Selasa, Januari 18, 2022
No menu items!
Beranda blog

Hari Santri Nasional 2021: 5 Hal Yang Harus Dimiliki Santri

0

www.annurngrukem.com – Hari peringatan Santri Nasional ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober sebagai peringatan jasa ulama dan santri yang turut berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari santri selalu diadakan upacara di lapangan terbuka dan dimeriahkan dengan adanya pawai. Namun, sejak datangnya pandemi Covid-19, peringatan hari santri hanya diperingati melalui sosial media tanpa ada upacara maupun pawai.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT., pada tahun ini peringatan hari santri dapat digelar kembali dengan mengusung tema “Santri Siaga Jiwa dan Raga”. Semua pondok pesantren di Indonesia merayakan datangnya hari santri ini.

Tak terkecuali Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, yang juga mengadakan acara peringatan Hari Santri Nasional. Walau masih dalam kategori sederhana, namun semangat dan antusias santri sangat membara.

Hal ini dibuktikan dengan dimulainya serangkaian acara peringatan hari santri yang meliputi muqaddaman Al-Qur’an dan pembacaan selawat Nariyah. Tercatat 12 khataman al-Qur’an dan sekitar 12.000 bacaan selawat Nariyah yang sudah dilaksanakan dalam menyambut hari santri oleh santri putri.

Tidak hanya itu, jajaran pengurus An Nur Putri juga mengadakan beberapa perlombaan sebagai ganti ditiadakannya pawai hari santri di tahun ini. Perlombaan yang digelar antara lain lomba fashion show, Musabaqoh Hifdzil Qur’an 30 juz/5 juz/10 juz, lomba menulis cerpen dan opini, lomba kebersihan komplek dan pidato. Perlombaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking serta meningkatkan kreatifitas para santri.

Perlombaan fashion show yang menjadi ‘gong’ dari semua perlombaan diadakan pada Kamis malam (21/10). Pada fashion show ini, santri putri dituntut untuk kreatif dengan membuat busana dengan barang bekas. Selain itu, setiap peserta diberi beberapa pertanyaan seputar santri, antara lain tentang Nahwu-Shorof, seputar Pondok Pesantren An-Nur, serta berita trending terkini.

Pada Jumat (22/10) pukul 07.30 WIB, seluruh santri siap dalam barisan mengikuti apel pagi di halaman kampus IIQ An Nur. Semua santri mengenakan outfit baju serba putih. Apel pagi ini juga dihadiri sebagian besar dewan dzuriyah Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Tidak lupa semua peserta apel menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker.

Dr. KH. Khoirun Niat, Lc. MA. selaku pembina apel menyampaikan amanat singkat mengenai arti dari kata “santri”.

“Sesuai namanya, santri iku kudu satu S sregep (rajin), dua A andhap asor (rendah hati), tiga N nrima (menerima apa adanya), empat T tabah, lima R rekoso (berani susah) lan enam I iso (bisa)”, tutur beliau.

Apel selesai, apel pagi ditutup dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Ya Lal Wathon” yang diikuti oleh seluruh peserta apel. Tidak lupa pelantunan Asmaul Husna sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

“Senang sekali waktu pengumuman besok pagi ada apel, bisa ketemu santri komplek lain”, ungkap Shabrina salah seorang santri baru. Event hari santri 2021 merupakan hari spesial, karena kembali diizikannya mengadakan acara yang cukup besar dalam akhir masa pandemi ini. Hal ini disambut meriah dan antusias oleh para santri meskipun tidak ada pawai seperti tahun-tahun sebelum pandemi.

Setelah apel pagi, perlombaan di komplek Pusat Putri kembali dilaksanakan, yakni lomba MHQ dan pidato. “Selain bisa melihat banyaknya santri An Nur, saya juga merasa senang bisa ada rame-rame seperti ini, rasanya semua santri excited banget. Semoga tahun besok kegiatan di Hari Santri Nasional bisa ada pawai. Amin”, tutur Sabilah.

_______________

Oleh: Tim Annurngrukem.com

Peringatan Maulid: Nabi Muhammad SAW Adalah Manusia Biasa yang Tidak Biasa

1

www.annurngrukem.com – Ahad (10/10) Pondok Pesantren An Nur laksanakan acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung bertempat di pendopo dan mushala komplek putra pusat dan disiarkan secara langsung melalui channel Youtube AnnurngrukemTV.

Acara maulid Nabi Muhammad saw ini dihadiri oleh al-Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi, KH Ashim Nawawi, KH Yasin Nawawi, KH Mu’thi Nawawi, KH Muslim Nawawi, KH Nur Hadi, Agus Adib Ashim, Agus Sabiq Abqorie dan segenap zuriyah Pondok Pesantren An Nur.

Acara dimulai bakda jamaah salat Isya, para santri putra komplek pusat sudah rapi dengan pakaian putih. Adapun komplek Putri Pusat, Khodijah, Maghfiroh dan Nurul Huda mengikuti acara di komplek masing-masing secara virtual. Masing-masing komplek disiapkan layar oleh panitia agar dapat mengikuti acara secara khidmat.

Pembacaan maulid Simtudduror dibuka dan dipimpin langsung oleh al-Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi dan diiringi oleh tim hadroh Pondok Pesantren An Nur dari awal hingga akhir. Setelah pembacaan maulid Simtuduror, beliau memberikan tausiah.

Dalam tausiahnya, Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia biasa, namun tidak seperti manusia pada umumnya. Nabi Muhammad ketika lahir dalam keadaan sujud dengan tangan menunjuk ke atas, sudah dalam keadaan disunat, tali pusar sudah terputus dan mata sudah menggunakan celak.

Diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani bahwa Kanjeng Nabi SAW mengatakan, “kemuliaanku yang ditetapkan oleh Allah swt adalah aku terlahir dalam keadaan dikhitan sehingga tidak ada yang bisa melihat kemaluanku”.

Terdapat riwayat shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin saat Subuh. Saat kelahiran Nabi SAW, Syafa’ (ibu dari Abdurrahman bin ‘Auf) berkata terdapat cahaya yang menyinari gedungnya orang Romawi yang berada di Syams, jaraknya sekitar 500 KM. Bahkan seluruh yang hadir dalam kelahiran Nabi Muhammad saw mendapat kemuliaan masing-masing dari Allah swt.

Ketika Nabi Muhammad saw wafat, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar mendatangi Ummu Aiman yang merawat Nabi sedari kecil. Mendengar kabar bahwa Nabi SAW sudah wafat, Ummu Aiman menangis sehingga Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar menghiburnya. Namun Ummu Aiman tidak menangisi kepergian Nabi, melainkan menangisi bahwa teguran dari Allah swt yang dulu datang melalui Nabi Muhammad SAW sudah berakhir dengan wafatnya Kanjeng Nabi.

Syair Lam Yahtalil berisi tentang keutamaan-keutamaan yang ada pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dalam syair pertama bahwa Nabi tidak pernah bermimpi basah dan menguap. Mengingat bahwa mimpi basah dan menguap adalah reflek dari setan, sedangkan Nabi SAW adalah manusia yang paling suci.

Dalam syair kedua berisi penjelasan bahwa hewan-hewan tidak pernah lari ketika Nabi SAW lewat dan tidak pernah ada lalat yang menempel pada kulit Kanjeng Nabi. Dalam suatu riwayat dari Sayyidah Aisyah, Kanjeng Nabi memiliki ayam yang mana ketika Kanjeng Nabi berjalan ayam tersebut tidak pernah lari dan justru mengikuti Kanjeng Nabi. Dalam riwayat lain dikatakan hewan yang paling cinta kepada Nabi adalah unta.

Dilanjutnya syair ketiga yang menjelaskan bahwa Kanjeng Nabi dapat melihat ke belakang tanpa menoleh sebagaimana melihat ke depan. Selain itu, tidak pernah terlihat kotoran hajat dari Kanjeng Nabi, sesuai dengan riwayat dari Ibnu Dihyah bahwa Allah SWT memerintahkan bumi menelan kotoran yang keluar dari para Nabi.

Syair keempat menjelaskan tentang hati Kanjeng Nabi tidak pernah tertidur meski matanya mengantuk dan para sahabat tidak pernah melihat bayangan Kanjeng Nabi di bawah sinar matahari. Syair ini berkaitan dengan riwayat dari Ibnu Mulaqqin bahwa Sayyidah Aisyah bertanya kepada Kanjeng Nabi yang tidur sebelum shalat Witir, lalu Nabi menjawab “Ya Aisyah, kedua mataku memang tidur, namun hatiku tidak pernah tidur”.

Riwayat Imam as-Suyuti dalam kitab Khoshoisul Qubro menjelaskan bahwa Kanjeng Nabi tidak ada bayangannya. Dijelaskan hal ini karena cahaya Nabi Muhammad lebih terang dari matahari dan bulan. Dalam riwayat lain menjelaskan bahwa Kanjeng Nabi ketika berjalan selalu dinaungi oleh awan.

Syair kelima sebagai syair terakhir menjelaskan ketika duduk maupun berjalan Nabi Muhammad tampak lebih tinggi dari para sahabat, namun tidak terlihat tinggi ekstrim dari yang lain. Syair ini sesuai dengan riwayat dari Imam az-Zarqani dalam syarah Mu’attho’ bahwa ketika Nabi duduk pundaknya lebih tinggi dari semua yang duduk.

Al-Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi menyampaikan sekaligus berpesan kepada para santri dan jamaah bahwa “hafalkanlah khususiyah-khususiyah ini agar engkau aman dari buruknya api, pencurian dan semua cobaan-cobaan hidup”.

Al-Habib Muhammad juga menegaskan bahwa dari sekian banyak keutamaan Kanjeng Nabi, yang perlu kita yakini adalah Kanjeng Nabi adalah manusia sempurna dan akan selalu tampak sempurna. Beliau juga berpesan bahwa hafal dan mengamalkan khususiyyah adalah suatu wasilah qabulnya hajat kita, terhindarnya kita dari bencana dan lain sebagainya. 

Selain itu al-Habib Muhammad juga berpesan bahwa ketika berdoa tirulah Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang mana dibuka dengan hamdalah, dilanjut dengan shalawat, lalu ditengahnya diberi shalawat dan ditutup dengan shalawat. Harapannya adalah agar qabulnya doa kita melalui perantara Kanjeng Nabi Muhammad SAW. dan semakin dekat kita dengan Nabi Muhammad saw.

Wajib bersyukur bagi kita yang bisa mengkaji kehidupan Rasulullah dan rugi jika kita tidak mengkaji kehidupan Rasulullah SAW. Umat itu akan berkah selama masih ada hubungan dengan Nabi Muhammad SAW. Kalau sudah terputus dengan Nabi Muhammad SAW, maka tidak ada keberkahan baginya.

Setelah tausiahdari al-Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi dilanjutkan dengan pembacaan Qasidah dan ditutup dengan doa yang pimpin oleh al-Habib Muhammad bin Hussain al-Habsyi. “Seneng bisa ikut sholawatan di pondok. Ya walaupun di rumah pun sudah sering, tapi di pondok ini rasanya beda, meskipun via Youtube tapi alhamdulillah bisa ikut hurmat maulid Nabi”, tutur Juli usai acara maulid selesai.

Acara selesai pada pukul 10.00 WIB. Usai acara, seluruh santri menuju Pendopo Rusunawa untuk makan bersama dengan nampan.

Kirim 1.417 Khataman Al-Qur’an dalam Haul Ke-7 KH. Nawawi Abdul Aziz

0

www.annurngrukem.com – Sabtu (9/10), Pondok Pesantren An Nur Ngrukem mengadakan serangkaian acara haul muassis. Haul termasuk dalam acara rutin tahunan. Acara ini dihadiri oleh beberapa warga sekitar pondok, jajaran dosen IIQ An Nur, beberapa tamu undangan dan seluruh dewan dzuriyah tentunya.

Acara berlangsung di area komplek putra pusat dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube AnnurngrukemTV, yang dimonitori langsung oleh pengurus IT Pondok Pesantren An Nur. Untuk para santri mengikuti acara haul bertempat di komplek masing-masing secara virtual.

Acara diadakan untuk memperingati haul ke-7 almaghfurlah KH. Nawawi Abdul  Aziz dan haul ke-10 almagfurlaha Ny. Hj. Walidah Moenawwir. Adapun rangkaian acara telah dimulai sejak tanggal 23 September 2021 lalu dengan pembukaan amaliah. Sedangkan puncak acara adalah malam Ahad (9/10).

Rangkaian acara haul muassis meliputi amaliah pembacaan muqoddaman, simaan Al-Qur’an 30 juz dan tahlil. Amaliah ini diikuti oleh seluruh santri yang masih di pondok, para alumni dan muhibbin. Semua sangat antusias memperingati haul muassis dengan melaksanakan serangkaian amaliah tersebut, meski alumni dan muhibbin melaksanakan di rumah masing-masing

Adapun puncak acara yang dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober dan berlangsung dengan lancar dan cepat. Dimulai sekitar pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh santri yang mengikuti puncak acara haul baik secara langsung maupun melalui Youtube mengenakan pakaian serba putih. Pembacaan surah Yasin dipimpin oleh KH. A. Haris Masduqi M.Si, menantu KH. Nawawi Abdul Aziz sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an Gunungkidul dan pembacaan zikir tahlil dan doa oleh KH. Miftahul Muna dari Pondok Pesantren Al Anwar Ngrukem.

Selanjutnya penyampaian manaqib singkat KH. Nawawi Abdul Aziz oleh KH. Muslim Nawawi, putra ke-8, KH. A. Haris Masduqi dan KH. Yasin Nawawi. Sambil menikmati hidangan, para tamu undangan yang hadir menyimak manaqib tersebut.

“Bapak itu sangat semangat dalam belajar. Pokoknya kenceng mikir atau cengkir istilahnya. Dan selanjutnya mengajarkannya kepada orang lain sampai sekarang. Sehingga bisa dikatakan bapak sudah mencapai maqom robbaniyyin atau orang yang mengabdikan dirinya untuk mengajarkan dan mendidik dengan ilmu Allah”, jelas KH. Muslim Nawawi.

KH. Muslim Nawawi banyak menjelaskan perjalanan Simbah Nawawi dalam mencari ilmu. Mulai dari belajar di pondok alat sampai ngaji Qiroah Sab’ah di Kudus. Berbagai macam perjuangannya untuk menjaga hafalan Al-Quran. Sampai suatu ketika harus pulang dengan jalan kaki dari Yogyakarta ke Purworejo karena adanya serangan Belanda di DIY.

“Tidak seperti santri jaman sekarang, santri kalau pulang malah hafalannya berkurang. Simbah kalo pulang justru menambah hafalan sendiri. Jadi kembali ke pondok hafalannya tambah, tinggal disetorkan kepada gurunya”, lanjut KH. Muslim Nawawi dengan gaya bercanda.

Perjuangan Simbah Nawawi dalam mencari ilmu sangat luar biasa. Perjuangannya pun dipraktikkan dan diajarkan kepada para santrinya. Simbah Nawawi selalu menekankan untuk selalu istiqomah dan sungguh-sungguh dalam belajar.

“Simbah mengajarkan keistiqamahan dengan sangat luar biasa. Pernah saya ngaji biasanya satu kaca (halaman), tapi saya ingin lebih banyak setornya. Hari pertama kedua aman. Hari ketiga tiba-tiba penjalin datang dan dengan tegas nan lantang Simbah dawuh ‘nek ngaji iku sitik-sitik wae, sing penting  rutin!’ (Kalau mengaji itu sedikit saja, yang penting rutin!), otomatis setelah itu saya tidak lagi-lagi mbedani”, jelas KH. A. Haris Masduqi.

“Kemudian Simbah Nawawi juga menekankan santrinya untuk mengaji dengan suara lantang. Karena mengaji atau nderes dengan suara lantang itu akan menambah lebih kuatnya hafalan”, sambung KH. A. Haris Masduqi.

Acara haul mengusung tema QS. Ali Imran ayat 79 yang artinya “Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Qur’an dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. Acara diakhiri dengan pembacaan hasil amaliah santri, alumni dan muhibbin Pondok Pesantren An Nur Ngrukem.

Tercatat dari tanggal 23 September sampai 09 Oktober sebanyak 77 khataman sima’an al-Qur’an 30 juz, 1.340 khataman muqoddaman al-Qur’an 30 juz, 27.733 pembacaan surat Yasin, 667.702 pembacaan surat al-Ikhlas dan 33.750 pembacaan selawat Nariyah.

Setelah pembacaan hasil amaliyah, acara ditutup oleh pembawa acara, Mbah Hamam dari Ngrukem. Harapannya dengan ikut serta berpartisipasi dalam acara haul untuk ngalap berkah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz dan Simbah Ny. Hj. Walidah Moenawwir.

Vaksinasi Dosis Satu: Santri An Nur dan Masyarakat Siap Sehat

0

www.annurngrukem.com – Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem kembali mengadakan vaksinasi massal. Berbeda dengan vaksinasi sebelumnya, pada Selasa (04/10) vaksinasi dosis satu yang diselenggarakan di depan kampus Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur berlangsung hanya selama satu hari.

Vaksinasi tersebut dibuka untuk masyarakat umum dan santri yang belum pernah mengikuti vaksinasi. Meski sebenarnya, beberapa peserta datang ke lokasi ada yang telah vaksin dosis satu, dan hendak dosis dua. Termasuk beberapa santri pada September lalu yang berhalangan mengikuti dosis dua, maka pada dosis satu ini mereka ikut serta.

Pondok Pesantren An Nur Ngrukem dengan gencar terus mengejar kekebalan kelompok (Herd Community) mencapai 100% dalam percepatan vaksinasi. Dalam percepatan vaksinasi kali ini, sudah mencapai 98 % dari keseluruhan santri. Selainnya, para santri telah mengikuti vaksinasi di rumah sebelum balik pondok, atau tidak ikut karena punya riwayat penyakit.

Kegiatan vaksinasi dosis satu ini diikuti sebanyak 821 santri. Dari santri putra sebanyak 331 dan santri putri lebih dominan yaitu sebanyak 490 santri. Meski pihak pondok tidak mewajibkan vaksin, para santri yang belum pernah vaksin tetap memilih mendaftarkan dirinya.

Adapun masyarakat sekitar terdata sebanyak 171 orang ikut serta vaksinasi di An Nur. Mulai dari yang muda hingga yang sudah lanjut usia. Sebab, vaksin jenis Sinovac boleh diikuti dari usia minimal 12 tahun alias anak pelajar.

Dokumentasi Vaksinasi Santri An Nur dan Masyarakat Sekitar.

“Saya sangat berharap seluruh santri Pondok Pesantren An Nur dan masyarakat mendapatkan vaksinasi semua. Karena vaksinasi ini adalah bentuk usaha kita untuk melawan virus Covid-19. Pesan saya kepada para santri dan masyarakat, tetap semangat, dan salam sehat, Indonesia kuat”, tutur Hendra, TNI AD Koramil Bantul.

Selanjutnya, vaksinasi dosis dua akan dijadwalkan pada bulan November mendatang. Vaksin jenis Sinovac memiliki interval dosis satu dan dua kurang lebih 28 hari. Vaksin jenis Sinovac memang merupakan salah satu jenis vaksin yang paling lama.

Vaksinasi dosis satu berlangsung cepat. Pada pukul 08.00 suasana lokasi sudah dihadiri para peserta. Untuk mengantisipasi kepadatan antre-an, panitia membuat dua kloter kedatangan. Pukul 08.00—10.00 WIB adalah jadwal para santri. Sedangkan mulai pukul 10.00—12.00 merupakan jadwal masyarakat luar.

“Memang masih ada kemungkinan bagi orang yang sudah tervaksinasi itu terpapar virus Covid-19. Jadi upaya kita adalah meyelenggarkan kembali vaksinasi dosis dua untuk mempertebal imunitas tubuh kita. Andai kalau ada yang mengeluh mual-mual, pusing dan sebagainya itu merupakan hal yang wajar.

Namun, jika tidak ada keluhan apapun berarti tubuh seseorang tersebut dalam keadaan bugar. Harus diketahui juga bahwa imunitas akan kuat jika totalitas usaha terus ditingkatkan”, lanjut bapak Hendra.

Pada vaksinasi kali ini, para relawan santri dibantu tenaga medis dari Puskesmas Sewon 1, Rumah Sehat Baznas, dan Rumah Zakat. Relawan santri mengisi posisi bagian pra-registrasi, registrasi, observasi dan entry data. Adapun pihak dokter berada dibagian screening sekaligus cek suhu dan tensi, serta fokus di posisi vaksinator.

Seperti halnya ketika di pondok, adanya ajakan untuk mengikuti vaksinasi terus digencarkan. Ada yang mengajak berolahraga bersama, lari pagi mengelilingi desa, pola makan yang teratur dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan imun tubuh di masa pandemi ini.

“Tadi sempat terkendala teknis. Dari mulai sampai selesai Pcare banyak mengalami error. Makanya tadi sempat menumpuk juga antre-annya. Karena bareng dengan di Pasar Seni Gabusan. Katanya dosis di sana malah 3000. Padahal nakes dan relawan santri sudah diperbanyak. Namanya juga kendala teknis. Ada aja” ujar Sangidu.

_______________

Oleh: Ahmad Nur Hidayat

Ta’aruf Santri Baru 2021: Cara Menggapai Keberkahan Ilmu

0

www.annurngrukem.com – Pondok Pesantren An Nur mengadakan Forum Ta’aruf Santri (FORTASI) baru pada Jumat (1/10) kemarin. Acara ini hanya dihadiri para santri baru saja, baik putra maupun putri. Acara FORTASI berlangsung setelah para santri datang ke pondok secara bergelombang karena pandemi.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung di aula lantai 3. Santri yang mengikuti mulai dari jenjang MTs, MA, tahasus, dan mahasiswa di setiap komplek. Acara berlangsung internal dan disiarkan langsung lewat Youtube, agar wali santri dapat mengikuti dari rumah masing-masing.

Dimulai dari pembukaan oleh MC disambung pembacaan Kalam Ilahi. Selanjutnya, beberapa sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua pondok, Ahmad Sangidu. Adapun sambutan kedua diberikan oleh perwakilan wali santri, bapak kiai Nurohman. Dan sambutan ketiga dibawakan oleh pengasuh pondok, KH Muslim Nawawi.

Pengasuh memberikan motivasi kepada para santri baru. Beliau menceritakan bahwa orang besar itu terlahir salah satunya karena jauh dari orang tua, jauh dari keluarganya. Beliau mencontohkan Nabi Muhammad SAW, yang sudah jauh dari orang tua. Bahkan Nabi Muhammad SAW belum lahir sudah ditinggal wafat ayahandanya. Lalu, enam tahun umur nabi juga ditinggal oleh ibundanya.

“Secerdas apapun kalau hanya di rumah, ilmumu tidak maksimal” jelas KH Muslim Nawawi.

Berikutnya, ada acara perkenalan dewan dzuriyah atau keluarga dari Almagfurlah Simbah KH Nawawi Abdul Aziz. Pada sesi ini, Agus Sabiq Abqori ditunjuk sebagai pemandu untuk mengenalkan keluarga besar An Nur.

Turut hadir pada kesempatan kali ini, ada KH Yasin Nawawi, KH Mukthi Nawawi, KH Muslim Nawawi, KH Nurhadi Anwar, Nyai Hj Umi Azizah Nawawi, Nyai Hj Binti Nafi’ah, Ny Hj Thoyyibatus Sariroh, Ny Hj Luailik Muthi’ah, Agus Adib, Agus Makhrus, Agus Izzatu Muhammad, Agus Sabiq Abqorie, Ning Mila Nadia dan Ning Isna Fatimatuzzahro.

Dokumentasi FORTASI Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Yogyakarta

Empat dari 11 putra Almaghfurlah Simbah KH Nawawi Abdul Aziz mukim di Ngrukem, mengasuh masing-masing komplek di Pondok Pesantren An Nur. Perlu diketahui, semua putra-putri Almaghfurlah Simbah KH Nawawi Abdul Aziz di luar Ngrukem telah berdakwah dengan mendirikan pondok pesantren di daerah masing-masing.

Usai perkenalan, disambung acara pesan-pesan pengasuh yang disampaikan oleh KH Yasin Nawawi. Beliau bercerita tentang alumni pesantren yang telah sukses di masyarakat dan beberapa santri yang gagal bahkan tidak berguna di masyarakat sekitarnya.

KH Yasin Nawawi menyebutkan ilmu yang bermanfaat dan barakah itu tidak bisa dinilai dari hasil akhir. Akan tetapi, justru sejak awal mencarinya, apakah mencari dengan baik, niat yang benar karena ikhlas, tertib, disiplin. Itulah kuncinya. Sebab ilmu yang bermanfaat itulah yang akan menyelamatkan di dunia dan akhirat.

Beliau mencontohkan para alumni An Nur yang tertib di pondok, meski tidak punya ilmu banyak, tetapi justru di masyarakat malah mendapatkan keberkahan. Ketika di rumah jadi tokoh besar di masyarakatnya. Ada juga yang di pondok cerdas, tapi suka melanggar qonun menjadikan ilmunya tidak berkah. Sehingga di masyarakat malah tidak terpakai, tidak bermanfaat di masyarakat.

“Jangan pernah melanggar peraturan meskipun kecil, ilmunya bisa tidak bermanfaat, tidak berkah!” pesan KH Yasin Nawawi.

Acara selesai pukul 10.30 WIB dengan ditutup doa oleh KH Mu’thi Nawawi. Para santri Kembali ke komplek masing-masing dan santri putra persiapan menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat.

Siangnya, acara diawali pukul 13.30 dengan pengenalan profil lembaga oleh panitia. Para santri disuguhi video agar melihat lebih banyak profil Lembaga Al Ma’had An Nur. Lalu, dilanjutkan dengan seminar motivasi.

Tahun ini, seminar motivasi dibawakan oleh kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Anis Sulhan Fadlil, M.Pd. Rekam jejak kesuksesan beliau berawal ketika menjadi santri, salah satunya santri An Nur. Beliau aktif di berbagai organisasi bahkan pernah menjabat sebagai ketua Pondok Pesantren An Nur periode 2017-2019.

Selesai menjabat ketua pondok, para pengasuh Pondok Pesantren An Nur memberikan amanah untuk menjabat sebagai kepala sekolah MI Al Mahad An Nur sampai sekarang.

Beliau bercerita tentang KH Ashim Nawawi yang ilmunya laduni. KH Ashim Nawawi ketika di Pondok Ploso mengaku tidak bisa apa-apa. Cuma beliau berusaha sekuat mengkin tidak melanggar qonun pondok. Pulang di An Nur, sama Simbah KH Nawawi didawuhi mengajar kitab Jalalain. Akhirnya mendadak beliau bisa.

Acara selesai pukul 15.00 WIB dilanjutkan dengan quiz dari panitia. Beberapa pertanyaan sudah disiapkan panitia. Bagi santri yang bisa menjawab, maka akan mendapatkan dooprize. Total santri baru yang mengikuti acara ini ada sebanyak 472 santri.

Bupati Bantul Hadiri PBAK IIQ An Nur

0

www.annurngrukem.com – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) merupakan salah satu tradisi turun temurun yang dilaksanakan di lingkungan perkuliahan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan adat istiadat, norma dan sebagainya, yang ada di kampus tersebut. Di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, kampus dalam naungan Yayasan al-Ma’had An Nur ini menggelar acara PBAK selama 4 hari.

Jum’at (24/9), hari pertama dilaksanakannya PBAK dimulai dengan kegiatan pembekalan mahasiswa baru pada pukul 14.00 WIB yang bertempat di auditorium kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan penjelasan kepada mahasiswa baru terkait pengertian PBAK dan tujuannya, serta menyampaikan rundown kegiatan yang akan mereka jalani selama PBAK.

Setelah memberikan arahan kepada mahasiswa baru terkait dengan rundown acara PBAK, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok oleh panitia. Mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari putra dan putri yang masing-masing akan dibimbing oleh satu mentor. Setelah pembagian kelompok, mahasiswa baru berkumpul sesuai dengan kelompok dan didampingi oleh mentor masing-masing. Kegiatan di hari pertama ini berakhir pukul 16.00 WIB.

Lalu, Senin (27/9) kegiatan PBAK diawali dengan pembukaan acara yang dihadiri oleh bapak Abdul Halim selaku bupati Bantul, bapak KH Muslim Nawawi selaku pengasuh Pondok Pesantren An Nur dan bapak Sihabul Millah, M.A selaku rektor IIQ An Nur Yogyakarta. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan menyanyikan lagu wajib, antara lain Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Mars Mahasiswa, Mars IIQ An Nur dan Mars PBAK dengan diiringi piano oleh panitia.

Kemudian acara disambung dengan sambutan dari ketua panitia PBAK, Tubagus Izmi Mubarok dan sambutan dari presiden mahasiswa, Zainal Fanani. Dalam sambutannya, Tubagus dan Zainal berpesan bahwa mahasiswa IIQ An Nur menyambut mahasiswa baru sebagai teman, rekan, sahabat dan saudara.

Sambutan yang kedua oleh bapak Sihabul Millah, M.A selaku rektor IIQ An Nur. Dilanjut dengan sambutan yang ketiga oleh bapak Abdul Halim selaku bupati. Sambutan keempat yakni dari bapak KH Muslim Nawawi selaku pengasuh Pondok Pesantren An Nur. Beliau, KH Muslim Nawawi berpesan agar menjadi mahasiswa yang ilmiah dan berakhlakul karimah. Seusai sambutan, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon PBAK yang dipimpin langsung oleh bapak Halim bupati Bantul dan bapak KH Muslim Nawawi.

Setelah acara pembukaan selesai, para mahasiswa baru memasuki auditorium kampus IIQ An Nur untuk mengikuti materi mengenai profil kampus yang disampaikan oleh bapak Sihabul Millah, M.A. Setelah materi mengenai profil kampus, disusul penyampaian materi mengenai pengenalan akademik dan budaya kampus yang disampaikan oleh bapak Munjahid, M. Ag. Acara hari pertama ditutup dengan isoma.

Acara berlanjut pada hari Selasa (28/9) dimulai dengan apel pagi yang dipimpin oleh panitia sie ketertiban. Setelah apel selesai, dilanjut dengan pembekalan materi administrasi kampus yang disampaikan oleh bapak Drs. Atmaturida, M.Pd dan dilanjut dengan materi kemahasiswaan yang disampaikan oleh bapak Dr. H. Khoirunniat, M.A.

Penyampaian materi terakhir oleh KH. Ahmad Muwafiq yang menyampaikan materi sesuai dengan tema yang diusung dalam PBAK, yakni Sinegritas Peran Santri dan Mahasiswa Menuju SDM yang Progresif, Dinamis dan Transformatif. Acara pada hari Selasa ditutup dengan orasi ilmiah oleh presiden mahasiswa, Zainal Fanani.

PBAK berlanjut pada hari Rabu (29/9) diawali dengan apel pagi dan pengecekan suhu tubuh mahasiswa baru oleh panitia ketertiban. Pada hari ini mahasiswa baru tidak dikumpulkan dalam auditorium, melainkan berkumpul sesuai dengan fakultas masing-masing. Panitia menyediakan tiga ruangan yang bertempat di auditorium untuk fakultas Tarbiyah, lobby lantai 2 untuk Fakultas Ushuluddin dan lobby lantai 3 untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

PBAK kali ini diisi dengan materi dan game oleh panitia dari fakultas masing-masing. Acara cukup meriah karena selain menggunakan kokat yang dibuat dengan potongan kardus, peserta juga mengenakan baju dengan warna seragam yang sudah ditentukan oleh panitia.

Setelah acara PBAK fakultas selesai, peserta menuju auditorium guna mengikuti arahan panitia untuk acara hari Kamis yakni pentas seni.

Pada hari Kamis (30/9) sebagai acara PBAK terakhir dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembukaan apel seperti biasa yang dilanjutkan dengan pengenalan Badan Otonom kampus dan UKM di auditorium IIQ An Nur. Acara dilanjut dengan pentas seni oleh peserta sesuai dengan tema kelompok yang sudah diberikan oleh panitia.

Acara hari terakhir ini lebih ramai, sebab menghadirkan banyak pementasan yang membawa canda tawa di setiap kelompok. Ada pun pentas seni yang ditampilkan adalah drama, puisi berantai, dan tari.

Acara PBAK ditutup dengan pembagian hadiah dan penobatan King dan Queen peserta PBAK. Penobatan ini adalah sebuah simbolik penghargaan kepada peserta terbaik PBAK. Penutupan acara dipimpin langsung oleh ketua PBAK, Tubagus Izmi Mubarok. Setelah acara resmi ditutup, para peserta dan panitia menyanyikan lagu ‘Sayonara’ bersama-sama.

_________________


Oleh: LPM Tsuroya IIQ An Nur Yogyakarta

Vaksinasi Santri Tahap Kedua Menuju Indonesia Sehat

0

www.annurngrukem.com – Pondok pesantren An Nur Ngrukem kembali mengadakan vaksinasi Covid-19 yang kedua. Acara ini terselenggara bersama tim gabungan tenaga medis dari LKNU DIY, Klinik Kartika 0729 Bantul, dan Denkesyah 04.04.02. Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan 2 hari, yakni pada tanggal 20 – 21 September 2021.

Rencana awal yang sudah terbentuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 17-19 September lalu, namun dikarenakan tempat pelaksanaan vaksinasi sedang digunakan untuk acara wisuda mahasiswa IIQ An Nur, maka vaksinasi tahap kedua baru terlaksana kemarin, Senin (20/9).

“Vaksin sangat penting guna mencegah penyebaran Covid-19. Ketakutan masyarakat atas vaksin harus dihilangkan. Keluhan bermacam-macam, tetapi itu normal”, tutur salah satu nakes dari TNI. Ibarat memakai pelindung kepala (helm) saat berkendara motor, pastinya yang diharapkan dapat melindungi kepala bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya jika terjadi kecelakaan maka helm tersebut dapat melindungi kepala.

Sekalipun terluka mungkin bisa dipastikan hanya luka ringan. Seperti halnya vaksinasi, yaitu untuk meningkatkan imun kekebalan tubuh. Sesuai dengan fungsinya, vaksinasi berperan sebagai pembangkit imun tubuh di mana ketika seseorang terpapar Covid-19, maka imun tubuh akan mengenali dan melawan virus Covid-19 tersebut.

Hari pertama untuk seluruh santri putri An Nur dan beberapa Dewan dzuriyyah An Nur turut serta divaksin. Adapun di hari kedua untuk seluruh santri putra An Nur, dan beberapa santri dari Ponpes terdekat, seperti Ponpes Al-Anwar, Ponpes Nurul Anwar Sawahan dan Ponpes Al-Mahalli Pleret.

Peserta vaksinasi tahap kedua ini adalah santri yang sudah mengikuti vaksinasi tahap pertama, baik di pondok maupun di luar pondok. Peserta vaksinasi yang berstatus pelajar MTs – MA An Nur diatur dengan bergilir berdasarkan kelasnya. Hal ini dilakukan agar tidak mengakibatkan kerumunan yang parah, terlebih sebagian siswa MTs – MA yang mengikuti vaksinasi sedang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di sekolah.

Suasana vaksinasi kali ini lebih tertib daripada saat vaksin yang pertama. Mulai dari alur kedatangan santri hingga menuju ruang tunggu untuk panggilan screening. Apabila pada tahap ini santri dinyatakan sehat maka dipersilakan lanjut ke tahap penyuntikan vaksin. Setelah divaksin santri menunggu di ruang observasi guna melihat reaksi selama kurang lebih 15 menit. Jika tidak ada keluhan maka santri diperbolehkan pulang.

“Ya, sedikit pegal, sih, dibanding vaksin tahap pertama. Mungkin vaksin yang pertama bisa dikatakan baru perkenalan dengan jarum. Dan yang kedua, alhamdulillah tidak terlalu sakit.” ucap Kuni Farida, salah seorang santri An Nur yang mengikuti vaksinasi dosis kedua.

Vaksin yang digunakan pada tahap kedua ini masih sama dengan vaksin tahap pertama, yaitu menggunakan vaksin jenis Sinovacyang memiliki efikasi sekitar 65,3% di Indonesia.Menurut beberapa peserta yang telah divaksin tahap kedua ini, efek yang dirasakan tidak jauh berbeda dari vaksin sebelumnya, hanya saja lebih ringan.

“Kemarin pas vaksin pertama efeknya pusing, nggregesi, sama pegel-pegel sekitar 2 hari. Di tahap kedua ini alhamdulillah tidak terasa apa-apa”, tutur Nayla, salah satu santriwati yang mengikuti vaksinasi.

Dari keterangan Ahmad Mahrus selaku Sekertaris Pondok Pesantren An Nur, presentase santri yang sudah mengikuti vaksinasi tahap pertama dan kedua adalah sekitar 50%. Hal ini dikarenakan syarat dari vaksinasi ini adalah anak usia 12 tahun ke atas dan sudah mendapat izin dari orang tua.

Adanya vaksinasi tahap kedua ini gunanya untuk menyempurnakan vaksin tahap pertama, sehingga imun dalam tubuh lebih kuat dan diharapkan vaksinasi ini menjadi salah satu usaha untuk  melawan virus Covid-19.

“Harapannya seluruh santri Pondok Pesantren An-Nur segera mendapat vaksinasi. Meskipun masih ada beberapa santri yang enggan divaksinasi, namun kami tetap memberikan penjelasan untuk menyadarkan bahwa vaksinasi sangatlah penting. Karena tujuan kami adalah menuju Indonesia sehat”, tutur pak Sadi, TNI AD KODIM Bantul.

“Dengan vaksinasi ini kita jadi merasa dibentengi. Jadi, kalau misalnya ada kegiatan sekolah, diniyah, dan lain-lain itu bisa tatap muka. Tapi ya tetap menggunakan protokol kesehatan”, tambah Muhammad Arwani, salah satu tim satgas Ponpes An Nur.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang dilaksanakan di IIQ An Nur Yogyakarta berjalan dengan lancar. Ketua Pondok Pesantren An Nur, Ahmad Sangidu menyampaikan terima kasih kepada para nakes, vaksinator dan beberapa santri yang turut membantu proses vaksin ini, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga usai pelaksanaan.

______________________________________________

Oleh: Wartawan Annurngrukem.com

WASPADA! 3 Hal Ini Dapat Membuatmu Murtad!

0

www.annurngrukem.com – Wajib bagi seluruh umat muslim menjaga dan memelihara keislamannya dari hal-hal yang dapat merusak, membatalkan atau memutuskan dari keislamannya. Dalam kata lain yakni murtad.

Di zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang mengabaikan adab dalam berucap, sehingga menimbulkan ungkapan-ungkapan yang dapat membuat dirinya murtad dari agama Islam. Bahkan terkadang mereka tidak merasa bahwa semua itu adalah perbuatan dosa dan merupakan salah satu hal yang dapat membawa kepada kekufuran.

Dalam kitab Sullam At-Taufiq karya Syeikh Abdullah bin Husain bin Thohir bin Muhammad bin Hisyam Ba’alawi, menjelaskan murtad menjadi beberapa bagian, yakni sebagai berikut:

Murtad keyakinan (Murtad I’tiqadiyah)

Murtad keyakinan adalah rasa ragu dalam hati seseorang terhadap Allah Swt, Rasul-Nya, Alquran, hari akhir, surga, neraka, pahala, siksaan atau perkara lain yang telah disepakati oleh ulama. Salah satu murtad keyakinan adalah menghalalkan perkara yang diharamkan berdasarkan al-Qur’an, Hadits dan kesepakatan para ulama, seperti menghalalkan zina, liwath (homo seksual), membunuh tanpa alasan, mencuri dan mengambil hak orang lain.

Contoh lain dalam murtad keyakinan adalah mengharamkan perkara yang halal, seperti jual beli dan pernikahan, tidak mengakui salah satu huruf yang terdapat dalam al-Qur’an atau menambah satu huruf di dalam al-Qur’an dan meyakini bahwa satu huruf tersebut termasuk bagian dari al-Qur’an.

Murtad Ucapan (Murtad Qouliyah)

Murtad ucapan adalah murtadnya seseorang yang disebabkan adanya ucapan yang muncul dari mulut seseorang, yang mengandung unsur merendahkan keimanan dalam hatinya. Contoh dari adanya murtad ucapan adalah berkata kepada orang muslim lain dengan ucapan “hai kafir”, “hai yahudi”, “hai nasrani” atau “hai orang yang tidak mempunyai agama”.

Contoh lain dari murtad ucapan adalah menghina nama-nama Allah, menghina janji-janji Allah, menghina ancaman-ancaman Allah Swt, menghina Nabi dan Rasul, menghina al-Qur’an dan ucapan-ucapan yang merendahkan keyakinan agama Islam.

Murtad perbuatan (Murtad Fi’liyah)

Murtad perbuatan adalah murtadnya seseorang yang diakibatkan adanya perbuatan menyekutukan Allah Swt. Murtad perbuatan lebih parah dari murtad keyakinan maupun ucapan karena tidak hanya melibatkan batin maupun lisan, namun juga melibatkan raganya. Secara tidak langsung, murtad perbuatan merupakan murtad dengan tingkat terakhir yang melibatkan jiwa dan raga.

Contoh dari adanya murtad perbuatan adalah sujud atau menyembah selain kepada Allah Swt., seperti sujud kepada matahari, sujud kepada berhala, sujud kepada api atau sujud pada makhluk lain.

***

Lantas bagaimana hukumnya ketika seseorang melakukan perbuatan kufur dalam kondisi terpaksa? yang apabila tidak dilakukan akan mengancam keselamatannya?

Tenang, orang yang melakukan hal tersebut tetap dihukumi mukmin. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur’an surah An-Nahl ayat 106 yang berbunyi

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِیمَـٰنِهِۦۤ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَىِٕنُّۢ بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرًا فَعَلَیۡهِمۡ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِیمٌ

Artinya: “Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman artinya dia tidak berdosa. Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.”

Murtad merupakan suatu tindakan yang amat buruk. Bahkan keburukannya melebihi buruknya kafir dan lebih berat dalam segi hukumannya. Sebab, murtad dapat meleburkan seluruh amal perbuatannya apabila ia tidak kembali mengucap 2 kalimah syahadat dan masuk agama Islam hingga meninggal. Berbeda halnya dengan kafir asli atau non Islam sejak lahir yang mengadakan perjanjian damai.

Semoga Allah Swt. selalu melindungi kita semua dari setiap ucapan atau perbuatan yang mengarah kepada kemurtadan. Amin.

­­­__________

Penulis: Idzar, Komplek Nurul Huda.

Maksiat Hati: Manusia Wajib Jauhi Ini

0

www.annurngrukem.com – Maksiat dapat bermakna perbuatan dosa, buruk atau tercela. Umat muslim kerap memaknai maksiat sebagai perbuatan yang melanggar perintah Allah. Di samping itu, maksiat bisa berarti perbuatan menentang, membangkang atau mendurhakai. Maka dari itu maksiat merupakan perbuatan yang wajib kita hindari.

Dalam Al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 14 disebutkan:

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Artinya: “Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan”.

Salah satu contoh yang masuk dalam kategori maksiat adalah maksiat hati. Sebagian dari beberapa maksiat hati ialah pamer dengan perbuatan-perbuatan baik, di antaranya riya’ yang artinya beramal karena ingin dilihat oleh orang lain. Riya’ bisa meleburkan pahala, sebagaimana ‘ujub (bangga diri) terhadap ketaatannya kepada Allah. Sikap ‘ujub merupakan seseorang yang melihat bahwa ibadah tersebut muncul dari dirinya tanpa adanya fadlumminallah.

Selain itu, termasuk maksiat hati adalah ragu akan keberadaan Allah Swt, merasa aman dari azab (siksa) Allah Swt, serta putus asa dari rahmat-Nya. Maksud dari merasa aman terhadap azab Allah Swt adalah dengan melakukan perbuatan maksiat, sedangkan dia meyakini bahwa Allah Swt itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang akan mengampuni segala perbuatannya.

Orang-orang yang seperti itu termasuk golongan orang-orang yang merugi. Hal itu mirip dengan sikap dan perilaku orang munafik, yaitu orang-orang yang berpura-pura percaya atau setia kepada agama, padahal hatinya tidak demikian.

Kemudian putus asa dari rahmat Allah Swt. Putus asa dari rahmat Allah merupakan dosa besar. Meskipun seseorang tersebut telah melakukan perbuatan dosa, tetap tidak diperbolehkan untuk putus asa. Salah satu penyebab munculnya rasa putus asa adalah dikarenakan mempunyai sifat berprasangka buruk terhadap rahmat dan pemberian Allah Swt. Padahal di dalam Al-Qur’an, Allah Swt telah menginformasikan dengan jelas dengan melarang hamba-Nya untuk berputus asa dari rahmat-Nya.

Dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 87 dijelaskan bahwa:

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Dan termasuk maksiat hati di antaranya adalah sombong terhadap manusia lainnya. Terdapat banyak bentuk rasa sombong, antara lain menolak kebenaran, merendahkan atau meremehkan dan memandang bahwa dirinya lebih baik dari kebanyakan manusia. Persifatan yang demikian wajib dihindari, sebab rasa sombong akan menyakiti hati orang lain dan akan merusak fungsi hati si pelaku.

Maksiat hati yang selanjutnya adalah dengki. Sifat dengki muncul dari adanya rasa iri yang mengganggu hati. Yang dimaksud dengan hasut atau iri hati yaitu membenci nikmat yang dimiliki orang lain dan merasa berat pada nikmat tersebut, bahkan sampai ingin kenikmatan orang lain itu hilang. Sifat iri hati pada umumnya muncul karena adanya rasa kurang bersyukur terhadap apa yang sudah Allah Swt anugerahkan kepada dirinya, sehingga menginginkan apa yang menjadi nikmat orang lain.

Termasuk maksiat hati yang lainnya adalah mengungkit-ungkit sedekah atau berbuat baik di masa lampau. Padahal, perbuatan mengungkit-ungkit yang demikian dapat menggugurkan pahala dari sedekah atau berbuat baik tersebut. Dengan mengungkit kebaikan yang lalu, dapat dipastikan ketika sedang bersedekah atau berbuat baik tersebut tidak disertai rasa ikhlas di dalam hati. Maka biasakan diri menanam rasa ikhlas, agar senantiasa terjauh dari perbuatan tercela ini.

Kemudian kikir atau pelit, juga termasuk dalam kategori maksiat hati. Terlebih merasa pelit terhadap apa yang diwajibkan oleh Allah Swt, seperti bersedekah, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya. Pada umumnya, sikap pelit atau kikir bersamaan dengan sikap sangat cinta kepada dunia (harish). Sikap inilah yang membuat manusia sangat jauh dengan Tuhannya, sebab mencintai dunia dengan sangat amat akan membuat manusia menuhankan duniawi.

Maksiat hati yang terakhir dan paling berat hukumannya adalah membenci Rasulullah Saw dan para sahabat, keluarganya (ahlul bait) dan orang-orang shaleh. Hal ini merupakan maksiat hati dengan kategori paling berat, sebab hati dari si pelaku sudah benar-benar tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang memiliki unsur merendahkan atau menganggap remeh terhadap apa yang dimuliakan oleh Allah Swt, seperti ketaatan, kemaksiatan, Al-Qur’an, ilmu, surga ataupun neraka termasuk bagian dari maksiat hati.

Hal-hal seperti ini harus kita waspadai. Jika dirasa susah maka secara pelan kita harus berikhtiar menghindarinya. Jangan sampai kita melakukan maksiat meski kecil sekalipun. Sebaliknya, kita mestinya menghabiskan waktu untuk beribadah, berbuat baik setiap saat, setiap hari, meski kecil sekalipun. Semoga kita dijauhkan dari kemaksiatan dan dimasukkan ke dalam golongan ahli taubat dan hamba yang shaleh. Amin.

Sumber: Kitab Sullam At-Taufiq karya Syeikh Abdullah bin Husain bin Thohir bin Muhammad bin Hisyam Ba’alawy

_________

Penulis: Idzar, Komplek Nurul Huda

Vaksin Untuk Jaga Kyai: 1.614 Santri Ikuti Vaksinasi Massal

0

www.annurngrukem.com – Dampak adanya pandemi Covid-19 di tahun 2021 cukup meresahkan. Dari tahun 2020 hingga saat ini, korban terdampak Covid-19 masih saja bertambah. Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 pemerintah terus-menerus mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kasus dampak Covid-19, tingkat kesembuhan masyarakat Indonesia juga terus bertambah. Terlebih di tahun 2021 ini, Pemerintah Daerah seperti Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat Indonesia. Kegiatan ini tidak lain untuk membentuk herd immunity di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terus mengajak masyarakat sekitar mematuhi protokol kesehatan dan membuka kesempatan vaksinasi. Hal ini sangat membantu dalam meminimalisir dampak mewabahnya Covid-19.

Pada hari Kamis (19/8) hingga Sabtu (21/8) Pondok Pesantren An Nur Ngrukem mengadakan vaksinasi kepada seluruh santri baik putra maupun putri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada santri yang belum pernah mendapatkan vaksin. Dalam kegiatan ini, Pondok Pesantren An Nur Ngrukem bekerja sama dengan PBNU, BAZNAS, TNI, KODIM, KOREM 072 dan Dinas Kesehatan Bantul, dan berbagai pihak lainnya.

Pelaksanaan vaksinasi bertempat di lobi kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Terdapat 1500 kuota yang disediakan dari TNI, sehingga proses vaksinasi memakan waktu tiga hari. Dua hari berturut-turut untuk para santri An Nur. Hari selanjutnya untuk pondok selain An Nur.  Untuk hari pertama yakni berhasil mencapai 546 dosis vaksin. Lalu,  hari kedua masih diutamakan untuk santri An Nur, yang berhasil menyelesaikan 530 dosis.

Hari ketiga yakni ada beberapa dzuriyah An Nur yang mengikuti vaksinasi ini. Pada hari ketiga ini, Sabtu (21/8), adalah Ponpes di daerah Bantul. Turut serta Pondok Pesantren Nurul Anwar Sahawan, Al-Anwar Ngrukem, Al-Mahalli, Binaul Ummah, Al-Muhsin II, Nahdatusy Syu’ban, dan lainnya dengan total 538 dosis vaksin. Total keseluruhan melebihi target awal yakni terdapat 1.614 vaksin yang digunakan.

Pada vaksinasi hari pertama, mendapat kunjungan langsung oleh Komandan Denkesyah, Letnan Kolonel Ckm (K) dr. Virni Sagita Ismayawati MARS. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek kelancaran kegiatan yang berlangsung.

Di hari ketiga, acara vaksinasi dihadiri oleh Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dan ketua Yayasan Pondok Pesantren An Nur, KH Yasin Nawawi. Kehadiran kedua tokoh masyarakat ini juga bertujuan untuk meninjau pelaksanaan kegiatan vaksinasi. Tim BAZNAS dan Satgas NU Peduli Covid-19 turut menyaksikan meriahnya vaksinasi santri pada hari terakhir, Sabtu (21/8).

Selama proses vaksinasi terdapat sekitar 30 santri yang turut membantu pelaksanaan vaksin ini. Ada yang membantu bagian registrasi, cek suhu dan tensi serta bagian observasi”, ucap Bahrul Amiq selaku ketua Satgas Ponpes An Nur. Santri yang turut membantu proses kegiatan adalah santri yang sudah mendapat pelatihan khusus, sehingga tidak sembarangan dalam melaksanakan tugasnya.

Adapun prosedur pemberian vaksinasi santri melewati beberapa tahap pemeriksaan. Pertama, melakukan registrasi ulang bagi santri yang telah melakukan pendaftaran. Setelah melakukan registrasi, santri menuju tempat skrining untuk pengecekan kesehatan.

Pada tahap kedua peserta akan diperiksa tekanan darah dan pengecekan suhu badan. Setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan peserta menuju pada tahap ketiga yakni screening. Pada tahap screening peserta akan diberikan beberapa pertanyaan dasar, seperti “Apakah sebelumnya pernah terinfeksi Covid-19 atau tidak?”, “Pernah melakukan kontak dengan penderita Covid-19?”, “Adalah riwayat penyakit dan alergi terhadap obat-obatan”, dan lain sebagainya.

Jika kondisi tubuh peserta vaksinasi dinyatakan sehat, maka peserta akan dipersilahkan menuju tahap empat, yakni suntik vaksin. Namun jika kondisi tubuh dinyatakan kurang sehat, maka peserta akan diberikan waktu istirahat 30 menit dan kembali lagi ke tempat screening. Namun jika tetap dinyatakan kurang sehat setelah 30 menit, maka peserta tidak bisa melakukan vaksinasi dan dipersilahkan istirahat alias pulang.

Setelah melakukan vaksinasi di tahap empat, peserta akan menuju ke tahap lima yakni tempat obsevasi. Tahap observasi berguna untuk melihat reaksi yang timbul setelah vaksinasi selama kurang lebih 15 menit. Jika peserta tidak ada keluhan maka peserta menuju tempat pencatatan resmi telah melakukan vaksinasi dan diperbolehkan pulang.

Alhamdulillah, walau sempat sedikit pusing dan mual karena efek vaksin, saya sangat bersyukur dengan adanya vaksinasi ini. Insyaallah setelah vaksin daya tahan tubuh saya dan santri yang lain akan lebih kuat”, ucap Ustadz Arman Maulana pasca vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi santri berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Walaupun terdapat beberapa santri yang lemas pasca vaksinasi namun semua dapat tertangani dengan cepat. Antusias santri terhadap adanya kegiatan vaksinasi sangatlah besar, hal ini dibuktikan dengan melebihnya jumlah target vaksin yang sudah direncanakan.

Alhamdulillah para santri sangat antusias terhadap kegiatan vaksinasi ini. Terima kasih kepada seluruh lembaga yang sudah membantu berlangsungnya vaksinasi ini. Semoga daya tahan santri menjadi lebih kuat dengan adanya vaksinasi. Amin”, ucap Ahmad Sangidu selaku ketua Pondok Pesantren An Nur. Acara vaksinasi ditutup dengan berfoto bersama antara KOREM 072 dengan jajaran santri yang bertugas. Semoga dengan adanya vaksinasi santri dapat menjaga tingkat kesehatan baik santri maupun kyai, seperti jargon yang ada “Santri Sehat, Indonesia Kuat. Vaksin Untuk Jaga Kyai !”.

Lomba di Komplek Nurul Huda dan Maghfiroh Berlangsung Meriah dan Unik

0

www.annurngrukem.com – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren An Nur Komplek Nurul Huda dan Maghfiroh mengadakan beberapa rangkaian acara.

Acara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren An Nur komplek Nurul Huda dan Maghfiroh diawali dengan berbagai macam perlombaan. Panitia perlombaan kali ini diambil alih oleh rekan-rekan mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta yang sedang melaksanakan PPL-KKN di Komplek Nurul Huda dan Al-Maghfiroh. Acara perlombaan dimulai sejak tanggal 10 hingga 17 Agustus 2021 dan terdiri dari beberapa cabang perlombaan.

Di Komplek Nurul Huda terdapat tiga cabang lomba, antara lain Lomba Makan Kerupuk, Lomba Futsal, Lomba K3I (Kebersihan Kerapihan Kamar dan Interior). Sedangkan di Komplek Maghfiroh mengadakan enam cabang lomba, di antaranya Lomba Kebersihan Kamar, MHQ, Rangking Satu, Pensi, Tari, dan Make Up tutup mata. Peserta dari setiap lomba merupakan perwakilan dari setiap kamar, selain itu terdapat juga lomba yang bersifat individu.

Perlombaan tersebut diadakan di luar waktu kegiatan pondok. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu kegiatan mengaji maupun KBM di pondok. Mengingat durasi perlombaan yang panjang sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan hanya dalam satu waktu.

Dari sekian banyak perlombaan tersebut diharapkan para santri komplek Nurul Huda dan al-Maghfiroh dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air, mengasah kemampuan dan kreativitas santri”, tutur Faqih Aminullah (Ketua KKN-PPL IIQ An Nur).

Perlombaan yang diadakan oleh panitia sangat diminati oleh para santri. Hal ini dibuktikan dengan antusias para santri terhadap perlombaan yang diadakan. Mengingat dawuh dari bapak KH Yasin Nawawi bahwa sebagai seorang santri, tetap harus mengamalkan “Hubbul Wathan Minal Iman” yang artinya mencintai bangsa dan negara adalah sebagian dari iman. Maka sebagai santri harus senantiasa bahagia dengan hari besar Negara Indonesia.

Sesuai dengan rencana yang telah tersusun, pengumuman perlombaan dalam rangka meyambut peringatan hari kemerdekaan ini akan diumumkan oleh panitia pada puncak peringatan  Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni pada tanggal 17 Agustus 2021.

Selasa, 17 Agustus 2021 adalah hari yang sangat besejarah bagi kita semua warga Indonesia, di mana pada hari tersebut bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76 tahun. Pondok Pesantren An Nur, Komplek Nurul Huda mengadakan upacara di komplek yang diikuti oleh santri pelajar MTs, MA, mahasiswa dan takhasus. Sementara komplek Maghfiroh hanya menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan berdoa bersama.

Upacara bendera dilaksanakan Pukul 08.00 s/d selesai. Upacara bendera berjalan dengan baik dan khidmad. Pembina upacara, kang Zainal Khanani (Lurah Komplek Nurul Huda) menyampaikan sebuah kutipan KH Nawawi Abdul Aziz bahwa “Santri Iku Kudu Ngaji, Yen Ora Ngaji Mulang”. Penyampaian amanah tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada para santri agar terus menuntut ilmu tanpa henti.

Selepas upacara bendera dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasiin dan Tahlil. Hal ini bertujuan untuk mendoakan dan mengenang jasa para pejuang yang telah gugur di medan perang demi membela Tanah Air Indonesia. Acara ditutup dengan pembagian hadiah perlombaan oleh rekan-rekan PPL-KKN IIQ An Nur Yogyakarta selaku panitia lomba.

Demikian rangkaian kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren An Nur Komplek Nurul Huda dan komplek Maghfiroh.

Meski dalam musim pandemi, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan baik tanpa ada halangan suatu apapun. Senyum manis seluruh santri turut merekah bersama dengan diteriakkannya jargon HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh”.

Komplek Attariq Gelar Lomba 17 Agustus Tiga Pekan

0

www.annurngrukem.com – 17 Augutus 2021 adalah hari dimana seluruh rakyat Indonesia merayakan hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-76. Berbagai rangkaian acara diselenggarakan di setiap tempat, dengan mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Namun, sejak adanya pandemi Covid-19, semua kegiatan masyarakat di seluruh penjuru dunia mengalami perubahan. Mulai dari pendidikan, ekonomi, upacara adat hingga pernikahan.

Segala jenis kegiatan saat ini, bukan lagi mengandalkan pertemuan secara langsung di tempat, melainkan berpindah ke dunia maya. Seakan seluruh kegiatan-kegiatan berganti dari faktual menjadi virtual.

Namun hal ini sedikit berbeda dengan lingkungan pesantren. Meski masih dalam rengkuhan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan beberapa perubahan, Namun kegiatan tetap berjalan dengan normal. Hanya saja dalam setiap kegiatan wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari kegiatan ngaji al-Qur’an, ngaji kitab, mujahadah hingga KBM.

Tidak terkecuali santri asrama santri MI Al Ma’had An Nur atau biasa disebut Komplek Attariq. Sebagai santri Indonesia sejati, para santri Attariq ikut berpartisipasi dalam menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia.

Sebagai tanda cinta kepada Bumi Pertiwi, pada tanggal 17 Agustus 2021 disambut dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya serangkaian acara perlombaan jauh sebelum hari H tiba.

“Alhamdulillah, komplek Attariq sudah melakukan start lebih awal dari komplek lainnya. Alas an kami memulainya lebih awal adalah karena komplek Attariq berisi anak-anak usia MI jadi harus dipersiapkan dengan matang. Selain itu juga ada beberapa perlombaan yang membutuhkan waktu ekstra”, ucap Ustadz Luthfi Nur Muchammad selaku penanggung jawab kegiatan perlombaan.

Kegiatan perlombaan dimulai hari Ahad, 1 Agustus 2021 dan berakhir ahad 15 Agustus 2021. Rangkaian lomba dilaksanakan setiap hari ahad saja dikarenakan hanya di hari tersebut kegiatan ngaji dan belajar diliburkan. Perlombaan berjalan selama 3 pekan, dengan 5 cabang lomba.

Perlombaan yang diadakan terdiri dari lomba makan kerupuk, estafet kelereng, balap karung, memasukkan benang ke jarum dan terakhir lomba estafet bendera yang diselenggarakan bersama dengan panitia guru MI Al Ma’had An Nur.

Lomba di pekan pertama adalah lomba estafet kelereng. Dalam lomba ini diambil dua juara yaitu juara 1 & 2 dari dua kategori, yakni kategori kelas bawah (kelas 1, 2, 3) dan kelas atas (kelas 4, 5, 6).

Di pekan kedua diadakan lomba makan kerupuk. Pada lomba ini terdapat perbedaan dengan lomba makan krupuk biasanya. Umumnya, lomba makan krupuk dilakukan dengan berdiri, namun yang dilakukan di komplek Attariq lomba makan krupuknya dengan duduk di kursi. Hal ini sengaja direncanakan oleh panitia agar tradisi adap dan sopan santun seorang santri tetap terjaga.

Kemudian di pekan ke 3 yakni pekan terakhir adalah lomba balap karung bagi santri putra dan memasukkan benang kedalam jarung bagi santri putri. Ditambahan lomba estafet bendera dari MI Al Ma’had An Nur sebagai lomba terakhir.

Dari awal hingga akhir perlombaan para santri terlihat sangat antusias. Binar wajah keceriaan santri terlihat berseri, semangat kekompakan panitia terjalin rapi. Hal tersebut terbukti dalam tayangan live streaming dan video dokumentasi yang diunggah di channel youtube komplekattariq.Acara pekan ke tiga diakhiri dengan pembagian bingkisan jajan dari pihak MI Al Ma’had An Nur untuk seluruh santri dan santriwati.

Rangkaian acara ditutup dengan upacara bendera pada hari selasa, 17 Agustus 2021. Upacara bendera yang diikuti oleh seluruh santri dan pengurus berjalan begitu khidmah. Petugas upacara diambil dari siswa-siswi kelas 6, dengan dikomandani oleh Mas Muhammad Nur Faizul Mubarok dan Ustadz Miftahul Ashbah sebagai pemimpin inspektur upacara. Dalam amanat pembina upacara Ustadz Miftahul Ashbah menyampaikan “sebagai generasi muda kita harus meneruskan kemerdekaan para pejuang, yaitu sebagai santri harus rajin mengaji dan berbakti”. Upacara ditutup dengan berdoa bersama memohon agar negeri Indonesia segera sembuh dari pandemic Covid-19. Merdeka Indonesiaku, “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Santri An Nur Turut Memeriahkan HUT Ke-76 Republik Indonesia

0

www.annurngrukem.com – 17 Agustus adalah momentum bersejarah bangsa Indonesia. 17 Agustus adalah bukti hasil jerih payah perjuangan rakyat Indonesia. 17 Agustus adalah hari dimana Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Dan tepat hari ini adalah 76 tahun teriakan bung Karno beserta jajarannya membebaskan belenggu jajahan dari bangsa Belanda.

Sebagai warga Indonesia tulen, pasti merasa euforia saat datangnya peringatan hari kemerdekaan. Euforia kemerdekaan biasa dilakukan dengan mengecat tepi jalan di kampung-kampung, menghias rumah atau kampung dengan ornamen bendera merah putih dan memasang Sang Saka di setiap rumah. Semua antusias dengan datangnya hari kemerdekaan.

Tak terkecuali para santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Para santri menyambut hari kemerdekaan dengan menghias interior komplek, memasang hiasan bernuansa merah putih di tepi jalan hingga mengadakan lomba untuk memeriahkan datangnya kemerdekaan.

Kegiatan kepesantrenan juga turut andil dalam menyemarakkan datangnya hari kemerdekaan. Seperti kegiatan simaan al-Qur’an 30 juz, muqoddaman al-Qur’an 30 juz serta pembacaan surah Yasin, Tahil dan Selawat Nabi. Selain dalam menyambut datangnya hari kemerdekaan, kegiatan kepesantrenan ini juga untuk menyambut datang bulan Muharram.

Kegiatan kepesantrenan dilaksanakan pada Kamis, 12 Agustus 2021. Simaan al-Qur’an 30 juz putra sebanyak satu kali khataman dengan dibagi tiga majelis, simaan al-Qur’an 30 juz putri sebanyak tiga kali khataman dengan dibagi tiga majelis, pembacaan muqaddaman sebanyak 7 khataman, pembacaan surah Yasin sebanyak 100 kali dan pembacaan selawat nabi sebanyak 3000 kali. Kegiatan kepesantrenan ini ditutup dengan pembacaan Tahlil bersama.

Adapun apel pagi pada yang berjalan Selasa, 17 Agustus 2021, yakni komplek Putra Pusat bertempat di halaman pondok. Komplek Putri Pusat bertempat di halaman pondok Putri Pusat. Komplek Nurul Huda bertempat di halaman komplek Nurul Huda. Sedangkan komplek Attarik bertempat di halaman komplek Attarik. Sementara komplek Khodijah mengadakan apel hanya dengan cara diisi dengan berdoa bersama dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hari Merdeka.

Apel pagi yang diadakan secara terpisah dengan tujuan agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, apel pagi juga sesuai dengan protokol kesehatan, baik menggunakan masker, berjaga jarak dan selalu membawa handsanitizer.

Pelaksanaan apel pagi dilaksanakan dengan mengenakan kostum beraneka ragam. Ada yang mengenakan seragam tentara, tim satgas, pramuka, pejuang, joker hingga seragam ibadah 5 agama dan masih banyak lagi. Pengadaan apel pagi dengan kostum yang beraneka ragam adalah salah satu cara pembuktian bahwa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu dengan adanya kostum dan make up lucu adalah salah satu pelipur lara di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Petugas apel diambil dari santri lulusan MA An Nur tahun ajaran 2020-2021 dan Ust Muhammad Arwani sebagai pembina apel. Dalam amanat pembina apel, Ust Arwani menyampaikan bahwa “hakikat kemerdekaan bagi seorang santri adalah menjaga kemerdekaan itu sendiri dengan cara berbahagia kanthi istiqomah, ngaji kanthi istiqomah, sekolah dan kuliah kanthi istiqomah serta nderes kanthi istiqomah”.

Tidak lupa, para santri juga mengadakan berbagai macam lomba meriah. Lomba yang diadakan juga dalam lingkup komplek masing-masing. Beberapa lomba ini dipanitiai oleh rekan-rekan KKN dari IIQ An Nur Bantul. “Lomba di komplek Putra pusat itu ada tenis meja, CCA, pecah air, gigit koin, estafet tepung, tarik sarung, makan kerupuk, balap kelereng, memasukkan paku dalam botol, balap karung dan tarik tambang”, ucap Muhammad Zulfa, panitia pelaksana lomba.

Sementara komplek Putri Pusat juga mengadakan beberapa lomba antar santri mahasiswi-tahasus dan antar santri pelajar. “Lomba di Putri antara lain ada jedar-jedor, estafet tepung, balap sarung, corong water dan rangking satu”, ucap Ni’matun Nur Afifah, Ketua pelaksana 17-an. Di komplek Putri Pusat juga dipanitiai oleh rekan-rekan KKN dari IIQ An Nur Bantul bersama dengan rekan pengurus komplek Putri Pusat.

Perlombaan dari komplek Khodijah tidak kalah seru. Di sana diadakan lomba yang dibagi menjadi dua kategori, yakni lomba tim dan lomba individu. Yang termasuk dalam lomba tim adalah lomba estafet variasi, estafet karung, estafet air, joget balon. Sementara untuk lomba dengan kategori individu antara lain adalah lomba makan kerupuk, puisi dan Khodijah Got Talent. Perlombaan diadakan di dalam komplek dan di halaman Madrasah Tsanawiyah An Nur Bantul.

Jajaran pengurus komplek Attarik atau komplek pelajar Madrasah Ibtidaiyah An Nur juga mengadakan serangkaian perlombaan yang diikuti oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah An Nur. Lomba yang diadakan antara lain lomba balap kelereng, makan krupuk, balap karung, estafet bendera, memasukkan benang ke jarum. Lomba diadakan di halaman komplek Attarik.

Lomba dimulai dari pasca apel pagi hingga Dzuhur di hari kemerdekaan. Sementara untuk komplek Putri Pusat dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 15-17 Agustus, dimulai pagi hari hingga waktu Dzuhur.

“Alhamdulillah, tiasa atoh pisan mugi bisa memeriahken acara nu megah nyaeta hari tepang tauna Indonesia nu ka 76, abdi te ngeharep rek menang atau eleh. Sing penting tiasa memeriahkan Indonesia merdeka ke 76. Abdi dan rerancangan ngges mateng pisan mempersiapkan lomba iye, ti awal nepi ka akhir”, Naila Juli Kurnia santri asal Cianjur.

Lomba wajib yang selalu diadakan di setiap komplek adalah lomba kebersihan kamar, yakni para juri akan menilai kebersihan dan kerapian setiap kamar dalam kurun waktu tiga sampai tujuh hari. Bagi kamar terbaik berhak mendapat hadiah dari panitia dan bagi kamar dengan kategori paling tidak rapi juga akan mendapat nominasi serta diumumkan saat penyerahan hadiah.

“Penyelenggaraan lomba-lomba ini selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia juga untuk mengenalkan arti kekeluargaan, menambah solidaritas dan melatih mental santri, khususnya santri baru yang baru datang tiga hari yang lalu”, ucap Eka Oktaviani, Ketua Kelompok KKN Kamaratih Komplek Khodijah.

Setiap kegiatan kemerdekaan diikuti seluruh santri dengan penuh antusias. Semangat pejuang seperti merasuki para santri. Semua bergembira dan berbahagia dengan adanya perayaan kemerdekaan ini. Mengingat dawuh dari bapak Kyai bahwa hubbul wathan minal iman (mencintai bangsa dan negara adalah sebagian dari iman), maka kita sebagai santri wajib antusias pada hari spesial ini. “Sejalan dengan jargon HUT ke-76 Republik Indonesia yakni Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh serta dengan segenap kerendahan hati, semoga perayaan kemerdekaan ini mampu menambah imun santri, memberikan semangat mengaji dan menjalankan nilai-nilai islami”, ucap Widdat ‘Ulya, Ketua Komplek Khodijah.

Kata Siapa Kita Sudah Merdeka?

0

www.annurngrukem.com – “Endonesa merdeka!!” Teriak salah seorang anak bertubuh gempal dengan suara lantang saat melihat bendera-bendera merah putih dipasang di halaman komplek pesantren pada pagi hari.

Anak itu membuat saya tersenyum. Saya baru ingat bahwa hari ini bulan Agustus. Jika tidak melihat bendera yang terpasang dan teriakan anak itu mungkin saya akan lupa bahwa sebentar lagi adalah hari kelahiran negara Indonesia.

Semenjak pasca kelulusan dari sekolah formal Madrasah Aliyah, tepatnya lima tahun silam membuat saya sering lupa bulan, dan hari. Karena kegiatan saya di pesantren kini setiap hari terkesan monoton. Pagi hari mengaji, siang nderes dan malam tidur. Tanpa ikatan hari, kecuali di hari Jumat. Untunglah bendera dan anak-anak itu mengingatkan saya. Sehingga saya bisa sedikit punya perasaan bangga dan hormat dengan adanya kemerdekaan.

Lalu di kepala saya terbayang ketika tanggal 17 Agustus nanti lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar akan dinyanyikan dengan euforia gembira dan menyenangkan seperti biasanya. Santri putra-putri memakai bermacam-macam kostum profesi pekerjaan, pakaian adat, bahkan kadang ada yang menjadi cosplay pahlawan super.

Belum lagi akan ada gerobak sampah yang disulap menjadi kendaraan perang TNI yang akan menghiasi halaman. Meriah dan menyenangkan sekali. Setelah itu akan ada lomba seru-seruan. Ada lomba balap karung, gigit koin yang dilumuri oli, menurunkan karet gelang yang dipasang di muka, lomba olahraga seperti sepak takraw, sepak bola, bulu tangkis hingga tenis meja. Semua komplit dan seru.

Namun, bayangan seru-seruan itu pudar seketika ketika saya melihat data jumlah kasus Covid-19 di negeri ini yang tak kunjung membaik. Terlebih lagi sudah pasti perayaan tujuh belasan yang dulunya meriah dan menyenangkan akan begitu membosankan seperti tahun lalu. Tak ada baris-berbaris, pawai, kostum dan lomba. Yang ada hanya hormat Sang Saka Merah Putih selama lima menit lalu bubar.

Meski begitu, bagaimanapun perayaan tujuh belasan nanti dirayakan, kita tetap harus bersyukur dan berterima kasih kepada para pejuang. Saya tak bisa membayangkan betapa beratnya para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga kepada Indonesia tercinta sehingga bisa merdeka dari kelamnya penjajahan.

Dalam album sejarah di aplikasi Youtube seorang veteran kota Blitar bernama Mbah Mardjoeni menceritakan bagaimana beratnya hidup dalam penjajahan. Untuk merebut kemerdekaan Mbah Mardjoeni harus meninggalkan rumahnya dan berpindah-pindah tempat untuk berjuang bersama Laskar Sabilillah.

Ibunya selalu menangis karena merasa khawatir. Hari-harinya semakin berat ketika mendekati hari kemerdekaan. Dentuman bom mulai akrab terdengar dimana-mana. Suara tembakan dan tangisan sudah menjadi sarapannya setiap hari.

Mbah Mardjoeni harus selalu waspada setiap keluar rumah. Katanya, siapapun yang bertemu Belanda akan ditembak mati. Ngeri sekali saya membayangkannya.

Namun apapun ancaman dari Belanda tak pernah membuat takut Mbah Mardjoeni. Katanya, perasaan takutnya sudah lenyap semenjak dirinya dan para pejuang dimotivasi oleh komandannya dengan sebuah kalimat “Merdeka itu lebih enak dari segala-galanya!”

Perkataan komandan membuat Mbah Mardjoeni berpikir seperti apa rasanya Merdeka itu. Dan itulah yang membuat semangatnya terus tumbuh.

Saya menyimaknya ceritanya dengan begitu takjub. Kalimat “Merdeka” yang diucapkan Mbah Mardjoeni membuat saya berpikir apa arti dari merdeka itu sendiri hingga lebih enak dari segala-galanya.

***

Saya masih ingat sekali pelajaran PPKn saat SD dulu. Pak guru saya menjelaskan bahwa merdeka memiliki arti sebagai “Bebas” dari suatu paksaan ataupun kendali yang dilakukan oleh negara lain.

Merdeka adalah sebuah kuasa untuk menentukan arah langkah diri sendiri dalam menentukan pilihan antara dilakukan atau tidaknya sebuah perberbuatan. Dan subjek yang merdeka itu harus mempunyai kekuasaan untuk menguasai diri sendiri dan perbuatannya. Maka sudah jelas merdeka lebih enak dari segala-galanya karena punya kuasa atas diri sendiri.

Tujuh puluh enam tahun sudah negara ini punya kuasa terhadap dirinya sendiri. Memang benar negara ini telah bebas, telah merdeka, tidak ada lagi paksaan-paksaan atau kendali dari negara lain. Kita telah merdeka. Eh, sebentar-sebentar. Bukan kita yang merdeka. Tapi negara kita. Diri kita tak akan pernah  merdeka dari penjajahan. Kita akan selalu terkekang. Karena setiap individu manusia tak akan pernah merdeka. Kita akan selalu diperbudak oleh kebiasaan yang kita lakukan.

Seperti ngendikan Pak Kyai saya, “Sejatinya manusia akan selalu diperbudak oleh kebiasaannya. Jika kebiasaannya baik maka akan diperbudak kebiasaan baiknya. Namun jika kebiasaannya buruk akan selalu diperbudak kebiasaan buruknya.”

Iya, setiap individu manusia akan selalu diperbudak oleh kebiasaanya. Yang memiliki kebiasaan baik akan selalu diperbudak kebiasaan baiknya.

Sebaliknya, seorang yang terbiasa melakukan kebiasaan buruk akan diperbudak kebiasaan buruknya. Lihat saja kebiasaan kita seperti telat menghadiri undangan rapat, kebiasaan menyontek pekerjaan orang lain, kebiasaan malas ngantri dan kebisaan buang-buang waktu. Kebiasaan itu akan sulit hilang meski berkali-kali kena teguran.

Hal itu juga sama dengan yang dilakukan oleh koruptor yang hobi mengeruk  uang rakyat di negeri ini. Orang yang biasa korupsi tak akan pernah jera meski berkali-kali terkurung dalam sel besi. Karena mereka sudah tak punya kendali terhadap dirinya sendiri. Satu-satunya cara menghentikan tindak korupsi adalah jangan sampai para koruptor ini diberi kesempatan. Karena akan selalu ada tekanan dan alasan untuk mengeruk uang rakyat.

Seperti halnya saya yang telah diperbudak kebiasaan saya yaitu tidur sehabis subuh. Saya sulit untuk menghindarinya. Tapi karena tempat tidur saya dipakai untuk mengaji, maka saya tak ada kesempatan untuk kembali terlelap dan akhirnya bisa menghindarinya hari ini. Pagi ini saya isi kegiatan dengan jalan sehat, tapi entah besok atau lusa. Namanya juga sudah diperbudak, hehehe.

Khatamkan 212 Al-Qur’an Menuju Haul Ke-83 KH. M. Munawwir

0

www.annurngrukem.com – Para santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul ikut serta dalam amaliah menuju Haul Ke-83 KH. M. Munawwir, Krapyak. Amaliah ini merupakan amaliah rutin tahunan para santri An Nur, sebagaimana biasanya. Kali ini, amaliah dibuka di komplek masing-masing oleh pengasuh masing-masing.

Di komplek Putra Pusat, amaliah dibuka langsung oleh KH. Muslim Nawawi. Sebelum beliau membuka amaliah secara resmi, beliau berpesan kepada seluruh santri agar membaca amaliah dengan sebaik-baiknya bacaan. Sebab, yang akan dikirimi amaliah adalah sang Ahli Al-Qur’an, yakni KH. M. Munawwir.

Pembukaan amaliah tersebut sejak Senin, 3 Januari 2022 lalu. Pembukaan dilangsungkan setelah jamaah shalat Magrib bertempat di musala. Amaliah dibagi menjadi tiga kelompok secara umum, yaitu: santri Binadzri, santri Tahfidz, dan majelis Semaan Al-Qur’an 30 juz.

Santri Binadzri komplek Putra Pusat melakukan amaliah pembacaan surah Yasiin. Amaliah ini berlangsung setiap para santri Binadzri mengaji bareng ustaz masing-masing. Dimulai sejak pembukaan amaliah oleh pengasuh hingga penutupan atau lebih tepatnya selesai setelah malam puncah Haul Ke-83 KH. M. Munawwir, Krapyak.

Para santri Binadzri komplek Putra Pusat berhasil menyelesaikan amaliah pembacaan surah Yasiin sebanyak 2.226 kali. Berikutnya, amaliah santri Tahfidz yakni muqadaman Al-Qur’an. Pembagian jatah bacaan menyesuaikan hafalan yang telah didapatkan santri. Muqadaman terdiri dari 10 juz dan 15 juz.

Para santri Tahfidz mulai membaca bagian masing-masing yang telah ditentukan pengurus sejak pembukaan hingga penutupan amaliah. Hasil akhir pembacaan amaliah muqadaman Al-Qur’an mencapai 79 khataman.

Selanjutnya, ada majelis semaan 30 Al-Qur’an. Sedikitnya ada 5 mejelis semaan di komplek Putra Pusat. Acara semaan diadakan pada Senin, 10 Januari 2022. Pada saat ini telah menyelesaikan 4 khataman semaan Al-Qur’an 30 juz. Lalu, pada Rabu, 12 Januari 2022 semaan di makam KH. M. Munawwir yang berada di Dongkelan.

Semaan di makam ini juga rutin H-1 dilaksanakan oleh para santri khotimin. Sebab, ini adalah dawuh dari al-Maghfurlah KH. R. Najib Abdul Qodir. Di sana, biasanya merampungkan satu khataman Al-Qur’an, satu majelis khataman. Jadi, total ada sebanyak 84 khataman Al-Qur’an yang dilakukan oleh para santri.

Penutupan amaliah pada Kamis, 13 Januari 2022, bertepatan dengan puncak acara di Krapyak. Karena situasi masih pandemi, sehingga para santri An Nur tidak bisa datang ke Krapyak untuk mengikuti acara puncak tersebut. Akan tetapi, beberapa komplek mengikuti dengan hikmat melalui streaming Youtube.

Adapun hasil rekapan amaliah dari komplek Maghfiroh sebanyak semaan 3 khataman Al-Qur’an. Ditambah dengan amaliah muqadaman sejumlah 48 khataman Al-Qur’an. Lalu, amaliah shalawat Nariyah sedikitnya ada 13.384 kali bacaan. Dan amaliah surah Yasin mencapai 256 kali. Terakhir amaliah surah al-Ikhlas ada 7.774 kali bacaan.

Untuk komplek Khodijah, para santri berhasil menyelesaikan amaliah muqadaman sebanyak 53 khataman Al-Qur’an. Ditambah amaliah surah Yasin sejumlah 308 bacaan. Dan mengadakan semaan Al-Qur’an dengan perolehan 4 khataman. Hasil rekapan Khodijah cabang juga telah masuk dalam laporan ini.

Berikutnya komplek anak-anak, komplek Attarik, yang melaksanakan amaliah membaca surah al-Ikhlas. Sedikitnya, setiap anak membaca 100 kali, dengan jumlah 180 anak, maka komplek Attarik menyumbangkan 18.000 bacaan surah al-Ikhlas. Selain itu, komplek melaksanakan tahlil pada malam Jumat (Kamis, 13 Januari 2022) dan ziarah.

Beralih ke komplek Nurul Huda. Para santri mengikuti amaliah yang telah dibuat pengurus, yakni muqadaman dan semaan Al-Qur’an. Pada sesi muqadaman, para santri merampungkan 11 khataman Al-Qur’an. Untuk majelis semaan, komplek Nurul Huda menyelesaikan satu khataman Al-Qur’an.

Kemudian, komplek Putri Pusat sendiri telah melaksanakan beberapa amaliah. Para santri Binadzri menyelesaikan amaliah 3 khataman Al-Qur’an secara muqadaman. Selain itu, ada semaan Al-Qur’an sebanyak 5 khataman. Adapun santri yang lain ada yang menyelesaikan 7.885 shalawat Nariyah, al-Ikhlas 3.510, dan surah Yasiin sebanyak 174 bacaan.

Total akhir hasil amaliah para santri An Nur Ngrukem mendapatkan angka 212 kategori khataman Al-Qur’an (semaan dan muqadaman), Yasiin mencapai angka 2.964 bacaan, surah al-Ikhlas selesai sedikitnya 29.284 kali bacaan, dan shalawat Nariyah berhasil dibaca sebanyak 21.269 kali.

2021 VS 2022: Tahun Baru, Perubahan atau Pembubrahan?

0

www.annurngrukem.com – Dalam dua tahun ini, rentang waktu 2020 sampai 2021 saya sangat jarang sekali sakit. Jikalaupun sakit mungkin tak sampai sehari sakit itu akan hilang lantaran saya minum obat paracetamol atau  vitamin.

Namun akhir di tahun Desember 2021 saya harus mendekam di kamar karena tubuh yang tak mau diajak bersahabat. Batuk yang tak henti-henti, dan kepala yang sangat pusing  membuat saya harus menonaktifkan medsos agar sedikit terhindar dari berita buruk yang membuat kepala saya tambah pusing berkali lipat karena terbawa pikiran.

Tahun 2021 adalah tahun kedua kita hidup was-was, penuh kekhawatiran akan melonjaknya Covid-19 sebagaimana puncaknya di pertengahan tahun lalu. Banyaknya kabar kematian, perputaran roda ekonomi yang begitu seret, ditambah raungan ambulan di jalanan yang tak ada habisnya membuat kita hidup selalu dalam kengerian. Seolah-olah dunia ini akan kiamat saja.

Namun, tahun ini juga adalah tahun penuh kelegaan akan keberhasilan pemerataan vaksin oleh pemerintah, membuat Covid-19 di negeri kita begitu turun drastis. Kita jadi bisa bernafas dengan lega.

 Di sisi lain juga banyak sekali hal-hal buruk yang terjadi di tahun ini. Tentu kita ingat berita seorang gadis yang meminum racun di makam ayahnya karena pacarnya tak mau bertanggung jawab karena telah menghamilinya. Ditambah lagi kasus seorang yang katanya ustadz, pengasuh rumah tahfidz yang memperkosa santri-santrinya. Biadab sekali memang.

Sebagai laki-laki yang berhati Hello Kitty tentu saja berita-berita seperti itu membuat emosi saya terguncang dan membuat pikiran jadi tak tenang. Saya jadi merasa bahwa dunia ini dari hari ke hari semakin menjadi tempat yang tak aman dan tak nyaman.

Kasus-kasus pelecehan seperti itu menodai catatan tahunan di 2021. Dan tentunya menjadi bahan pelajaran bagi kita semua. Bahwa kita tak boleh meremehkan masalah orang lain sekecil apapun. Karena kita tidak tahu apa yang sudah dilalui orang tersebut sebelumnya.  Bisa jadi dibalik senyum seseorang kadang menyimpan duka dan lara mendalam. Yang dibutuhkan hanya support orang sekelilingnya.

Namun di akhir tahun 2021 saya cukup bersyukur, sejenak melupakan kebobrokan moral orang-orang di negara kita menyaksikan para kyai saat pemilihan Rais Aam dan ketua umum Nahdlatul Ulama dalam muktamar NU di Lampung berjalan dengan lancar, adem, saling bersalaman, berpelukan, saling rendah hati, memberi contoh perdamaian meski berbeda pendapat.

Rasa adem dan ayem itu ditambah dengan bahagia beberapa hari kemudian atas kemenangan pertandingan sepak bola Timnas Indonesia melawan Malaysia yang berlanjut Singapura dalam Piala AFF 2020. Kemenangan itu membuat  Indonesia lolos melaju ke babak final Piala AFF 2020.

Semua orang ikut berbahagia. Bahkan ada orang tua kawan saya melaksanakan syukuran atas kemenangan itu. Ada juga seorang yang sampai menangis terharu. Ya, hal-hal yang terlihat remeh seperti itu kadang justru bisa mengobati kejenuhan, mengambil jeda dari penatnya permasalahan hidup.

Saya bersyukur setidaknya dua kabar baik itu menjadi penutup  tahun 2021. Ya meskipun akhirnya Indonesia harus kalah saat final bertanding dengan Thailand. Tapi tak apa-apa. Tak terlalu buruk. Dalam pertandingan kalah dan menang adalah hal lumrah. Kita masih bisa melawan balik di Liga Dangdut. Hahahaha.

***

Meski kita tahu akan selalu ada hal buruk di setiap tahunnya, tentu kita semua berharap tahun 2022 bukan hanya sebatas perubahan angka satu menjadi dua, tapi juga perubahan perilaku kita, sikap kita, cara kita memperlakukan orang lain, setidaknya naik satu angka lebih baik.

Saya jadi teringat nasehat guru saya yang mengutip dawuh Imam Ghozali, barangsiapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka.

Tahun baru akan benar-benar baru jika kita bisa melakukan perubahan. Mengubah kelakuan-kelakuan buruk kita yang lama menjadi lebih baik. Seperti kata budayawan Prie GS, “Tahun baru dengan kelakuan lama sungguh bukan tahun baru. Ia tahun lama yang didaur ulang.”

Mengubah kebiasaan buruk memang bukan hal mudah. Kita harus berjuang mati-matian untuk perubahan itu. Jika sudah berusaha namun sangat sulit, tak masalah. Kita cukup mempertahankan kebiasan-kebiasaan baik kita.

Jangan sebaliknya. Jangan sampai kebiasaan baik kita justru berubah menjadi kebiasaan buruk. Itu bukan perubahan. Kata pak kyai saya, itu namanya pembubrahan!

Rasaya tidak pas jika saya tak mengucapkan kata “selamat” di akhir tulisan ini. Seperti penggalan lirik lagu Last Child, “Akan selalu ada kata selamat dalam kata selamat tinggal” dan begitupun dalam kedatangan. Anggap saja ucapan selamat adalah doa kita agar selalu dalam keselamatan.

Selamat tinggal 2021, selamat datang tahun baru 2022, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Harun Nasution: Pentingnya Rasionalitas Mu’tazilah di Indonesia

0

www.annurngrukem.com – Harun Nasution merupakan salah satu tokoh intelektual Islam era kontemporer. Interpretasi makna Nasution sangat berbeda dengan penjelasan kontemporer lain dan klasik. Beliau dalam mengaplikasikan penjelasan lebih berusaha untuk menunjukkan tema umum dari sejumlah besar poin. Tema yang paling mencolok ialah rasionalitas. Ia berkontribusi perihal problematika akal dalam skema teologi.

Hipotesis yang dikemukakan Harun Nasution menerangkan bahwa dalam Islam kedudukan akal begitu sangat diperhatikan, akal memiliki kedudukan tinggi dan banyak diaplikasikan. Akal melambangkan sebuah kekuatan manusia, dengan akal manusia dapat memiliki kesiapan guna menaklukan kekuatan makhluk lain di sekitarnya.

Semakin menjulang tinggi akal manusia maka akan bertambah tinggi kesiapan manusia guna melawan dan mengalahkan makhluk lain, begitu juga sebaliknya, berkurangnya kekuatan akal manusia maka akan bertambah lemah serta rendah dalam kesiapan menghadapi kekuatan makhluk lain.

Nasution berpendapat bahwa rasionalis memiliki pendirian yang mana suatu apresiasi akan dilihat sangat bermakna jika suatu penafsiran dapat dikonfirmasikan melalui akal. Dengan memperoleh kebenaran dasar yang tidak dapat disangkal itu memerlukan prosedur gagasan rasional (abstrak).

Hal ini menjelaskan bahwa keabsahan dapat dipahami dengan tidak bergantung pada metode empiris. Akal selain sumber utama pengetahuan dan kebudayaan, pada dasarnya akal juga berkontribusi dalam perkembangan history keagamaan.

Jadi, akal merupakan suatu pola deduktif yang dapat dimengerti secara rasional dan tidak secara langsung berhubungan dengan pengetahuan indrawi, melainkan dengan kriteria seperti konsistensi logis. Hal ini juga salah satu bukti klaim bahwa akal memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan banyak diaplikasikan.

Bagi Harun Nasutian, rasionalitas yang dibawa Mu’tazilah sangat berpengaruh dan sangat penting pada perkembangan fikrah Islam di Indonesia atau modernisasi Islam di Indonesia. Ia mengatakan bahwa rasionalisasi teologi Islam merupakan faktor fundamental dalam skedul modernisasi yang lebih pesat dalam masyarakat Islam.

Dengan kehadiran kalam rasionalitas Mu’tazilah ini menjadi signifikan dalam wacana Indonesia. Di kalangan teologi Islam di Indonesia, hanya rasional Mu’tazilah yang dapat membedakan dari mazhab Islam yang lain merupakan keprioritasan nalar spekulatif. Yang mana nalar spekulatif itu merupakan alat guna menyelesaikan problematika agama. Hal tersebut sangat mempengaruhi dalam pembaharuan teologi Islam Indonesia era kontemporer.

Dengan mengaplikasikan keutamaan rasional Mu’tazilah, teologi Islam Indonesia dapat mengetahui solusi Islam terhadap persoalan sosial yang ada di Indonesia. System ini merupakan atensi primer guna mengelaborasi teologi praktis yang dapat membagikan penjelasan Islam terhadap konteks realitas sosial dan politik dari teologi modernis islam Indonesia.

Indonesia di era kontemporer dan kemajuan IPTEK ini, sifat yang lebih rasional ajaran-ajaran Mu’tazilah ini sangat berperan. Jadi perlu digaris bawahai bahwa yang diperlukan kaum Islam di Indonesia dalam pembaharuan teologi adalah pemikiran yang dibawa Mu’tazilah yakni Rasional. Tidak lima ajaran dasar teologi Mu’tazilahnya akan tetapi teologi agama rasional yang dinamis (yang sangat kuat bergema percaya terhadap kekuatan akal manusia, percaya terhadap ilmu pengetahuan dan percaya terhadap hukum alam).

Peranan penting paham teologi rasional Mu’tazilah di Indonesia adalah supaya pemikiran sifat rasional Mu’tazilah dapat dipahami oleh orang. Seperti halnya umat Islam masa lampau yang maju dikarenakan menggunakan paham Rasional, dan seperti orang Eropa yang sekarang maju sebab menggunakan paham Rasional.

Jadi dalam penjelasan tersebut menjelaskan bahwa teologi rasional itu merupakan akal kuat sehingga dapat membawa kepada kemajuan. Hal itu berbeda kalau dengan Teologi Tradisional yang mana tradisi ini membuat kita pada tradisi tidak maju, karna terikat pada tradisi-tradisi dan adat istiadat pada pikiran lama.

Jika kita umat Islam di Indonesia menggunakan teologi rasional, maka kita dapat dengan mudah menghadapi problematika yang sedang kita hadapi dalam mengikuti lajunya perkembangan dunia, akan tetapi jika kita masih mengaplikasikan teologi tradisional yang fatalistic, irasional, predeterminisme maka kita akan kacau menuju kesengsaran dan static sehingga umat Islam dianggap menghambat pembaharuan.

____________________

Penulis: Durriyatun Ni’mah

Asal: Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

______________________

Refrensi

Hanafi, Ahmad. Teologi Islam: Ilmu Kalam. Jakarta: Bulan Bintang, 2015.

Madjid, Nurcholish. Islam, Kemodernan dan KeIndonesiaan. Bandung: tt, 1992.

Nasution, Harun. Teologi Islam; Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan. Jakarta: UI Press, 1986.

Nasution, Harun. Filsafat Agama. Jakarta: Bulan Bintang, 1991.

Rozak, Abdul, dan Anwar Rosihon. Ilmu Kalam. Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Libur Semester Ganjil Berlaku Hanya Jawa Saja

0

www.annurngrukem.com – Kamis (23/12), Pondok Pesantren An-Nur mengadakan liburan akhir semester. Liburan kali ini  dimulai pada tanggal 23 Desember dan akan berakhir pada tanggal 30 Desember mendatang. Setelah sekian pandemi menetap di dalam pondok, akhirnya para santri bisa merasakan suasana luar pondok, khususnya suasana kampung halamannya.

Para santri sangat antusias dengan adanya liburan akhir semester ini. Untuk memenuhi syarat perpulangan, para santri tampak menyegerakannya dan bersemangat. Adapun persyaratan pulang adalah santri harus meminta tanda tangan pada beberapa departemen yang sekiranya ada tanggungan pembayaran. Sehingga mereka pulang dalam keadaan bebas tanggungan pembayaran apapun.

Sebelum pulang, keadaan kamar, komplek, dan lingkungan pondok harus sudah bersih. Sehingga tepat setelah jamaah salat Subuh, para santri langsung mulai roan, beres-beres. Tampak kegiatan roan dilaksanakan dengan semangat dan maksimal.

Tidak hanya para santri, wali mereka pun tampak antusias menjemput putra-putrinya. Penjemputan yang dimulai pukul 08.00 WIB, arena parkiran penjemputan sudah ramai kendaraan wali santri sejak kurang lebih pukul 06.00  WIB. Arena parkiran dan registrasi wali bertempat di halaman kampus IIQ An Nur.

Adapun alur penjemputannya yaitu, wali santri harus menuju ke halaman IIQ An Nur terlebih dahulu untuk registrasi, kemudian akan diarahkan untuk menuju komplek putra-putrinya masing-masing. Sebelum pulang, santri harus menyerahkan blangko dan buku ijin santri, serta tanda tangan perpulangan.

Liburan yang hanya diadakan selama satu minggu ini, mewajibkan untuk para santri tetap tadarus, ngaji di rumah. Sehingga santri pulang dengan membawa buku ngaji. Setidaknya sebagai bukti mereka tetap nderes dan ngaji di rumah. Santri yang pulang wajib datang kembali ke pondok pada hari Kamis pekan depan maksimal pukul 17.00 WIB. Bagi yang melebihi batas waktu tentunya akan mendapatkan konsekuensi sesuai kebijakan pengurus.

Perkiraan prosentase santri yang pulang ada 85% santri, sisanya tetap berada di pondok. Liburan kali ini tampak masih banyak santri yang tetap di pondok. Sebagian dengan alasan karena rumahnya di luar Jawa. Sedangkan memang peraturannya, santri yang boleh pulang hanya santri asal Jawa.

Bagi yang asal luar Jawa yang memiliki saudara di Jawa, diperbolehkan pulang ke rumah saudaranya. Tentunya apabila ada yang hendak pulang ke luar Jawa, hanya akan menghabiskan waktu perjalanan. Peraturannya pun tidak menerima ijin perpanjangan liburan, kecuali dengan alasan yang jelas dan pasti.

Beberapa santri yang tidak pulang juga ada yang hanya ingin merasakan suasana liburan di pondok. Seperti kata Mufidatul Ummah asal Cilacap, “aku gak pulang soalnya pengin merasakan suasana liburan di pondok. Daripada pas liburan Idul Fitri mending pas liburan Desember ini. Kebetulan juga udah janjian sama temen buat gak pulang, gitu aja, hehehehe”

Santri yang tetap di pondok diberi fasilitas hiburan berupa nonton film. Tentunya agar tidak stress, suntuk. Untuk menjaga keistiqamahan dalam beberapa kegiatan, para santri tetap diharuskan melaksanakan salat maktubah berjamaah. Bahkan pembacaan wirid wirdul lathif dan rotib Al Haddad pun tetap dilaksanakan. Fasilitas makan santri pun berjalan sebagaimana biasanya.

Bagi seluruh santri, baik yang pulang atau tidak harus tetap menjaga nama baik pondok di masa liburan dan menjaga etika sebagai santri di manapun kapanpun.

Harapannya untuk yang sedang berlibur tentunya akan kembali ke pondok dengan semangat baru. Begitupun untuk yang tetap di pondok. Setidaknya sudah ada masa berlibur, tidak dipadatkan oleh kegiatan pondok melulu.

Alur kedatangan santri tanggal 30 Desember besok tetap wajib membawa surat Negatif Covid-19. Surat yang diterima pengurus hanya Rapid Antigen atau PCR, bukan GeNose. Semua itu adalah bentuk ikhtiar agar pesantren tetap menjadi lingkungan yang terbebas dari kasus Covid-19. Sehingga semua santri dapat belajar dengan aman dan nyaman, begitupun orang tua mereka di rumah.

Classmeeting Perdana Semasa Pandemi

0

www.annurngrukem.com – Gabungan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Al-Ma’had An Nur gelar classmeeting. Selain sebagai OSIS mereka juga merangkap sebagai panitia classmeeting. Kegiatan classmeeting ini biasa diadakan setelah Ujian Akhir Semester (PAS) Ganjil rampung.

Seperti biasanya, kegiatan classmeeting ini bertujuan untuk me-refresh pikiran setelah usai melaksakan ujian. Serangkaian perlombaannya pun bersifat menghibur, cabang lombanya ada sembilan yang khusus diikuti oleh siswa laki-laki MTs dan MA ada dua futsal dan voly, kemudian yang khusus siswa putra MTs hanya cabang lomba catur.

Enam cabang lomba yang lain bersifat umum, bisa diikuti oleh siswa putra dan putri, antara lain: Tenis Meja, Tarik Tambang, Kaligrafi Arab dan Jawa, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Pidato 3 Bahasa, dan Puisi Berantai.

Sebelum perlombaan dimulai, kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman madrasah pada hari pertama yakni tanggal 20 Desember 2021. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, 20-22 Desember 2021.

Pelaksanaan lomba berlangsung pada jam belajar mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB. Lokasi yang digunakan cukup memanfaatkan lingkungan madrasah baik ruang kelas maupun halaman madrasah. Dengan pembagian jadwal hari pertama Futsal, Tenis Meja, Tarik Tambang, Kaligrafi Arab dan Jawa.

Pada hari pertama lomba, para peserta sangat antusias meskipun cuaca mendung, hal tersebut tidak menyurutkan para penonton untuk mendukung dan menyemangati peserta lomba. Sorak ria dan poster yang menggantung di pinggir-pinggir lapangan menjadi pemeriah acara tersebut.

Cabang lomba hari kedua cabang terdapat lomba  voly, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Pidato 3 bahasa dan Catur.

“Hari ini acaranya kurang seru karena panitia menegaskan kepada para suporter yang berada di lapangan untuk tidak terlau keras menyemangati peserta lomba, karena ditakutkan menganggu peserta lomba yang berada di ruang kelas” keluh Qurrota ‘Aini salah seorangsiswi kelas XII.

Hari ke-3  perlombaan berupa final futsal dan tenis meja. Selain itu, classmeeting merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu karena pengumuman juara dan pembagian hadiah bagi perwakilan kelas yang memperoleh juara.

Penentuan juara digolongkan putra dan putri, setiap cabang lomba diambil dua juara. Kemudian dari keseluruhan juara diambil satu juara umum yang dimenangkan oleh kelas XII IIK.

Adapun pemenang golongan putra. Cabang lomba futsal  juara 1 dari kelas XII IIK 1 dan juara 2 kelas XII IIS 1. Cabang lomba Voly juara 1 kelas XI IIS 1 serta juara 2 kelas XII IIS 2.

Cabang lomba Kaligrafi Jawa Putra juara 1 dari kelas XII IIK 1 dan juara 2 XI IIK 1, Kaligrafi Jawa Putri juara 1 dimenangkan oleh kelas XII MIA 1 dan dan juara 2 diraih oleh kelas XII IIK 2. Kemudian untuk cabang lomba Kaligrafi Arab Putra juara 1 diraih oleh kelas XI IIK 1 dan juara 2 kelas XI IIK 1, golongan putri juara 1 diraih oleh kelas X IIK 2 dan X IIK 2 mendapat juara 2.

Berikutnya lomba tenis meja juara 1 dari kelas XII IIK 1 dan juara 2 kelas XII IIS 1. Cabang lomba tarik tambang juara 1 kelas XII MIA 2 dan juara 2 kelas IX. Cabang lomba catur ini khusus pelajar MTs dimenangkan oleh kelas VIII.

Lomba Cerdas Cermat (LCC) hanya mengambil dua juara satu putra oleh kelas XII IIK 1 dan juara satu putri oleh kelas XI IPA.

Sama halnya dengan LCC lomba Pidato 3 Bahasa juga mengambil dua juara saja yang dimenangkan oleh X IIK 1 dan 2.

Khusus untuk cabang lomba Puisi Berantai penentuan juaranya dibedakan antara MTs dan MA.

Untuk pemenang MA putra juara 1 kelas XII IIK 1 dan juara 2 kelas XI IIK 1. Pemenang MA putri satu kelas XII IIK 2 dan juara dua kelas XI IPA I.

Pemenang MTs baik putra maupun putri,  juara 1 kelas IX dan juara 2 kelas VIII.

Menurut salah satu siswa bernama Gadis, classmeeting tahun ini sangat seru dan kompak karena peserta lombanya gabungan dari MTs dan MA.

“Seneng, sekolah diijinkan kembali adakan classmeeting lagi, karena selama libur pandemi kemarin dan sekolah online bikin tidak bersemangat. Bisa semangat lagi, karena bisa ketemu teman-teman yang lain di luar jam belajar”, ujar Eviarsya, siswi kelas XI.

_________________________

Penulis  : Faza Nabilatun Nada (kelas IX, Komplek Khodijah)

WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelayanan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
Hai, ada yang bisa saya bantu??