Milad Ke-4 Majelis Maulid Nurun Nawawi

0
35

www.annurngrukem.com – Di bulan Rabiul Awwal ini, ada kebahagiaan dari seluruh umat Islam karena datangnya hari istimewa yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan di bulan Robiul Awwal ini, lahir majelis Nurun Nawawi, salah satu jama’ah majelis sholawat simtudduror di Pondok Pesantren An Nur, tepatnya komplek Attarik.

Majelis ini didirikan oleh habib Umar Quthban dengan menggandeng Pengasuh PP. An Nur Ngrukem juga pengasuh komplek Attariq beserta Habib Sayyidi Baraqbah, Lc (Pimpinan Majelis An Nuur Yogyakarta). Awal mula adanya majelis ini, berasal dari rutinitas shalawat malam Jumat yang dilaksanakan bersama anak-anak Asrama MI Al Ma’had An Nur (komplek Attariq). Majelis ini dilaksanakan 35 hari sekali (salapan dino).

Habib Umar mempunyai gagasan bahwa bagaimana potensi yang dimiliki anak-anak asrama Attariq semakin naik level khususnya di bidang shalawat. Tidak hanya itu, tetapi juga memberi manfaat baik untuk kalangan sendiri maupun kalangan masyarakat luar. Maka dimulailah perintisan majelis shalawat ini.

Sebelumnya, majelis ini belum mempunyai nama, alhamdulillah dapat berjalan istikamah dan selama satu tahun barulah mempunyai nama yakni Majelis Nurun Nawawi. Nama tersebut dinisbatkan dengan muassis PP. An Nur yaitu al-Maghfurlah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz.

Nama ini pemberian dari habib Sayyidi Baraqbah, Lc ketika milad pertama, yang saat itu menjadi penasehat umum majelis ini sampai sekarang. Maka setiap bulan Robiul Awwal, majelis ini mengadakan harlah setiap tahunnya dengan nuansa yang istimewa seolah seseorang merayakan hari kelahirannya bebarengan juga dengan bulan kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW.

Jumat (28/10) adalah Milad ke-4 majelis Nurun Nawawi. Dalam suasana diselimuti cuaca mendung tanpa turun hujan, menjadikan parayaan Milad Nurun Nawawi terasa teduh dan segar.

Milad ke-4 bisa dikatakan umur yang masih belia ibarat pertumbuhan masih dalam fase berlatih berdiri. Akan tetapi, dengan keteguhan keistikamahan insyaaallah selalu membawa keberkahan, begitulah metode yang diterapkan habib Umar dalam majelis Nurun Nawawi.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB di halaman dan pendopo asrama Attariq. Dihadiri dari masyarakat luar sekitar asrama dan sebagian jamaah majelis shalawat An Nuur Yogyakarta.

Melihat cuaca yang mulai musim penghujan, persiapan yang ekstra dilakukan panitia penyelenggara. Yang biasanya hanya mempersiapkan tikar dan riasan panggung saja, di milad ini semangat panitia terlihat antusias dengan adanya persiapan di berbagai area, mulai dari sound sistem sampai pengadaan konsumsi. Acara dimulai dengan pembacaan Ratibul Hadad yang dipimpin langsung oleh habib Umar Quthban.

Dilanjut, pembacaan shalawat Simtudduror sampai sekitar pukul 22.00 WIB. Usai pembacaan shalawat, acara dilanjutkan dengan mauidzah hasanah oleh beliau KH. Muslim Nawawi. Dalam mauidzahnya beliau menyampaikan perihal tujuan utama peringatan maulid terkhusus maulidurrosul adalah untuk melahirkan rasa senang setelah rasa senang kemudian ditingkatkan lagi ke level mahabbah, setelah itu ditingkatkan lagi ke level taat.

Setiap level atau tingkatan ada fadhilahnya sendiri-sendiri. Seperti yang dijelaskan dalam suatu kitab yang artinya, “Dan tidak diragukan lagi sesungguhnya mencintai Rasul dan merasa senang dengan hari kelahirannya Rasul, sebuah perkara yang bisa mendapatkan berbagai macam kebaikan bagi orang Islam”. Barulah ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Habib Umar Quthban.

Alhamdulillah, meskipun dengan persiapan yang mepet dan cuaca yang mengkhawatirkan namun acaranya berjalan penuh dengan khusuk, khidmat, dan lancar. Dengan adanya milad ini diharapkan semua kegiatan khususnya menggemakan shalawat terus berjalan secara istikamah, selalu memberi kemaslahatan untuk umat dan mendapatkan syafaat diakhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here