tidak semazhab dengan kita.

Tulisan ini dikutip dalam kitab al-Bayan al-Qowim karya Syeikh Ali Jum’ah hal 38 tentang Bab Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi kajian di bulan Ramadan di Pondok pesantren An Nur Ngrukem Komplek Nurul Huda, yang diampu oleh guru kami tercinta, Agus Muhammad Rumaizijat. (Jamal)

Oleh Ibnu Ahmad el-Bantani

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pecinta orang-orang yang bermoral. Warung literasinya bangkitmedia.com, dan lainnya. Penulis buku the power of mindset (cara berpikir positif ala qurani) Kontak dengannya bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *