Rabu, Mei 12, 2021
No menu items!
Beranda Berita Taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz

Taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz

(Jum’at, 7/03/2014) Departemen Pendidikan PP An Nur Putri merealisasikan program sosialisasi taushiyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz yang berkaitan dengan hukum membaca al Qur’an bagi para santri putri yang sedang dalam keadaan ‘udzur (haid) di Pondok Pesantren An Nur. Dalam hal ini, yang menjadi pemateri sekaligus narasumber adalah Bapak Khoirun Niat, MA.

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 10.30 itu merupakan program wajib bagi seluruh santri putri, sehingga setiap tahunnya pun dilaksanakan sosialisasi taushiyah simbah kyai dengan target dikhususkan pada seluruh santri yang masuk pada tahun ajaran baru itu, dan umumnya kepada seluruh santri yang belum pernah mendengarkan langsung ataupun ingin kembali mengikuti agenda ini.


Dalam penjelasannya, sebagaimana yang dituliskan simbah kyai dalam taushiyah beliau, bahwasannya hukum membaca al Qur’an bagi seorang yang haid dalam madzhab Imam Syafi’I adalah haram secara mutlak. Adapun berdasarkan madzhab Imam Hanafi, Maliki, dan Hanbali, ada 2 riwayat; 1. Haram 2. Jawaz (boleh). Selanjutnya dengan dikuatkan beberapa dalil yaitu hadits riwayat Sayyidah Aisyah, kaidah fiqhiyyah, dalil ‘aqly, serta taushiyah langsung dari guru beliau, KH. Arwani Amin Kudus yang menyatakan “diperbolehkan bagi seorang perempuan yang haid untuk membaca al Qur’an jika tidak diniati ibadah, seperti niat mengajarkan al Qur’an, mengingatkan orang yang salah, atau takut lupa”.

KH. Nawawi Abdul Aziz dalam taushiyah beliau kepada seluruh santri mutahaffidzin, serta para ustadzah di Pondok Pesantren An Nur menyatakan:
“ apabila kamu menghadapi masa haid maka bertaqlidlah kepada Imam Maliki dalam masalah membaca al Qur’an begi wanita haid sehingga boleh bagi kamu semua untuk:
1. Mengulang hafalan al Qur’an yang dikhawatirkan akan lupa
2. Hadir dalam majlis bimbingan tahfidz secara bersama-sama
3. Menyimakkan apa yang telah dihafal kepada ibu-ibu nyai secara bersama-sama (kelompok)
Maka tiga hal tersebut adalah ketetapan yang wajib bagi setiap santri tahfidz putri walaupun dalam keadaan haid di Pondok Pesantren ini”.
Acara ini diikuti oleh 162 santri baik dari tingkat MTs, MA, STIQ, maupun takhassus.

Bahrul Amiq
Bahrul Amiq
Who iam i? Orang tanah sebrang yang sedang ingin menjadi orang di tanah Jogja. Hobi menjelajah alam, dan disini hanya sebagi admin dan tukang posting. Klik Icon kecil dibawah ya...!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mengenal Ilmu Tauhid dalam Kitab Idhoatul Dujannah

www.annurngrukem.com - Tauhid secara singkatnya adalah mengesakan Allah SWT yang disebut dalam syahadatain yang kalimatnya terdiri atas dua bagian. Pertama, syahadat tauhid...

Penutupan Kegiatan dan Libur Lebaran 1442 H

www.annurngrukem.com - Rabu (27/4) Pondok Pesantren An Nur Ngrukem menggelar acara Peringatan Nuzul al-Qur’an sekaligus menutup rangkaian kegiatan Ramadan yang diikuti oleh seluruh santri...

Pengumuman Liburan Idul Fitri 1442 H

Sesuai surat edaran Pondok Pesantren An Nur dengan nomor 024/SP/PH-PPA/IV/2021 pada tanggal 28 April 2021 seluruh santri An Nur akan belajar di rumah...

Lomba Cerpen 6: SI DARYO

Lelaki 20 tahun itu terlihat meringis menahan perih saat air wudhu mengalir melewati luka-luka di beberapa bagian tubuhnya bersamaan dengan darah yang...

Recent Comments

Rini Dwi Hastuti on Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)
Muhammad Rofiq Aulawi on Masih Manusiakah Kita?
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Cinta Raisa #3
fuad Rosyid on Kegiatan Harian
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
error: Ups, tidak boleh main copy paste ya! Izin dulu sama Admin annurngrukem.com, donk..!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu??