Kategori
Lomba

Lomba Esai 4: MELAWAN COVID 19 DI BULAN SUCI RAMADAN DENGAN KUATNYA IMUN DAN IMAN

www.annurngrukem.com – Pandemi covid 19 yang masih menyelimuti dunia sejak 1 Desember 2019 hingga sekarang menuntut kita untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat. Masa pandemi covid juga memaksa kita untuk beradaptasi dengan berbagai kebijakan pemerintah seperti memakai masker, menjaga jarak, dan pembatasan sosial bersekala besar. Hal tersebut juga berdampak pada aktifitas masyarakat di bulan suci ramadhan, yang dalam dua tahun terakhir ini terasa sangat berbeda.

Pada umumnya, sebelum masa pandemi covid 19 masyarakat dunia, khususnya masyarakat indonesia memeriahkan bulan suci ramadhan dengan cara meramaikan masjid melalui berbagai kegiatan seperti iktikaf, buka bersama, shalat tarawih, tausiahan, dan tadarusan. Pada ramadhan tahun lalu pemerintah melarang keras masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut di luar rumah.

Akan tetapi untuk ramadhan tahun ini pemerintah memberikan kelongaran kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ramadhan di luar rumah, dikarenakan vaksinisasi telah terlaksana di sebagian besar wilayah indonesia. Kelongaran tersebut berupa, diperbolehkannya masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ramadhan di masjid. Dengan ketentuan, masjid hanya boleh diisi sebanyak 50% dari kapasitas ruangan masjid dan harus tetap mematuhi protokol kesehatan covid 19.

Meski masih dalam pandemi covid 19, ramadhan tetap menjadi bulan suci yang dinanti-nantikan umat islam, dikarenakan di bulan tersebut pintu kebaikan dibuka, ganjaran-ganjaran amal dilipat gandakan, dan dosa-dosa diampuni. Jadi tidak heran jika di bulan ini, umat islam saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Agar ibadah di bulan suci ramadhan menjadi lebih maksimal, maka kita harus selalu menjaga imun dan iman.

Salah satu ibadah yang diwajibkan di bulan suci ramadhan adalah puasa. Selain menjadi sebuah kewajiban puasa juga memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat meningkatkan fungsi otak, meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan, mengeluarkan racun dalam tubuh, dan menimgkatkan kekebalan tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, haruslah berpuasa dengan cara yang benar, yaitu dengan tetap bersahur. Karena dengan bersahur akan menjadikan tubuh lebih siap dalam menjalankan ibadah puasa. Dan usahakan bersahur dengan makanan empat sehat lima sempurna yang mengandung gizi seimbang.

Dalam berbuka pun juga perlu diperhatikan, yaitu dengan cara berbuka mengunakan makanan yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Hal ini bertujuan agar tubuh dapat dengan segera memulihkan energi setelah seharian tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman

Selain sahur dan berbuka, hal lain yang perlu diperhatiakan adalah tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan menerapkan pola 2-4-2 yaitu 2 gelas air putih ketika sahur, 4 gelas air putih ketika makan malam, dan 2 gelas air putih ketika berbuka. Hal ini perlu dilakukan karena cairan merupakan bagian terpenting dari tubuh yang kadarnya mencapai 60-70% dari berat tubuh.

Iman juga harus lebih diperhatikan, karena disinilah intinya ibadah di bulan suci ramadhan. Agar ibadah yang dilaksanakan maksimal dan puasa yang dilakukan tidak sia-sia, maka harus berusaha menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan puasa ataupun mengurangi pahalanya seperti ghibah, berkata kasar, dan berbohong.

Kuatkan juga iman dengan berpandangan bahwa pandemi covid 19 bukanlah sebuah halangan untuk mengapai kemulyaannya bulan suci ramadhan, akan tetapi jadikanlah pandemi covid 19 sebagai tantangan dan pengukur kadar keimanan, kesabaran,serta ketaqwaan kita kepada Allah swt.

Kesimpulan, di masa pandemi ini, dalam rangka memulyakan bulan suci ramadhan kita harus selalu menjaga imun dan iman, agar kita dapat memaksimalkan diri dalam beribadah  Menjaga imun dapat dilakukan dengan bersahur dan berbuka dengan makanan yang mengandung gizi seimbang, serta tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Sedangkan menjaga iman dapat dilakukan dengan menjauhi berbagai hal yang dapat membatalkan ataupun mengurangi pahalanya puasa.

______________________________

Penulis: Ahmad Fadhil Ulil Abshor

Komplek: Nurul Huda

Oleh annurngrukem

Admin website. Pengurus Pondok Pesantren An Nur. Departemen Multimedia Bidang Informasi dan Teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *