Berita

Menapaki kisah dibalik 1 Muharram: Perayaan menyambut Tahun Baru Hijriyah

Tahun baru sarat akan makna, bukan sekedar perhitungan hari demi hari atau bulan demi bulan. Tahun baru sejatinya menyimpan makna yang lebih dalam, terdapat rasa Syukur, harap serta sedih bercampur menjadi satu. Syukur atas segala anugerah yang telah Allah SWT limpahkan hingga hamba-hambanya diberi izin menapaki hidup. Harap-harap semoga Allah mendekatkan segala kebaikan di tahun mendatang. Bergantinya tahun sekaligus mengingatkan kita akan berkurangnya penghitungan jatah nafas di bumi ini.

Bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, komplek Al-Maghfiroh untuk pertama kalinya mengadakan sebuah perayaan kecil yang bertempat di granit dengan tajuk “Al-Maghfiroh Bersholawat: dalam Rangka 1 Muharram 1447 H”.  Acara diselenggarakan tepat pada Sabtu, 28 Juni 2025, dengan audiens sedikitnya 300 santri putri.

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Di awali pembukaan oleh pembawa acara, selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh petugas, dilanjutkan pembacaan maulid ad-diba’i barzanji dipandu oleh grub hadroh habsyi. Memasuki acara inti, yaitu mauidzoh hasanah yang di sampaikan oleh Agus Idris Nuri.

Dalam mauidzoh nya, Agus Idris Nuri menyampaikan tiga hal penting yang melekat dalam sebuah momentum tahun baru hijriyah, yaitu Al-Qur’an, hadis, dan sejarah. Beliau mengungkapkan “Melalui sejarah, manusia mengetahui Muharram dipilih sebagai permulaan tahun karena menjadi awal mula Allah SWT menurunkan wahyu tentang berhijrah.”

Terdapat ungkapan juga tentang rahasia dibalik kota Madinah yang dijadikan tempat hijrah Rasul. Dibalik perintah langsung Allah SWT memilih kota Madinah yang ramah. Thoif, sebutan Madinah dulu, memiliki ikatan yang kuat dengan Rasulullah. Sang ibunda, Aminah adalah perempuan asal Thoif. Ayahnya, Abdullah wafat dan dimakamkan di kota tersebut. Genap usia enam tahun Rasulullah SAW berziarah ke makam ayahnya, tanpa diduga sang ibu wafat ditengah perjalanan pulang usai berziarah.

READ  177 Siswa MA Al Ma'had An Nur Siap Ikuti UN

Setelah mauidzoh hasanah acara dilanjutkan dengan persembahan kreasi tari saman oleh santri putri yang diwakilkan oleh tujuh orang. Kemudian memasuki acara yang sangat dinanti-nantikan oleh para santri yakni tukar kado silang. Pelaksanaannya diiringi dengan sholawat yang dilantunkan oleh grub hadroh habsyi. Satu kado yang dibawa oleh masing-masing santri putri dioperkan dari baris depan hingga baris paling belakang. Acara ini sekaligus menjadi penutup dari perayaan tahun baru kali ini.

Terakhir, acara ditutup pukul 12.00 WIB. Setelah pungkasan acara, para santri antusias membuka kado yang mereka dapatkan ditempat dan sebagian lainnya dibawa ke kamar masing-masing.

“Saya sangat senang mengikuti acara ini, sebagai pengisi di sela libur sekolah, acara ini memberikan nuansa baru, serta banyak manfaat yang di dapatkan dari mauidzoh hasanah Gus Idris,” tutur Nayli Karima Sitoresmi, santri MA kelas dua belas.

Selesai sudah seluruh kegiatan tersebut. Kemudian para santri kembali ke kamar untuk beristirahat dan menunggu bel dua jamaah sholat dzuhur.

 

Ditulis oleh: Ahnafa Amalia. Santri Pondok Pesantren An Nur Komplek Al Maghfiroh

annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??