Kategori
Artikel

“Bisik Lirih Bunda”

Oleh : Er2

Di awal malam yang menawan..

Spontan aku merasakan transfer energi yang luar biasa dari tangan renta orang tua ku..

Lirih kudengar suara sendu bunda..

Apapun warna kulitmu anak ku..

Kau tetap pewaris tahta orang tua mu, anak ku..

Telah tergores dalam tiap gerakan, terekam jelas di setiap tarian lentik jari manis mu..

Bunda, Tak maui hari ini kamu mampu merah menyala..

Sedangkan esok hari kamu akan menjadi abu tanpa sisa…

Bahkan, Bunda juga tak mau suatu hari nanti kamu akan sepekat sang raja warna..

Hitam liar tak terkendali..

Yang Bunda tahu, anak ku..!!!!

Kamu akan terus berjuang dengan apa yang kamu bisa..

Seperti apa yang ayah dan kakek dari kakek mu ajarkan..

Bukan dengan senjata atau sebilah parang tajam menyeramkan..

Leluhur – leluhur kita juga tak pernah menceritakan dongeng atau fabel dunia satwa yang berakhir dengan pertumpahan darah sebagai jalan keluar..

Anak ku..!!!

“Sebelum kamu menjalani dunia remajamu dan sebelum kamu terlalu asyik dengan mimpi mu”.

Bunda akan terus berbisk lirih di telinga mu..!!!!

Anak ku..!!!

“Jangan pernah menjadi cengeng ketika dunia mulai sombong dengan segala kemilaunya”.

Teruslah berjuang, berjuang dan berjuang walau hanya dengan,

Setitik Tinta…!!!!

Oleh Bahrul Amiq

Who iam i?
Orang tanah sebrang yang sedang ingin menjadi orang di tanah Jogja. Hobi menjelajah alam, dan disini hanya sebagi admin dan tukang posting. Klik Icon kecil dibawah ya...!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *