Berita

Isra Mikraj: Oleh-Oleh Istimewa dari Tempat Istimewa

www.annurngrukem.com – Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Mayoritas umat Islam merayakan Isra Mikraj dengan berselawat, mengadakan suatu kajian, maupun beribadah hingga larut malam. Hal ini dilakukan untuk memperingati di mana Rasulullah SAW dalam melakukan perjalanan bertemu Allah SWT.

Jum’at (17/2) Pondok Pesantren An Nur Ngrukem mengadakan acara peringatan peristiwa Isra Mikraj. Adapun acara bertempat di Aula III Komplek Pusat dan dihadiri oleh seluruh santri komplek pusat putra. K.H. Muslim Nawawi rawuh selaku pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem.

Namun acara peringatan Isra Mikraj kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada acara kali ini, kajian Isra Mikraj, dilaksanakan di Aula III putra pada bakda jama’ah shalat Maghrib, sedangkan acara maulid bersama dengan rekan-rekan pengurus dilaksanakan pada bakda jamaah shalat Isya.

Hal ini dikarenakan selepas jamaah shalat Isya, K.H. Muslim Nawawi berhalangan hadir disebabkan akan mengisi pengajian di masjid Ar Ridlo Ngrukem.

Acara mau’idzoh hasanah dimulai tepat bakda jamaah shalat Maghrib oleh KH. Muslim Nawawi. Dalam mau’idzoh hasanah, KH. Muslim Nawawi menyampaikan cerita mengenai peristiwa Isra Mikraj.

Pada tahun yang sama, Nabi Muhammad SAW kehilangan dua orang yang sangat beliau cintai, yakni Abu Tholib yang kemudian tidak berselang lama disusul Siti Khodijah. Karena kesedihan mendalam yang dialami oleh Rasulullah SAW, kemudian tahun kesedihan ini disebut sebagai Amul Huzni.

sebagai sebuah hadiah untuk menghibur duka Rasulullah SAW agar tidak berlarut dalam kesedihan, Allah SWT mengundang Rasulullah untuk bertemu langsung dengan-Nya. Yang kemudian peristiwa bertemunya Rasulullah SAW dengan Sang Pencipta dikenal dengan peristiwa Isra Mikraj.

Sebelum kembali ke dunia, Allah SWT memberikan oleh-oleh istimewa yang dibawa Nabi Muhammad SAW untuk umatnya, oleh-oleh tersebut adalah perintah shalat. Mengapa oleh-olehnya bukan berupa barang?

READ  Pembangunan Pondok Pesantren An Nur

Dalam ceramahnya, K.H Muslim Nawawi menambahkan alasan yang logis. Apabila oleh-oleh tersebut dalam bentuk barang, maka suatu saat akan habis. Selain itu, dalam surah al-Isra’ dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan minal masjidil haram ilal masjidil aqsha, dan hal yang paling berkaitan dengan masjid adalah shalat.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita juga senantiasa harus bisa melakukan Isra Mikraj. Isra dengan perjalanan dari rumah atau asrama menuju mushola atau masjid, dan ber-Mikraj dengan melakukan takbir hingga salam secara khusyuk.

Secara dhohir, shalat adalah pekerjaan yang membebani umat muslim, namun secara bathin shalat adalah sebuah undangan yang Allah SWT berikan kepada umat Islam. Pasalnya, manusia itu kotor dan berlumur dosa sehingga tidak pantas untuk sowan atau bertemu langsung dengan Sang Pencipta yang Maha Suci, kecuali Allah SWT mengundangnya atau mengizinkannya untuk bertemu. Maka dari itu, melalui shalat Allah SWT mengundang manusia untuk bertemu dengan-Nya.

Dari sekian banyak ibadah yang diajarkan Rasulullah SAW, shalat adalah ibadah yang paling utama. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa ketika Allah SWT mewajibkan ibadah shalat kepada umat Islam tidak melalui perantara Malaikat Jibril, melainkan mengundang Nabi Muhammad SAW untuk bertemu secara langsung.

Dalam penutupan mau’idzoh hasanah, K.H. Muslim Nawawi menyampaikan bahwa mari kita bersama-sama ber-muhasabah (introspeksi diri) mengenai shalat kita, apabila masih kurang maksimal maka tingkatkan lagi, dan apabila sudah cukup baik maka pertahankan.

Karena shalat merupakan amal ibadah yang pertama kali di-hisab dan apabila amal ibadah shalat diterima, maka amal ibadah yang lain juga akan diterima Allah SWT. Because the key to your success is shalat, tidak ada kesuksesan di dunia maupun di akhirat tanpa adanya shalat.

READ  Khatamkan 212 Al-Qur’an Menuju Haul Ke-83 KH. M. Munawwir

Sebagai akhir, K.H. Muslim Nawawi menyampaikan dua amalan yang dapat membantu dalam hisab amal ibadah shalat fardhu, yakni shalat dengan berjamaah dan shalat sunah rawatib.

***

Acara Isra Mikraj dilanjutkan bakda jamaah shalat Isya dengan Maulid al-Barzanji yang dihadiri oleh seluruh santri komplek putra pusat. Dengan perasaan bahagia serta semangat, seluruh santri mengikuti pembacaan Maulid al-Barzanji dengan sangat antusias.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??