Artikel

Washiyatul Mushtofa #2 Wudhu dan Shalat

 

  1. Nabi Muhammad SAW bersabda: wahai Ali, sempurnakanlah wudhu dengan sebaik-baiknya, karena sunguh wudhu itu separuh iman. Saat engkau berwudhu, maka jangan berlebih-lebihan dalam memakai air. Tatkala engkau selesai bersuci, maka bacalah surah al-Qadr sebanyak 10 kali dilakukan setelah membasuh kedua kaki, maka Allah akan menghilangkan kesusahanmu.
  2. Wahai Ali, setelah engkau selesai bersuci lalu ambilah air dan usapkan ke lehermu dengan kedua tanganmu kemudian membaca:

سُبْحَانَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

(Maha Suci Engkau, ya Allah , dengan segala puji bagiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau yang Maha Esa, tiada sekutu bagiMu. Aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu)

Kemudian melihat ke bumi dan berdoa:

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

(Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusanMu)

Seseungguhnya, barang siapa membaca doa tersebut maka Allah akan mengampuni seluruh dosa kecil dan besarnya.

  1. Wahai Ali, sungguh malaikat-malaikat telah memintakan ampun bagi seseorang yang senantiasa berada dalam keadaan mempunyai wudhu dan suci dari hadas.
  2. Wahai Ali, barang siapa mandi pada hari Jumat, Allah akan mengampuni dosanya (yang terjadi) di antara hari Jumat tersebut hingga hari Jumat berikutnya. Selain itu, Allah juga menjadikan mandi Jumat tersebut pahala di kuburnya, dan (pahala tersebut) memberatkan timbangan amal baiknya.
  3. Wahai Ali, hendaklah engkau senantiasa bersiwak, sebab siwak itu mengandung 24 keutamaan di dalam agama maupun badan
  4. Wahai Ali, hendaklah engkau senantiasa shalat tepat waktu. Sebab shalat merupakan sumber tiap-tiap keutamaan dan puncak ibadah.
  5. Wahai Ali, Jibril pernah berharap untuk menjadi golongan anak cucu Adam karena (ingin menetapi) tujuh hal, yaitu: shalat lima waktu dengan berjamaah, berkumpul atau dekat dengan para ulama, menengok orang sakit, mengantar jenazah sebelum dimakamkan, memberi air minum (kepada orang yang haus), mendamaikan dua orang yang sedang bersengketa, serta memuliakan tamu dan anak yatim. Oleh karenanya, engkau harus menginginkan (menetapi) atau menjaga perkara-perkara tersebut.
  6. Wahai Ali, shalatlah pada malam hari, walaupun lamanya sebentar seperti waktu memerah susu kambing. Sebab, orang yang shalat malam adalah orang yang paling bagus atau gagah wajahnya.
  7. Wahai Ali, jika engkau mengucapkan takbiratul ihram dalam melaksanakan shalat, maka renggangkan jari-jari tanganmu dan angkat kedua tanganmu sejajar dengan kedua pundakmu. Dan sesudah engkau bertakbir, latakkan tangan kananmu di atas tangan kirimu di bawah pusarmu. Bila engkau rukuk, letakkan kedua tanganmu di atas lututmu dan renggangkan jari jemarimu.
  8. Wahai Ali, shalat Subuh dengan berpagi-pagi sekali (segera) dan shalat Magrib setelah matahari terbenam mencapai sekira lamanya waktu memerah susu kambing. Sebab, yang demikian itu merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh para nabi.
READ  Mengenal Tafsir Tematik Di Era Modern

IDU AHM

Santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul. Pekerja Teks Komersial. Baca tulisannya di rahma.id, bangkitmedia.com, dan lainnya. Anggota komunitas online Rumah Membaca Indonesia. Kontak dengannya bisa melalui

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??