Berita

Pesta Terbesar: An Nur Sembelih 36 Hewan Kurban

www.annurngrukem.com – Tahun ini, ada perbedaan perayaan Idul Adha, yang dilaksanakan oleh umat muslim. Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Raya Kurban jatuh pada Ahad (10/7). Sedangkan Arab Saudi memutuskan Sabtu (9/7) sebagai Idul Adha 1443 H. Tentu, perbedaan ini bukanlah suatu masalah, karena Indonesia sudah terbiasa dengan berbeda-beda dan tetap satu jua.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc. Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Kilmah Pajangan menerangkan, perbedaan ini sudah ada sejak zaman nabi. Dulu, Kuraib melakukan takbir di Syam pada malam Jumat. Sedangkan, Ibnu Abbas mengumandangkan takbir pada malam Sabtu di Madinah.

Dalam menanggapi soal perbedaan ini, Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc. menambahkan keterangan, bahwa terdapat dua istilah di dalamnya. Pertama, matla’ mahaliyah, yakni pendapat mayoritas ulama, di mana rukyat dan hisab berdasarkan negeri masing-masing. Kedua, matla’ ijmaliyah, dengan memandang soal Arafah yakni manasik khusus yang tempat dan waktunya hanya ada di Mekkah, otomatis seluruh negeri wajib mengikuti Mekkah.

Pondok Pesantren An Nur mengikuti pemerintah merayakan Idul Adha pada Ahad (10/7). Para santri berpuasa Tarwiyah pada Jum’at (8/7), dan puasa Arafah dilaksanakan pada Sabtu (9/7).

Alhamdulillah, tahun ini merupakan perayaan Hari Raya Kurban yang paling meriah usai pandemi. Sewaktu pandemi, bahkan tidak ada perayaan selain takbiran bersama. Hewan kurban disembelih oleh tukang jagal dan para santri tinggal menerima matang tanpa tahu berapa jumlah kambing yang disembelih di pondok.

Tahun 2022 sekarang, para santri nampak sangat bahagia bisa merayakan Hari Raya Kurban. Takbiran begitu semangat. Terlebih lagi para santri baru, yang baru datang ke pondok pada tanggal 2 Juli lalu. Untuk pertama kali mereka merayakan Lebaran Kurban di pondok, yang hanya bersama santri lainnya, tidak didampingi orang tua maupun keluarga.

READ  Wisuda Tahfidz Pertama MI An Nur

Adapun salat Idul Adha dilaksanakan di Masjid Ar-Ridlo Ngrukem untuk seluruh santri putra. Untuk santri putri berada di komplek masing-masing karena Masjid Ar-Ridlo tidak bisa menampung seluruh santri An Nur putra-putri, yang jumlahnya lebih dari 2500 santri. Santri putri pusat membuat jamaah di musala putra pusat, yang diimami oleh Gus H. Adib ‘Ashim.

Lalu, komplek Khodijah melaksanakan salat Idul Adha di musala madrasah, dengan imam oleh Gus Thoriq Ziyad, S. Farm dan khatib yakni Gus Dr. H. Khoirun Niat, M.A. Sedangkan komplek Al-Maghfiroh, para santri mengikuti salat Idul Adha, yang diimami oleh K.H. Yasin Nawawi.

Kini, Panitia Kurban Pondok Pesantren An Nur Ngrukem berhasil mendapatkan jumlah hewan kurban yang fantastik, mencapai sebanyak 34 kambing. Tidak ada sapi. Sebab, sapi sedang banyak yang terjangkit wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

Panitia komplek pusat menerima sebanyak 22 hewan kurban kambing. Ditambah komplek Attariq ada 6 ekor kambing. Nurul Huda mempunyai 3 ekor kambing. Khodijah 1 ada 1 ekor kambing, sedangkan Khodijah 3 menyembelih 2 ekor kambing.

“Sebenarnya, ada satu sapi. Disembelih di Kulonprogo. Dari alumni. Aslinya ada tambahan satu kambing juga, yang disembelih di Kulonprogo. Daging sapi mau dibikin bakso. Untuk tasyrik kedua. Dibagi ke santri kalau sudah matang”, ujar Sangidu, ketua pondok sekaligus ketua panitia kurban.

Semua hewan kurban disembelih di hari pertama setelah salat Idul Adha. Karena para santri belum ada yang berani menyembelih, panitia dibantu warga yakni pak Agus Juron dalam penyembelihan. Selanjutnya, santri-santri yang besar-besar membantu nguliti. Penyembelihan mulai pukul 09.00 WIB. Dan pukul 10.00 sudah siap dibagi. Penyembelihan di halaman depan TPQ An Nur.

READ  Ahad Pon Perdana Mulai Selama Pandemi

Usai dibagi, daging dipotong kecil-kecil untuk nyate seluruh santri. Tetap setelah jamaah salat Zuhur, para santri bersiap-siap untuk nyate. Daging yang sudah dipotong dibagikan ke seluruh santri. Santri pusat putra nyate di halaman depan TPQ An Nur.

Waktu Asar tiba, bertepatan selesainya nyate-nyate. Santri kembali ke kamar dan bersiap mengikuti jamaah salat Asar bersama bapak pengasuh. Selanjutnya, para panitia membersihkan halaman tempat penyembelihan dan nyate.

IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??