Kategori
Berita

Penarikan Santri Tahap Empat

www.annurngrukem.co – Rabu (16/ 09), Pondok Pesantren An Nur melakukan penarikan santri untuk tahap empat. Yang mana tahap satu telah dilaksanakan pada bulan Juni, tahap dua pada bulan Juli, dan tahap tiga pada bulan Agustus lalu. Walaupun penarikan santri ini sudah yang keempat kali, tetapi masih belum semua santri kembali ke pondok.

Penarikan santri tahap empat ini diutamakan untuk santri An Nur yang berdomisili di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Untuk yang asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan luar Jawa direncanakan akan kembali ke pondok pada tahap lima. Tetapi ada juga santri dari wilayah tersebut yang sudah bisa kembali ke pondok karena telah mukim beberapa waktu di Yogyakarta.

Adapun jumlah santri yang kembali ditahap empat ini kisaran 216 santri. Tidak sedikit dari para santri yang membatalkan pemberangkatan ke pondok. Dari beberapa info yang diterima Tim Satgas An Nur menjelaskan bahwa ada santri luar Jawa yang terkendala transportasi, seperti tidak dapat melewati Jakarta. Sebab adanya PSBB yang kembali ditetapkan pemerintah. Dan ada juga yang dalam keterangan sedang sakit. Sehingga belum diperbolehkan kembali ke pondok.

Pada penarikan santri tahap empat ini, Tim Satgas An Nur dan beberapa pengurus menyiapkan segalanya sedemikian rupa. Yaitu dengan diadakannya rapat persiapan, kerja bakti, penyemprotan disinfektan, dan menyiapkan asrama khusus santri karantina. Perbedaannya dengan tahap tiga adalah, setiap santri yang menyatakan siap kembali ke pondok wajib melunasi administrasi pondok.

Selanjutnya, pembagian petugasnya meliputi petugas parkir, penyemprotan disinfektan, pengangkut barang, dan screening kesehatan. Pelayanan santri kembali ke pondok dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Dengan pembagian, pagi sampai Zuhur untuk santri pusat dan setelah Zuhur sampai selesai untuk santri komplek cabang.

Untuk santri yang hendak memasuki asrama karantina diwajibkan melalui prosedur yang telah ditetapkan. Yaitu, santri harus berangkat ke pondok tanpa menggunakan transportasi umum, alias diantar langsung oleh orang tua atau wali santri. Kemudian setelah sampai pondok, santri harus menuju kampus IIQ An Nur Yogyakarta untuk melakukan rapid test.

Adapun rapid test tersebut bekerja sama dengan Puskesmas 1 Sewon, sebagaimana penarikan sebelumnya. Dan santri yang boleh masuk pondok adalah santri yang hasil labnya nonreaktif. Selanjutnya santri diwajibkan dan sangat diketatkan untuk menaati protokol kesehatan covid-19.

Kegiatan santri karantina atau santri yang baru datang dipisahkan dengan santri nonkarantina. Sebagai tindak lanjut upaya pencegahan penularan covid-19, santri karantina ditempatkan di asrama berbeda selama 14 hari. Maka kegiatan pun dipisahkan terlebih dahulu. Kegiatan santri karantina tidak sepadat kegiatan nonkarantina.

Tentu, liburan pandemi yang dimulai sejak tanggal 23 Maret sampai hari ini tentu merupakan waktu libur yang sangat panjang. Dan sangat banyak santri yang ingin segera kembali ke pondok tetapi masih dalam keadaan belum siap, karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan aman. Semua berharap agar keadaan segera pulih, kembali normal, kembali pada aktivitas aman dan nyaman sebagaimana sebelum covid-19.

_____________________________________________________________

Pewarta: Qo2m

Editor: IDU AHM

Oleh Qo2m

Nama lengkap Istiqomah, akrab dipanggil Qoqom. Santriwati komplek pusat di Pondok Pesantren An Nur Bantul. Kelulusan MA al Ma’had An Nur tahun 2017. Sibuk menulis. Silaturahmi bisa melalui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *