Selasa, Maret 2, 2021
No menu items!
Beranda Berita IIQ An Nur Yogyakarta Unjuk Rasa Ala Santri

IIQ An Nur Yogyakarta Unjuk Rasa Ala Santri

www.annurngrukem.com – Jumat (9/10) pukul 13.30 sampai 15.30 WIB, mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa dengan judul “IIQ AN NUR JOGJA MEMANGGIL, seruan aksi doa dan ishtigasah” yang bertempat di lobi IIQ An Nur Yogyakarta. Unjuk rasa ala santri yang tidak dilakukan oleh kampus-kampus lain. Begitulah ciri khas kampus yang berdiri di Bantul itu.

Latar belakang aksi tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap negeri. Peduli kepada para mahasiswa yang sedang melakukan aksi turun ke jalan. Dan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk keamanan dan keselamatan bersama para pejuang aksi tolak omnibus law. “Jihad paling lemah yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yang sekaligus santri adalah dengan berdoa.” tutur demisioner presiden mahasiswa periode 2018/2019, Muhammad Jamaluddin.

Kegiatan itu dibuka dengan pembacaan ratib al-haddad yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta, Muhammad Faqih Aminullah. Pembacaan ratib al-hadad itu juga diikuti oleh 17 mahasiswa dari perwakilan program studi dan komplek masing-masing. Di antara mahasiswa yang hadir, mayoritas mahasiswa baru dan mahasiswa semester akhir serta alumni yang telah selesai menempuh studi di IIQ An Nur Yogyakarta.

Usai pembacaan ratib al-haddad, moderator acara membuka diskusi dengan pertanyaan “Ada apa dengan Omnibus Law?” Dari mahasiswa yang hadir, sebagian dari mereka berani menyuarakan argumen terkait UU Omnibus Law tersebut. Selain gelar aksi doa dan ishtigasah, kegiatan ini juga menjadi wadah mahasiswa untuk bertukar pendapat terhadap isu-isu sosial yang beredar dewasa ini.

Azizah Azhari, salah satu alumni IIQ An Nur Yogyakarta, menilai bahwa Pengesahan UU Omnibus Law sangat merugikan kaum perempuan. Satu bulan hanya diberikan libur satu hari atau dalam satu tahun pekerja diberikan libur 12 hari saja. Lalu yang dipermasalahkan, kata Azizah, “Bagaimana ketika perempuan sedang hamil dan melahirkan, kondisi tersebut mengharuskan perempuan untuk cuti, terlebih lagi perempuan tersebut menjadi tulang punggung keluarga yang mengharuskan dirinya tetap bekerja meskipun hamil atau melahirkan, berarti perempuan tersebut mengemban beban ganda.”

Keresahan juga dirasakan oleh wakil presiden mahasiswa Ahmad Tomi Wijaya yang menganggap bahwa pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law terlalu tergesa-gesa dan tidak ada transparasi terhadap publik. “DPR yang pro rakyat ketika bersuara dibatasi ruang geraknya, bahkan dimatikan mic-nya ketika rapat, seakan-akan di Indonesia itu selalu dihebohkan dengan konflik-konflik yang hanya untuk mengelamkan isu-isu yang beredar.” jelas Tomi.

Diskusi sore itu berjalan dengan baik. Mahasiswa yang hadir sangat antusias dalam isu nasional ini. Kegiatan ini ditutup dan disimpulkan oleh demisioner Dewan Institut Mahasiswa periode 2018/2019. “Semua yang saya bicarakan dan teman-teman ini belum tentu benar, saya mendapatkannya dari saya membaca, apabila dari teman-teman ada tidak setuju itu bukan masalah, karena sudut pandang manusia itu beda-beda, yang perlu diingat, kebenaran bisa dilihat dari beberapa sisi, tidak bisa kebenaran asal dianggap tunggal dan mutlak, itu tidak benar. Sebagai mahasiswa, peduli terhadap negeri dan isu nasional itu bagus, namun analisis dan introspeksi diri jauh lebih penting sebelum kita terbawa isu nasional.” ungkap Muhammad Jamaluddin.

Kegiatan ini disambut baik oleh fakultas. Seperti Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta turut mengadakan tahlil dan muqadaman 30 juz. Acara ini turut disiarkan via Youtube dan beberapa media sosialnya. Mayoritas mahasiswa merupakan santri mukim di Pondok Pesantren An Nur. (Atul)

Acil
Acil
Acil atau Atul Kecil, bernama asli Lailatul Munawaroh. Santri Pondok Pesantren An Nur Komplek Khodijah. Lebih jauh bisa kunjungi media sosialnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fortasi Putra: Bersyukur Bisa Menjadi Santri

www.annurngrukem.com - Forum Ta’aruf Santri atau biasa disingkat Fortasi, adalah acara yang digelar Pondok Pesantren An Nur Ngrukem setiap tahunnya. Pelaksanaan acara...

Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)

“Qola Jibril ‘alaihi Al Salam: Yaa Muhammad, ‘Isy Maa Syi’ta Fainnaka Mayyitun, Wa Ahbib Man Syi’ta Fainnaka Mufariqun, Wa’mal Maa Syi’ta Fainnaka...

Haul Ke-10 Ny Hj Walidah Moenawwir: Biografi dan Manaqib Singkat

www.annurngrukem.com - Haul adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan untuk memperingati wafatnya seseorang yang telah berjasa. Selain untuk mengingatkan kita pada kematian,...

Bulan Rajab Waktu yang Tepat Memperbanyak Ibadah Istigfar

www.annurngrukem.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia yang terletak pada bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Tanggal 1 Rajab 1442 H...

Recent Comments

Rini Dwi Hastuti on Pojok Santri#6 (Pelayan Surga)
Muhammad Rofiq Aulawi on Masih Manusiakah Kita?
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Penarikan Santri Tahap Dua
annur ngrukem on Cinta Raisa #3
fuad Rosyid on Kegiatan Harian
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
annur ngrukem on PROFIL MA AL MA’HAD AN NUR
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu??