Kategori
Artikel

WASPADA! 3 Hal Ini Dapat Membuatmu Murtad!

www.annurngrukem.com – Wajib bagi seluruh umat muslim menjaga dan memelihara keislamannya dari hal-hal yang dapat merusak, membatalkan atau memutuskan dari keislamannya. Dalam kata lain yakni murtad.

Di zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang mengabaikan adab dalam berucap, sehingga menimbulkan ungkapan-ungkapan yang dapat membuat dirinya murtad dari agama Islam. Bahkan terkadang mereka tidak merasa bahwa semua itu adalah perbuatan dosa dan merupakan salah satu hal yang dapat membawa kepada kekufuran.

Dalam kitab Sullam At-Taufiq karya Syeikh Abdullah bin Husain bin Thohir bin Muhammad bin Hisyam Ba’alawi, menjelaskan murtad menjadi beberapa bagian, yakni sebagai berikut:

Murtad keyakinan (Murtad I’tiqadiyah)

Murtad keyakinan adalah rasa ragu dalam hati seseorang terhadap Allah Swt, Rasul-Nya, Alquran, hari akhir, surga, neraka, pahala, siksaan atau perkara lain yang telah disepakati oleh ulama. Salah satu murtad keyakinan adalah menghalalkan perkara yang diharamkan berdasarkan al-Qur’an, Hadits dan kesepakatan para ulama, seperti menghalalkan zina, liwath (homo seksual), membunuh tanpa alasan, mencuri dan mengambil hak orang lain.

Contoh lain dalam murtad keyakinan adalah mengharamkan perkara yang halal, seperti jual beli dan pernikahan, tidak mengakui salah satu huruf yang terdapat dalam al-Qur’an atau menambah satu huruf di dalam al-Qur’an dan meyakini bahwa satu huruf tersebut termasuk bagian dari al-Qur’an.

Murtad Ucapan (Murtad Qouliyah)

Murtad ucapan adalah murtadnya seseorang yang disebabkan adanya ucapan yang muncul dari mulut seseorang, yang mengandung unsur merendahkan keimanan dalam hatinya. Contoh dari adanya murtad ucapan adalah berkata kepada orang muslim lain dengan ucapan “hai kafir”, “hai yahudi”, “hai nasrani” atau “hai orang yang tidak mempunyai agama”.

Contoh lain dari murtad ucapan adalah menghina nama-nama Allah, menghina janji-janji Allah, menghina ancaman-ancaman Allah Swt, menghina Nabi dan Rasul, menghina al-Qur’an dan ucapan-ucapan yang merendahkan keyakinan agama Islam.

Murtad perbuatan (Murtad Fi’liyah)

Murtad perbuatan adalah murtadnya seseorang yang diakibatkan adanya perbuatan menyekutukan Allah Swt. Murtad perbuatan lebih parah dari murtad keyakinan maupun ucapan karena tidak hanya melibatkan batin maupun lisan, namun juga melibatkan raganya. Secara tidak langsung, murtad perbuatan merupakan murtad dengan tingkat terakhir yang melibatkan jiwa dan raga.

Contoh dari adanya murtad perbuatan adalah sujud atau menyembah selain kepada Allah Swt., seperti sujud kepada matahari, sujud kepada berhala, sujud kepada api atau sujud pada makhluk lain.

***

Lantas bagaimana hukumnya ketika seseorang melakukan perbuatan kufur dalam kondisi terpaksa? yang apabila tidak dilakukan akan mengancam keselamatannya?

Tenang, orang yang melakukan hal tersebut tetap dihukumi mukmin. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur’an surah An-Nahl ayat 106 yang berbunyi

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِیمَـٰنِهِۦۤ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَىِٕنُّۢ بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرًا فَعَلَیۡهِمۡ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِیمٌ

Artinya: “Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman artinya dia tidak berdosa. Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.”

Murtad merupakan suatu tindakan yang amat buruk. Bahkan keburukannya melebihi buruknya kafir dan lebih berat dalam segi hukumannya. Sebab, murtad dapat meleburkan seluruh amal perbuatannya apabila ia tidak kembali mengucap 2 kalimah syahadat dan masuk agama Islam hingga meninggal. Berbeda halnya dengan kafir asli atau non Islam sejak lahir yang mengadakan perjanjian damai.

Semoga Allah Swt. selalu melindungi kita semua dari setiap ucapan atau perbuatan yang mengarah kepada kemurtadan. Amin.

­­­__________

Penulis: Idzar, Komplek Nurul Huda.

Oleh annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *